Walkot Bekasi Tegaskan Komitmennya Untuk Bela Hak Kebebasan Beribadah

Author : Ronald | Mon, 3 April 2017 - 22:11 | View : 1002

Reformata.com, Bekasi- Hak beribadah merupakan hak yang paling hakiki dan dijamin oleh Konstitusi Negara. Sebagai sebuah bangsa  majemuk yang kaya akan budaya, agama, ras, maupun golongan, maka nilai-nilai toleransi menjadi sebuah landasan penting bagi terciptanya rasa persatuan dan kesatuan. Berlaku toleran tak sebatas menjadi kewajiban masyarakat semata, namun juga Kepala Daerah. Pandangan inilah yang coba disampaikan oleh Walikota Bekasi Dr. Rahmat Effendi, ketika beraudiensi dengan pengurus dan anggota Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna Indonesia), di Kantor Walikota Bekasi, Senin (3/4/2017). Pada kesempatan itu Pepen-demikian ia biasa disapa-turut menegaskan bahwa dirinya selaku Kepala Daerah berkomitmen untuk menjamin kebebasan setiap warga Negara untuk bisa melaksanakan ibadah sebagaimana telah diatur oleh Undang-Undang.

“Kita harus memahami betul esensi dalam hidup berbangsa dan bernegara. Orang hidup dalam rutinitas kesatuan bernegara itu ada yang mengatur. Yang mengatur dan diatur itu melalui ketentuan Undang-Undang. Undang-Undang Dasar mengamanatkan, Pasal 29 sudah jelas, Pancasila sudah jelas. Mau apa lagi? Kalau sekarang pada tataran kita hanya menjadikan Pancasila empat Pilar Kebangsaan tapi tidak bisa kita aplikatifkan, kapan lagi?” ujarnya kepada para pewarta.

Lebih lanjut Pepen mengatakan upaya Pemerintah Kota Bekasi untuk terlibat dalam penyelesaian konflik terkait intoleransi  yang masih melanda sejumlah gereja, turut menimbulkan konsekuensi sendiri baginya. Tak jarang tuduhan kafir, murtad, bahkan antek PKI (Partai Komunis Indonesia) ditujukan kepada dirinya. Namun, Pepen melanjutkan, semua itu dilakukan semata-mata demi memberikan keadilan bagi tiap  warganya yang ingin melaksanakan ibadah tanpa ada gangguan dari pihak lain.

“Di Kota Bekasi ini sukunya heterogen, budayanya heterogen, dan keyakinannya juga, agamanya juga. Ada tiga ratus dua puluh empat ribu lebih nonmuslim yang mempunyai kedudukan dan hak yang sama. Saya sebagai Kepala Daerah, sebagai Walikota, harus berdiri di atas semua kaki umat yang ada. Makanya saya bilang saya memperjuangkan hak, itu tugas saya,” imbuhnya.

Ketika membahas soal tindak-tanduknya yang menyita perhatian masyarakat Internasional, Pepen berujar bahwa itu semua merupakan bagian dari sebuah proses panjang untuk mengawal toleransi. Berdasarkan keterangannya pula, pada 24 Mei mendatang, ia diundang untuk terbang ke Roma, Italia, guna berbicara di sebuah forum lintas iman.

“Seumpamanya Kota Bekasi tidak melakukan sesuatu terhadap warga Negara tadi kan gak mungkin juga mereka mengundang kita. Berarti ini kan proses panjang yang sebetulnya orang luar, orang dari mana-mana sebetulnya (sedang) memperhatikan Kota Bekasi,” pungkasnya. *Ronald

Komentar

Top