Pendeta HKBP: Jangan Sikapi Kekerasan Dengan Kekerasan

Author : Chandra | Mon, 14 November 2016 - 13:23 | View : 3183

Reformata.com, Jakarta- Kejadian bom  molotov di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur, kemarin, (13/11/16), yang juga tempat dimana jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Samarinda Seberang menjalankan kebaktian, menjadi keprihatinan bagi para pemuka agama terutama para Pendeta. Salah satunya adalah Pdt. Dr. Robinson Butarbutar yang merupakan Direktur Sekolah Pendeta HKBP. Ia menyatakan rasa prihatin yang sangat mendalam atas peristiwa bom terhadap warga HKBP di Samarinda. Pdt. Robinson Butarbutar juga mengajak kaum Kristiani untuk tidak merespon setiap aksi kekerasan dengan kekerasan.

“Kita tidak boleh menyerah terhadap kekerasan, dan kita tidak boleh menyikapi kekerasan dengan kekerasan, mari kita serahkan pelaku kepada penegak hukum,” ujar Pdt Robinson Butarbutar dalam pesan singkatnya kepada Reformata, Senin (14/11).

Lebih lanjut, Pdt. Robinson Butarbutar mengajak umat untuk berdoa bagi pelaku dan jejaringnya di Negeri ini agar sadar bahwa, apa yang mereka lakukan sangat bertentangan dengan kehendak Tuhan yang mencintai perdamaian hidup.

“Kita mengatakan ya terhadap toleransi, dan tidak terhadap intoleransi. Kita mengatakan ya terhadap hidup damai, dan tidak terhadap hidup yang jauh terhadap kedamaian, keamanan dan kesejukan,” tambahnya.

Dari jumlah 4 korban yang rata-rata masih balita mengalami luka bakar akibat terkena ledakan bom, 1 korban balita tersebut yang bernama Intan Marbun (2,5 tahun) Senin subuh (14/11/16) menghembuskan nafas terakhirnya.

Editor: Nick

Komentar

Top