Iman Dan Pembelajaran

Author : Redaksi | Mon, 13 February 2017 - 14:53 | View : 29

Bagaimanakah institusi pendidikan Kristen berbeda dari institusi pendidikan lainnya? Bagaimanakah iman kristiani menjadi nyata di dalam kelas?  Kedua pertanyaan ini sangat penting direnungkan mengingat institusi pendidikan Kristen sudah semakin menjamur di Indonesia. Diharapkan dengan perenungan tersebut membawa kita kembali kepada makna esensi keberadaan institusi Kristen bukan hanya sekedar menunjukkan eksistensi kita belaka.  

Setiap institusi pendidikan termasuk pendidikan Kristen memiliki visi dan misi. Visi dan misi pendidikan Kristen tentunya berwarna kristiani dan terkadang dikutip dari ayat Alkitab tertentu. Pertanyaan penting lainnya adalah apakah visi dan misi tersebut menyetir pelaksanaan kurikulum di sekolah tersebut termasuk materi yang diajarkan, strategi dan penilaian pembelajaran serta peran guru dan siswa. Jika kita mengatakan bahwa visi dan misi tersebut menjadi penyetir pelaksanaan kurikulum, lantas bagaimanakah iman kristiani tersebut terealisasi di dalam kelas?

Bagi beberapa institusi Kristen iman terlihat dari kegiatan-kegiatan spiritual yang diprogramkan di sekolah seperti perayaan natal, paskah, ibadah mingguan serta peraturan berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran. Ada juga dengan merekrut guru-guru Kristen dan mengekspektasikan mereka memodelkan sikap kristiani di dalam kelas seperti sikap perhatian, baik hati, merangkul siswa dan lain-lain. Cara yang lain adalah dengan menghubungkan materi pembelajaran dengan pandangan hidup kristiani seperti dengan penciptaan ketika mempelajari topik Evolusi pada pelajaran Biologi dan teori Big Bang pada pelajaran Fisika.

Namun ketika pembelajaran di dalam kelas, siswa masih terlihat duduk mendengarkan ceramah dan sibuk mencatat setiap hal yang gurunya katakan? Pengaturan kursi duduk siswa masih terlihat berbaris yang merupakah kombinasi yang tepat dengan metode ceramah yang dipergunakan guru. Posisi guru berdiri di depan kelas menunjukkan perannya sebagai pemberi informasi kepada siswanya dan mempertegas peran siswa sebagai penerima informasi tersebut. Pertanyaannya adalah apakah pandangan hidup kristiani yang mendasari strategi mengajar demikian? Apakah iman terealisasi di dalam cara kita mengajar? Adakah iman yang mendasari pengaturan kursi-kursi duduk siswa kita? Iman kristianikah yang menjadi dasar posisi berdiri kita di dalam kelas? Apakah visi dan misi yang menyetir peran seorang guru sebagai pemberi informasi di dalam kelas dan menjadikan siswanya sebagai pendengar sejati? 

Hal ini bukan berarti metode mengajar ceramah dan pengaturan duduk berbaris tidak kristiani. Jika kita mengatakan bahwa strategi mengajar X kristiani dan Y tidak kristiani maka kita sedang melakukan dikotomi. Yang utama adalah membangunkan kesadaran kita apakah pandangan hidup Kristiani menjadi dasar dalam perencanaan detail di dalam kelas? Apakah  pandangan hidup Kristen tentang siapa manusia dan bagaimana manusia belajar terealisasi dalam perencanaan mengajar guru Kristen? Apakah pandangan hidup Kristen bahwa manusia sebagai rekan sekerja Allah dalam mengelola bumi menjadi dasar perencanaan pengajaran seorang guru Kristen?  Dan apakah strategi pembelajaran yang telah direncanakan dapat membantu siswa meresponi panggilan tersebut atau sebaliknya?

Adakah iman kristiani bersuara dalam perencanaan kegiatan pembelajaran seorang guru di institusi Kristen?  Atau kegiatan pembelajaran yang diterapkan di kelas- kelas adalah kegiatan yang automatic yang tanpa sadar adalah mengkopi pengajar-pengajar di masa lalu kita tanpa ada proses pensingkronan antara iman kristiani kita sekarang dengan perencanaan pembelajaran?  Atau tanpa sadar praktik-praktik pembelajaran di kelas-kelas pada institusi kristen telah disetir oleh kepercayaan yang lain di luar dari iman kepada Kristus sementara koar-koar kristiani terlihat pada perayaan-perayaan seremonial? Apakah hidden curriculum pada institusi Kristen sejalan dengan iman kristianinya? Kiranya pertanyaan-pertanyan panjang ini menarik kita untuk berhenti sejenak, berefleksi baik secara pribadi maupun secara institusi dan memohon pimpinanNya untuk memahami apa sebenarnya yang membuat kita_ institusi pendidikan Kristen berbeda.

Oleh Meri Fuji Siahaan

*Penulis adalah dosen di Fakultas Ilmu Pendidikan UPH

Komentar

Top