Perdebatan Kasus Ahok, Ini Pandangan Para Ahli Hukum

Author : Nick Irwan | Mon, 20 February 2017 - 15:35 | View : 603

Reformata.com, Jakarta- Yayasan Komunikasi Indonesia (YKI), mengadakan Seminar Nasional dengan   tema ‘Haruskah Kepala Daerah Status Terdakwa Dinonaktifkan’. Acara itu dilaksanakan guna mengkaji secara hukum kasus Gubernur pertahana DKI Jakarta Basuki Thajaja Purnama (Ahok), dengan membedah Pasal 83 Undang-Undang No 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah ditinjau dari Hukum Tata Negara, Hukum Pidana dan Hukum Administrasi Negara. Hadir sebagai pembicara dalam acara yang dilaksanakan di Graha Oikumene PGI, Salemba, Jakarta Pusat, (17/2), antara lain Prof. Dr. Hibnu Nugroho, Pakar hukum pidana dari Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Dr. Budiman Sinaga, SH pengajar ilmu hukum Universitas Nomensen, Medan, dan rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI) Dr. Maruarar Siahaan. SH.

Prof. Hibnu beranggapan bahwa perkara Ahok sarat muatan politik. Hal itu bisa dilihat dari pengajuan hak angket di DPR, menurutnya yang pantas mengajukan hak angket adalah DPRD DKI. Ia juga mendukung langkah Menteri Dalam Negeri yang  menyikapi proses pemberhentian Ahok dengan menunggu penerapan pasal yang digunakan jaksa untuk menuntut dalam perkara penistaan agama.

"‎Lebih baik menunggu tuntutan, itu lebih baik. Akan konsisten daripada bersandarkan pada pasal yang didakwakan karena menggunakan pasal kumulatif, ada yang ancaman 4 tahun pidana dan paling singkat 5 tahun. Kuncinya justru di jaksa dan hakim," katanya.

Sementara itu Dr. Budiman Sinaga mengatakan, seorang gubernur bisa diberhentikan langsung oleh Presiden berdasarkan asas dekonsentrasi, asalkan kepala daerah itu terbukti melakukan kejahatan. Kemungkinan juga menurut Budiman, Presiden tidak menemukan perbuatan yang jahat dari yang dilakukan Ahok di Kepulauan Seribu.

"‎Sanksi bagi seorang gubernur jelas ada karena dia menjalankan adminsitrasi negara maka sanksinya adminsitrasi dan jauh lebih sakit diberhentikan ketimbang dipidana,” jelas Budiman.

*Nick Irwan

Komentar

Top