Ketua PGI: Intoleransi Dapat Merusak Kebinekaan Indonesia

Author : Chandra | Thu, 2 February 2017 - 21:06 | View : 175

Reformata.com, Jakarta- Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, Pdt. Dr. Albertus Patty menyatakan situasi, kondisi dan keadaan sosial politik Indonesia akhir-akhir ini mengakibatkan kebinekaan Indonesia sedang memasuki masa-masa sulit. Kedewasaan dan ketahanan bangsa Indonesia sedang diuji, ditengah suburnya pertumbuhan paham radikalisme di Tanah Air.

Pendeta Albertus Patty mengemukakan bahwa kondisi kebinekaan saat ini amat terganggu akibat sikap intoleransi, yang pada akhirnya akan memecah belah Kesatuan dan Persatuan bangsa Indonesia. Hal ini disampaikannya saat didaulat menjadi narasumber pada diskusi interaktif yang diselenggarakan oleh Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI), dengan topik “Kebinekaan Indonesia”.  Selain Ketua PGI, acara yang dilaksanakan di GPIB Bukit Moria, Tebet, Jakarta Selatan (2/2), itu, juga di hadiri oleh Mayor Jenderal TNI (Purn) Wiston Simanjutak.

Menurut Pdt. Albertus Patty, di dunia ini telah ada banyak contoh  negara yang runtuh akibat gagal untuk memperkuat kebinekaannya.

“Banyak yang gagal mempertahankan kebinekaan bangsanya seperti seperti Uni soviet, Yugoslavia, India, Pakistan, Sudan, Irak dan Suriah. Itu hanya karena intoleran, jadi mari kita saling menghormati dan menghargai kebinekaan Indonesia yang membudaya dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Mayjen TNI (purn) Winston Simajuntak yang hadir sebagai pembicara kedua pada diskusi itu menyatakan bahwa NKRI dan Pancasila adalah pengikat kebersamaan dan itu adalah harga mati bagi bangsa Indonesia. Menurutnya, TNI memegang peranan yang sangat penting dalam mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara.

Sementara itu MUKI melalui Ketua Umumnya, Djasarmen Purba, dengan tegas menyatakan menolak dan siap mempertahankan kebinekaan Indonesia. Lebih jauh ia juga mengajak semua warga negara Indonesia untuk menolak tindakan dan gerakan yang dapat merusak kebinekaan, serta memberikan dukungan sepenuhnya kepada pemerintah Indonesia untuk mengambil tindakan tegas kepada setiap orang maupun kelompok yang bertujuan merusak kebinekaan.

Editor: Ronald

Komentar

Top