GMKI Minta Pemerintah AS Belajar Merawat Keberagaman Dari Indonesia

Author : Redaksi | Wed, 8 March 2017 - 20:35 | View : 311

Reformata.com, Jakarta- Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) meminta Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mulai belajar dalam hal merawat keberagaman dan pluralisme. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Bidang Hubungan Internasional PP GMKI Herbeth Marpaung, sebagai respon atas kunjungan Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr, ke Pesantren dan sejumlah tempat peribadatan lintas iman di wilayah Jawa Timur, pekan lalu. Menurut Herbeth, melalui kunjungan itu Pemerintah AS seharusnya bisa menjadikan Indonesia sebagai contoh sukses dalam merawat keberagaman dan pluralisme di tengah kemajemukan bangsa.  

Herbeth menambahkan, pembelajaran tersebut perlu dilakukan Pemerintah AS sebagai refleksi atas Executive Order yang dikeluarkan oleh Presiden Donald J. Trump. Sejumlah langkah Trump dinilai sangat diskriminatif dan anti terhadap keberagaman, terlebih saat Presiden ke-45 AS itu menyatakan bahwa Negaranya tertutup bagi imigran dari 7 negara di kawasan Timur Tengah.

"Kunjungan (Donovan) tersebut dapat dilihat sebagai upaya Kedubes AS membangun kembali komunikasi dan kepercayaan masyarakat Indonesia yang sebelumnya sempat dikecewakan dengan beberapa kebijakan diskriminatif Presiden AS Donald Trump. Kebijakan berupa larangan masuk ke Negara AS bagi imigran dari tujuh negara di Timur Tengah, serta beberapa kebijakan diskriminatif lainnya telah menimbulkan kekuatiran dan kekecewaan di tengah masyarakat Muslim dunia, termasuk Indonesia," ujar Herbeth Marpaung, seperti tertulis di rilis yang diterima oleh Reformata.

Lebih lanjut Herbeth mengatakan Trump seharusnya bisa merawat keanekaragaman dan kekayaan budaya, bukan memusuhinya. Ia melihat selain membangun komunikasi kembali, Pemerintah AS juga tidak perlu lagi melanjutkan kebijakan Executive Order Trump.

"Jumat lalu (24/2), GMKI telah menyampaikan Nota Keberatan terkait Executive Order tersebut di depan Kedubes AS. Kami meminta Trump mencabut dan memikirkan ulang kebijakannya yang diskriminatif tersebut," imbuh Herbeth.

Pada pekan lalu Joseph R. Donovan Jr mengunjungi Pesantren Tebuireng di Jombang, Jawa Timur. Selain itu ia juga melakukan kunjungan ke Klenteng Hok Sian Kiong di Kecamatan Gudo, dan Patung Buddha Tidur di Maha Vihara Majapahit, Kecamatan Trowulan, Mojokerto. Donovan mengaku terkesan dengan keberagaman dan praktik pluralisme di Nusantara. *Ronald

Komentar

Top