SUP -- MENJAWAB ZAKIR NAIK (SERI.3)

Author : Bigman Sirait | Thu, 13 April 2017 - 21:18 | View : 3295
Pdt Bigman Sirait
www.twitter.com/bigmansirait

PERNYATAAN dan pertanyaan Zakir Naik yang diulas kali ini ialah, bahwa Yesus Kristus bukan Tuhan melainkan utusan Tuhan, sama dengan para nabi lainnya. Hal ini dikatakannnya pada debat dengan seorang pendeta, tapi tak jelas dari denominasi mana. Mengutip Yohanes 14:6, Pendeta mengatakan bahwa Yesus Kristus adalah Juruselamat satu-satunya, tidak ada jalan lain ke surga. Zakir menjawab dengan menekankan agar memperhatikan konteks. Dia menafsirkan arti Yesus jalan keselamatan adalah dengan melakukan apa yang Yesus ajarkan, maka manusia akan selamat. Jadi bukan Yesusnya yang menyelamatkan melainkan ajaran yang ditaati. Zakir mengatakan Yesus Kristus dan para nabi lainnya adalah penyelamat karena apa yang mereka ajarkan. Lalu Zakir mengajak si penanya melanglang buana untuk membaca Injil Yohanes lainnya, tapi dalam isu yang berbeda. Sayangnya, dan inilah yang selalu terjadi dalam acara Zakir Naik, umat tak menguasai apa yang mereka tanyakan.

Nikmati Menu Lainnya: #SUP - MENJAWAB ZAKIR NAIK (SERI.1)

          Sejatinya apa yang dikatakan Zakir bukanlah hal baru. Tafsir seperti ini disampaikan oleh Friedrich Schleiermacher (1768-1834), yang sering disebut sebagai bapak teologi modern. Lahir di daerah Polandia, Eropa, dijaman pencerahan dimana hal yang supranatural mendapatkan tantangan besar. Schleimacher anak jamannya mengatakan keselamatan itu anugerah, tapi anugerah yang bisa diwujudkan oleh manusia. Itu sebab dia berkata, Yesus jalan keselamatan adalah ajaran untuk jalan selamat. Zakir memakai pikiran 3 abad yang lampau dalam bentuk copy paste. Dia pasti membaca tulisan teolog liberal yang memang tidak percaya Yesus adalah Tuhan untuk memperjuangkan imannya. Yang ironis umat Kristen berbicara tapi tak mampu mempertahankannya. Saya hanya bisa tertegun karena Zakir kelihatan cerdas didepan umat yang gagap. Mari kita telusuri apa kata Alkitab.

Nikmati Menu Lainnya: #SUP - MENJAWAB ZAKIR NAIK (SERI.2)

          Pertama, bahwa nabi bukan juruselamat. Nabi Musa sekitar 1500 tahun sebelum Kristus bernubuat dalam Ulangan 18:18; akan dibangkitkan dari antara saudara mereka (Israel), seperti Musa membebaskan Israel dari perbudakan Mesir, penggenapannya Yesus Kristus seorang Israel dari suku Yehuda membebaskan umat dari perbudakan dosa (Matius 1:21). Jelas lebih besar! Ucapan Musa diterjemahkan Zakir untuk Nabi Muhammad. SAW. Itu urusan Zakir. Hanya saja pasti membingungkan, seorang Israel suku Yehuda melompat kebangsa lain. Nabi Yesaya sekitar 700 tahun sebelum Kristus berkata; kelahiran seorang Anak yang disebut, Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai (Yesaya 9:6-7). Semua nubuatan digenapi dalam Yesus Kristus, membuat Majus ahli bintang, orang terpelajar, dari Persia datang dan menyembah Dia di Betlehem (Matius 2:11). Mereka bukan orang bodoh, sehingga tetap menyembah sekalipun Yesus Kristus tak berada di istana mewah melainkan tempat sederhana. Orang bijak tahu pada kebenaran yang sejati. Lalu Yohanes Pembaptis yang kelahirannya sudah dikatakan oleh Nabi Yesaya, juga dalam Maleakhi (Lukas 1:17, Yes 40:3, Mal 4:5-6). Seorang yang dikatakan terbesar diantara para nabi karena menjadi pembukan jalan bagi Yesus (Matius 11:7). Tapi Yohanes Pembaptis, nabi yang terbesar ini sungguh nabi sejati yang tahu menempatkan diri dan menyebut bahwa membuka tali kasut Yesus Kristus saja, dia tak layak (Yohanes 1:23, 27). Bagaimana bisa Zakir mengatakan Yesus sama dengan semua nabi? Hanya satu kemungkinan, Zakir mengutip ayat yang diperlukannya, tapi tak memahami Injil sepenuhnya, sekalipun selalu menyebut lihat konteksnya.     

