Pilkada Jakarta Bukan Bicara Politik, Tapi Sudah Gengsi

Author : Nick Irwan | Mon, 6 February 2017 - 16:31 | View : 323

Reformata.com, Jakarta- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta yang akan berlangsung pada 15 Februari mendatang dinilai bukan lagi berbicara persoalan politik, namun telah bergeser menjadi urusan gengsi. Hal tersebut dikemukakan oleh pendeta ternama Gilbert Lumoindong saat menghadiri diskusi dan doa bersama Forum Umat Kristen Jakarta, di Graha Bethel, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin siang (6/2/2017). Ia menyampaikan bahwa situasi pesta demokrasi di Jakarta kian memanas karena sudah menyangkut gengsi dari elit politik.

"Ini bukan hanya soal politik saja saudara, ini sudah bicara gengsi. Sama seperti makan nasi goreng harga 15 ribu sudah kenyang, kurang kenyang tambah satu piring lagi. Tapi kalau sudah bicara gengsi, makanan harga 2 juta di foto lalu upload (ke media sosial), sudah berasa kenyang," ujar Pdt. Gilbert Lumoindong.

Dalam kesempatan itu Pdt. Gilbert Lumoindong juga menyampaikan, bahwa gengsi itulah yang menyebabkan perebutan kursi nomor satu DKI Jakarta berada dalam suasana yang mengkhawatirkan, sehingga bisa berimbas terhadap keutuhan bangsa.

Selain Pdt. Gilbert Lumoindong, Forum Umat Kristen Jakarta juga menghadirkan sejumlah narasumber dalam diskusi dan doa bersama yang diikuti oleh ratusan umat Kristen di Jakarta, itu. Mereka adalah Merphin Panjaitan,  dan Drs. Jakob. L. Tobing. Diskusi tersebut dimoderatori oleh diplomat senior Kementerian Luar Negeri RI sekaligus dosen dari Universitas Satya Negara Indonesia, Partogi Samosir. Di tempat yang sama pula, para hamba Tuhan dan peserta diskusi turut memanjatkan doa guna terciptanya Pilkada damai di Jakarta.

Komentar

Top