Pdt. Stephen Tong: Jangan Memperalat Alkitab Demi Menipu Manusia

Author : Chandra | Tue, 31 January 2017 - 16:34 | View : 878

Reformata.com. Jakarta- Masih banyaknya orang Kristen yang memperalat Alkitab dan menggunakan Kekristenan demi menipu manusia menuai kritik dari pendiri gerakan Reformed Injili Indonesia, Pdt. DR. Stephen Tong. Kritik tersebut disampaikannya sewaktu memimpin ibadah di perayaan natal gabungan Majelis Permusyarawatan Rakyat (MPR), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia di Komplek MPR/DPR-RI, Senayan, Jakarta.(27/1).

Pada kesempatan tersebut Pdt. Stephen Tong mengingatkan agar umat Kristen dapat hidup dengan meneladani Kristus dan tidak melakukan praktik korup‎si, karena hal itu jelas bertentangan dengan Kekristenan. Ia menegaskan, bahwa praktik korupsi merupakan cara orang yang memperalat Tuhan demi kepentingan diri sendiri.

"‎Kalau dia korupsi, walau dia orang Kristen, dia memperalat Tuhan demi kepentingan dirinya sendiri," ujarnya.

Lebih lanjut Pdt. Stephen Tong mengatakan perilaku yang tidak takut akan Tuhan, seperti halnya korupsi, dapat membawa manusia kehilangan berkat. Sebaliknya, jika umat Kristen di Indonesia hidup sesuai dengan firman Tuhan, maka  Indonesia pun akan menjadi bangsa yang besar dan diberkati luar biasa oleh Tuhan.

"Kalau orang menjaga kesuciannya dan tidak korup, maka Indonesia akan selalu diberkati oleh Tuhan luar biasa,” ungkapnya dihadapan ratusan umat Kristen di komplek parlemen, dan masyarakat lintas gereja yang menghadiri acara perayaan natal parlemen.

Dalam kesempatan itu pula Pendeta Stephen Tong juga memuji kinerja Presiden Joko Widodo dan Gubernur non-aktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Menurutnya, kedua pemimpin tersebut memerintah dengan penuh kejujuran dan dicintai masyarakat. Ia melihat kedua pejabat negara ini sebagai tokoh anti korupsi yang menjadi teladan bagi Indonesia dan dunia.

“Mohon maaf, ini dari hati saya yang paling dalam, tapi saya melihat Ahok dan juga Presiden Jokowi sebagai tokoh anti korupsi,” ujarnya.

Editor: Ronald

Komentar

Top