Tiongkok Pasang CCTV Guna Pantau Peribadatan Di Gereja

Author : Ronald | Fri, 24 March 2017 - 18:10 | View : 647

Reformata.com, Tiongkok- Pemerintah Tiongkok kembali memberlakukan tindakan ekstrem guna mempersempit kebebasan beribadah umat Kristen di negeri itu. Tak tanggung-tanggung, kali ini pemerintah dari Negara berjuluk “Tirai Bambu” itu memaksa gereja-gereja di Provinsi Zhejiang yang berpenduduk mayoritas Kristen dan Katolik untuk memasang Kamera CCTV (Closed Circuit Television), guna memantau setiap kegiatan peribadatan.

Dilaporkan ucanews.com seorang Imam Bawah Tanah di wilayah itu, Pastur Francis, mengatakan bahwa pihak berwenang berdalih harus menempuh tindakan tersebut sebagai upaya untuk “menjaga ketertiban sosial” dan tujuan mengontrol gereja secara lebih baik lagi. Sebagai tindak lanjutnya, paroki-paroki dibawah pelayanan Pastur Francis juga telah menerima pemberitahuan dari otoritas terkait, hingga 15 Maret lalu. Sejak tahun 2016 silam sejumlah teknisi pun telah diutus untuk mengerjakan instalasi CCTV di sejumlah gereja.

“Uskup Peter Shao Zhumin, seorang uskup bawah tanah yang tidak diakui pemerintah Tiongkok, merasa tidak berdaya untuk menolak perintah tersebut. Umat beriman juga, beberapa sangat marah dan yang lain juga masa bodoh, tidak tahu apakah melaksanakan atau tidak perintah tersebut,” tutur Pastur Francis.

Lebih jauh dilaporkan, perintah untuk mewajibkan pemasangan CCTV di gereja itu merupakan sebuah langkah lanjutan dari pemerintah Tiongkok yang telah dilakukan sebelumnya, yaitu melarang penggunaan simbol-simbol Salib di gereja. Secara keseluruhan terdapat setidaknya 1.700 Salib yang telah diturunkan secara paksa oleh pihak pemerintah, dari gereja umat Katolik dan Protestan. Tak hanya itu, gereja juga diwajibkan untuk memasang bendera nasional, papan buletin propaganda seputar kebijakan keagamaan, hingga menempatkan anggota Partai Komunis.  

Pemerintah Tiongkok mengambil langkah-langkah untuk membatasi perkembangan umat Kristiani sebagai upaya mereka untuk menghilangkan pengaruh keagamaan. Keadaan itu semakin diperketat sejak Xi Jin Ping menjabat sebagai Presiden dari Negara berpenduduk 1,3 Milyar Jiwa itu.

Terdapat setidaknya 2 juta umat Protestan, dan 210.000 umat Katolik yang tinggal di Provinsi Zhejiang. Berdasarkan laporan kelompok Hak Asasi Kristen yang bermarkas di Amerika Serikat (China Aid), pemasangan CCTV di gereja-gereja yang terdaftar di Zhejiang merupakan upaya memonitor khotbah dari pastur, pendeta, jumlah pengikut, dan semua kegiatan peribadatan yang mereka lakukan. *Ronald

Komentar

Top