Jeirry Sumampouw : Permainan Medsos Punya Pengaruh Besar Dalam Pilkada DKI

Author : Ronald | Fri, 7 April 2017 - 18:35 | View : 57

Reformata.com, Jakarta- Jelang putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di DKI Jakarta, Kepala Biro Humas PGI Jeirry Sumampouw mencermati fenomena di media sosial yang turut serta mewarnai pagelaran pesta demokrasi tersebut. Jeirry menilai tensi politik yang memanas jelang Pilkada masih saja diikuti oleh produksi isu-isu negatif dan sudah berada pada situasi yang mengkhawatirkan.

“Jadi permainan media sosial ini masih punya pengaruh yang cukup besar terhadap pilihan-pilihan politik warga DKI,” kata Jeirry di diskusi bersama yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ), di Graha Bethel, Jakarta Pusat, Jumat (7/4/2017).

Meski demikian, Jeirry melanjutkan, kedua tim pemenangan Paslon sama-sama memiliki strategi yang baik dalam menanggulangi serangan dari sejumlah isu negatif yang beredar luas di sosial media, serta memikat simpatik dari para pemegang hak suara.

Diskusi dan doa bersama FKKJ sendiri mengangkat tema  "Pemantapan dan Doa Sukses Pilkada Putaran ke-2 DKI Jakarta". Selain Jeirry, hadir pula sebagai narasumber Hakim Agung dan mantan legislator Republik Indonesia Prof. Gayus Lumbuun. Diskusi dimoderatorti oleh penulis buku “Gerakan Warga Negara Menuju Demokrasi” sekaligus pengamat sosial-politik Indonesia, dr. Merphin Panjaitan.

Ketika diberi kesempatan untuk menyampaikan pandangannya seputar hukum Prof. Gayus Lumbuun sempat mengimbau kepada para pendukung dari kedua Paslon di Pilkada DKI Jakarta, untuk bisa berlapang dada jika figur yang diunggulkan kalah. Baginya, ada banyak hal penting yang masih harus mendapatkan perhatian dari komunitas Kristen dalam kerangka kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia pun mengambil figur Daud sebagai sebuah contoh.

“Firman Tuhan tidak menjanjikan ‘pasukan’ di bawah iman Kristen menang. Tidak selalu. Bahkan Daud berkali-kali kalah, tapi ternyata kemenangan akhir itulah yang Tuhan janjikan. Apa kemenangan terakhir bagi kita bangsa Indonesia dalam komunitas kita ini? Adalah kedamaian, kesejahteraan, bebas dalam menjalankan ibadah kita, dijamin konstitusi,” ujar Gayus.

Diskusi dan doa bersama yang digelar FKKJ ini merupakan yang kedua kalinya. Pada 6 Februari lalu FKKJ juga mengadakan doa serta diskusi serupa yang dihadiri oleh Pdt. Gilbert Lumoindong,  dan Jakob. L. Tobing. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah perwakilan pelayan gereja di Jakarta, mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi, dan anggota Badan Pengurus Harian Gereja Bethel Indonesia.

Komentar

Top