Dua Orang Prajurt TNI Sumbang Mimbar Untuk Gereja Di Perbatasan

Author : Ronald | Fri, 31 March 2017 - 17:15 | View : 188
Tags : Gereja Mimbar Tni

Reformata.com, Sanggau- Mengemban penugasan di pelosok daerah dan berada jauh dari keluarga merupakan sebuah tantangan berat yang harus dihadapi oleh para prajurit TNI. Tak hanya mahir dalam menggunakan senjata, para patriot pengawal Kedaulatan NKRI ini juga dituntut untuk mampu berbaur dengan masyarakat setempat, serta bisa diandalkan sebagai problem solver dari permasalahan yang dihadapi oleh komunitas di sekeliling mereka. Seperti halnya yang ditunjukan oleh Kopral Satu (Koptu) Jilberto dan Prajurit Kepala (Praka) Melky, dua anggota Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Batalyon Infanteri (Yonif) Para Raider 502/Ujwala Yudha, yang terpanggil untuk membantu mengatasi kesulitan sebuah gereja di Sei Beruang, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Berdasarkan keterangan yang diterima Reformata dari rilis Penerangan Kodam (Pendam) XII/Tanjungpura, Koptu Jilberto dan Praka Melky merupakan dua dari sekian orang prajurit TNI-AD di Satgas Pamtas Yonif 502/UY yang beragama Kristen. Setiap Minggu mereka bersekutu dan memuliakan nama Tuhan di gereja Dusun Sei Beruang, tak jauh dari pos tempat mereka biasa melakukan pengamanan. Saat ibadah usai, keduanya banyak menghabiskan waktu berbincang dengan tokoh agama dan Kepala Dusun setempat. Terbatasnya sarana dan prasarana peribadatan di tempat itu menggugah hati Koptu Jilberto dan Praka Melky untuk bisa membantu jemaat gereja Sei Beruang.

“Dalam pembicaraan tersebut Koptu Jilberto dan Praka Melki menyampaikan bahwa mereka mempunyai niat untuk membuat mimbar yang nantinya akan disumbangkan ke gereja,” terang Kapendam XII/Tanjungpura Kolonel. Inf. Tri Rana Subekti, S.Sos.

Niat baik dari Koptu Jilberto dan Praka Melky diterima baik oleh tokoh agama dan masyarakat Dusun Sei Beruang. Tak ingin menunggu lama, keduanya langsung mendatangi pengrajin kayu dan memesan sebuah mimbar. Proses pengerjaan itu pun hanya menghabiskan waktu 2 minggu berkat bantuan tenaga yang diberikan oleh masyarakat Sei Beruang itu sendiri, jelas Kapendam. Usai ibadah bersama di hari Minggu (19/3), mimbar itu pun diserahkan oleh Koptu Jilberto dan Praka Melky kepada gereja.

Komentar

Top