Komitmen AHY Di Depan Pendeta

Author : Ronald | Sat, 4 February 2017 - 17:15 | View : 294
agus-didoakan-edit.jpg
Salah satu kandidat calon Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono (paling kiri), didoakan usai menyampaikan pandangannya terkait kebinekaan kepada para pendeta, Jumat petang (3/2/2017). Foto: Ronald

Reformata.com, Jakarta- Calon Gubernur DKI Jakarta, Agus Harmurti Yudhoyono (AHY), menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebinekaan, jika ia dipercaya memimpin masyarakat Jakarta selama lima tahun ke depan. Sikap tersebut disampaikan Agus saat bersilaturahmi dengan para pendeta dan tokoh pemuda Kristen, di wilayah Jakarta Pusat, Jumat petang (3/2/2017).

“Dalam kehidupan saya, saya tidak pernah membeda-bedakan. Tentu saya seorang agama Islam, saya mencintai agama saya, demikian juga dengan saudara-saudari umat Kristiani yang mencintai agamanya. Dan inilah Indonesia yang luar biasa indahnya. Kita tentu saling menghargai perbedaan itu dan tentunya saya akan bekerja, berjuang sekuat tenaga untuk menghadirkan rasa aman, rasa damai bagi seluruh warga Jakarta,” tutur Agus.

Dalam kesempatan itu, Agus juga menyayangkan adanya serangan black campaign terhadap terhadap ia dan keluarganya, yang mengatakan bahwa mereka merupakan sosok yang anti terhadap kebinekaan. Agus mengatakan, semua itu merupakan fitnah yang tak berdasar namun juga sebuah konsekuensi yang harus diterimanya ketika memutuskan untuk terjun dalam kontestasi Pilkada. Ia juga berterima kasih ketika diberikan kesempatan untuk bisa memberikan klarifikasi seputar pandangannya terhadap Indonesia dan Jakarta, melalui silaturahmi dengan para pendeta tersebut.

“Saya tentu sedih ketika ada yang mengatakan saya dan keluarga adalah orang yang diskriminatif, misalnya, yang tidak mencintai kebinekaan, misalnya. Padahal 16 tahun saya di TNI, tugas utama saya, darah saya, adalah menjaga kebinekaan dan menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, putera sulung dari mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu juga mengungkapkan bahwa komitmen menjaga kebinekaan juga sudah ditanamkan oleh sang ayah sejak lama.

“Dan itu diturunkan DNA yang sama dari bapak saya, bapak SBY yang kita tahu juga 10 tahun memimpin negeri ini berada di atas semua golongan, tidak pernah pilih kasih dan tidak pernah ada upaya apapun untuk memecah belah anak bangsa,” imbuhnya.

Di lain sisi, Agus juga menuturkan bahwa siapapun yang dipercaya oleh masyarakat Jakarta untuk menjadi gubernur, maka tugas pertama yang tengah menanti adalah melakukan rekonsiliasi, termasuk dengan cara memperkuat sinergi dengan para pendeta dan ulama yang ada di Jakarta.

“Karena sangat menyedihkan ketika kita tahu terjadi fragmentasi di antara masyarakat kita dan itu harus segera disembuhkan, harus segera disatukan kembali. Karena tanpa stabilitas, tanpa persatuan, maka tidak mungkin kita bisa melakukan agenda pembangunan lainnya termasuk pembangunan ekonomi,” katanya lagi.

Salah satu undangan yang hadir saat itu adalah mantan Ketua Umum PGLII, Pendeta Nus Reimas. Pdt. Nus yang hadir atas nama perseorangan berkata bahwa kebinekaan bangsa harus dijaga oleh siapapun. Untuk itu perlu adanya upaya untuk membangun “jembatan” dan komunikasi di antara sesama anak bangsa, serta mengedepankan sikap saling menghargai.

“Di negeri ini mesti muncul kader-kader yang benar-benar memiliki komitmen yang jelas untuk membangun persatuan negeri ini. Saya tadi pagi meminta kepada semua orang berdoa untuk unity, berdoa untuk perdamaian, berdoa untuk harmoni bagi bangsa dan Negara. Siapapun kita, apapun agama kita harus saling menghargai, saling menaruh respect seorang terhadap yang lain,” tutur Pdt. Nus Reimas.

Sementara itu tokoh pemuda Kristen sekaligus penggagas silaturahmi Agus Yudhoyono dengan para pendeta, Jackson Kumaat, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan kerinduan dari Agus untuk bisa berkomunikasi dan dekat dengan gereja, sekaligus menepis pemberitaan miring yang mengatakan bahwa Agus sangat anti terhadap kebinekaan.

“Beliau (Agus) punya kerinduan, beliau punya keinginan untuk dekat dengan pendeta-pendeta. Beliau ingin turun ke pendeta-pendeta dan jemaat-jemaat dan menyampaikan isi hati beliau seperti apa. Intinya di tim beliau ini, umat Kristiani ada tempat di hati beliau,” ungkap Jackson.

Komentar

Top