Lima Faktor Perekat Bangsa Versi Ketua PGI

Author : Nick Irwan | Fri, 3 February 2017 - 09:10 | View : 350
Tags : Kebinekaan Pgi

Reformata.com, Jakarta- Mencermati situasi, kondisi dan keadaan sosial politik Indonesia saat ini, organisasi Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI), menyelenggarakan seminar kebangsaan mengenai kebinekaan Indonesia, bertempat di aula gedung milik GPIB Moria, Jakarta Selatan, Kamis (3/2). Seminar tersebut menghadirkan salah satu Ketua dari Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pdt. DR. Albertus Patty. Dalam penjabaran Pdt. Patty dijelaskan, bahwa ada lima faktor perekat bangsa yang saat ini menurutnya sedang dilanda ancaman perpecahan.

Faktor pertama adalah tentang sejarah. Menurut Pdt. Patty, sejarah perjalanan para pendahulu bangsa sudah membuktikan kepada generasi saat ini bahwa, untuk merebut kemerdekaan dari para penjajah mereka harus bersatu tanpa memandang asal-usul, agama. Hal itu dibuktikan dengan adanya sumpah pemuda. Faktor kedua adalah tentang jaminan konstitusi yang tidak membeda-bedakan seseorang dalam kedudukannya di negara ini, tidak ada agama favorit, suku favorit dan sebagainya. Konstitusi menjamin kesetaraan yang sama kepada warga negara Indonesia. Faktor ketiga yaitu Pancasila sebagai dasar negara, masih menurut Pdt. Patty, mengganti Pancasila sama saja menghancurkan bangsa ini. Faktor ke-empat adalah komplementer bangsa. “Kita semua, terutama umat Islam, punya kesadaran untuk saling melengkapi,” kata Pdt. Patty. Yang terakhir adalah Faktor solideritas bersama sebagai anak bangsa. Tidak hanya tentang toleransi saja kata Pdt. Patty, namun levelnya harus dinaikkan menjadi solideritas.

Selain menghadirkan Pdt. Patty sebagai narasumber dalam seminar tersebut, MUKI juga menghadirkan Mayor Jenderal TNI (Purn.) Winston Pardamean Simanjuntak, mantan Pangdam I/Bukit Barisan, dalam kesempatan itu Mayjend TNI (Purn.) W.P. Simanjuntak menekankan pentingnya peranan semua komponen anak bangsa termasuk peranan orang Kristen dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa. “Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila adalah pengikat kebersamaan dan itu adalah harga mati untuk kita bangsa Indonesia,” jelas Mayjend TNI (Purn.) W.P. Simanjuntak.

*Nick Irwan

Komentar

Top