Nikmati Menu Lainnya: #SUP - PILKADA DAN ISU SARA

          Mari kita selusuri apa isi Injil Yohanes tentang ke-Illahi-an Yesus Kristus. Dalam Yohanes 1:1-3, jelas dikatakan Yesus adalah Firman, adalah Allah, adalah Pencipta segala sesuatu yang ada (Yoh 1:1-3). Firman yang Allah itu menjadi manusia seutuhnya, inkarnasi; Masuk kedalam daging dan darah. Yohanes Pembaptis menyebut Yesus telah mendahului dia, dan ada sebelum dia ada (Yoh 1:14-17). Padahal Yohanes Pembaptis lebih tua 6 bulan dibanding Yesus (Lukas 1:31-37). Dia juga menyebut Musa memberi Taurat, tapi Kristus Kasih Karunia dan Kebenaran. Yesus Kristus sendiri menyebut DiriNya telah ada sebelum Abraham ada, wow (Yoh 8:58). Dia Kekal, karena Dia Allah yang menjadi manusia, lebih besar dari Musa, Abraham, dan telah ada sebelum para nabi ada dibumi. Lalu Yohanes 20:28, Thomas mengucapkan kalimat sahadatnya; Ya Tuhanku dan Allahku. Yesus tak menampiknya, karena memang Dia Allah, bahkan mengkoreksi iman Thomas yang butuh fenomena baru percaya. Dalam Injil Yohanes Yesus Kristus menyebut diri Nya Air Hidup yang Kekal (Yoh 4:13-14), Roti Hidup yang Kekal (Yoh 6:35), dan, ah, masih banyak Kekal lainnya, tapi yang pasti semua ayat di Injil Yohanes ini amat sangat jelas menggambarkan Yesus Kristus Sumber Hidup. Entah mengapa Zakir tak membacanya, atau sengaja mengabaikan konteks Injil Yohanes. Hanya Tuhan dan Zakir sendiri yang tahu.

          Yesus Kristus adalah Tuhan yang Kekal, Raja yang Kekal, Air Hidup yang Kekal, Roti Hidup yang Kekal, Diri Nya Jalan Keselamatan untuk hidup yang Kekal (Yoh 14:6). Dia lebih besar dari Abraham, Musa, Yohanes Pembaptis, dan para nabi lainnya. Dia memulihkan kebencian menjadi Kasih (Matius 5:43-44), pernikahan poligami menjadi Monogami (Matius 19:4-6), dan masih banyak lagi. Dia menyelesaikan kutuk hukum Taurat dengan menjadi tumbal diatas kayu salib (Kolose 2:13-16). Tidak ada nabi yang mati untuk menebus dosa, kecuali Yesus Kristus yang rela mengorbankan diri karena Kasih Nya. Ini harus dipahami baik-baik!

Ah, sayang saya harus berhenti dulu, biar semua pembaca bisa menikmati SUP ini dengan serius tapi santai, sehingga dicerna dengan baik dan berkhasiat sepenuhnya bagi kesehatan iman.

Selamat menikmati, dan jangan lupa bagi-bagi ya. Jangan makan sendiri, itu tidak Kristiani.

Komentar

Top