Pemuda Dayak Kaltim: Nyala Lilin Untuk Intan

Author : Nick Irwan | Mon, 14 November 2016 - 19:38 | View : 1363

Reformata.com, Samarinda- Peristiwa bom molotov di Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11/16) kemarin, yang menimbulkan korban jiwa menyulut beragam reaksi, tidak hanya lembaga keumatan Kristen saja yang mengecam tindakan sangat tidak terpuji lewat pernyataan sikapnya, namun juga para netizen. Ucapan turut berduka mengalir deras dari para netizen karena 1 dari 4 korban yang masih balita bernama Intan Olivia Marbun, Senin subuh (14/11/16) tadi, meninggal dunia. Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) Indonesia Wilayah Kalimantan Timur lewat akun Facebook Ketua Umumya Erika Siluq, mengajak segenap elemen masyarakat di daerah Samarinda untuk hadir dalam aksi Nyala Lilin Duka Cita Dan Doa Bersama Lintas Umat. Gerdayak Kalimantan Timur mengajak seluruh masyarakat di Wilayah tersebut untuk melawan Teror dengan Damai. Mereka juga menyerukan perlindungan terhadap anak.

“Kami Atas Nama Pengurus GERDAYAK KALTIM mengundang dalam aksi dalam hari Senin tgl 14 Nopember 2016 pukul 18.00, tempat tepian Samarinda depan kantor gubernur di Patung Pesut. Kegiatan aksi damai penyalaan Lilin dukacita dan doa bersama seluruh umat beragama atas Meninggal Dunia korban dari ledakan bom di Gereja HKBP sengkotek adik kita bernama INTAN OLIVIA MARBUN, perempuan, Usia 2 Tahun 5 bulan.

Diharapkan kehadiran solidaritas seluruh masyarakat Kaltim. Kita melawan teror dengan damai, kita kampayekan pelindungan anak-anak, Drescode baju putih. Diharapkan membawa lilin masing-masing,” demikian bunyi ajakan aksi nyala lilin untuk kedamaian tersebut seperti dikutip Reformata dari akun Erika, Senin (14/11/16).

Reformata kemudian pada pukul 18:30 WIB, berusaha menghubungi Erika lewat sambungan telepon dan pesan singkat di 2 nomor telepon selulernya, guna mengkonfirmasi terkait acara tersebut namun belum berhasil tersambung.

Komentar

Top