Enterpreneur Bicara Kiat Berbagi Berkat Melalui Dunia Bisnis

Author : Ronald | Thu, 13 April 2017 - 16:15 | View : 197
ayub-edit.jpg
Peserta seminar AYUB berfoto bersama pendiri Ciputra Group, Dr. Ir. Ciputra, di Ciputra World 1 Function Room, Kuningan, Jakarta Selatan (12/4/2017). Foto: Ronald

Reformata.com, Jakarta- Sebagai sebuah langkah untuk memberdayakan umat Kristen Indonesia, Asosiasi Yayasan Untuk Bangsa (AYUB) pada hari ini menyelenggarakan seminar bersama bertajuk "Hati Yang Melihat, Kacamata Enterpreneur Yang Menjadi Terang Bagi Bangsa". Acara yang dihadiri oleh pemuda, mahasiswa sekolah teologi, dan pekerja gereja yang datang dari sejumlah wilayah di Jakarta dan Bandung, itu, diselenggarakan di Ciputra World 1 Function Room, Kuningan, Jakarta Selatan (12/4/2017). Dalam seminar tersebut, AYUB menghadirkan tiga orang narasumber untuk membagikan pengalaman mereka seputar cara menjadi terang dan berkat kepada sesama melalui dunia yang mereka tekuni selama ini. Para narasumber tersebut antara lain praktisi dunia pariwisata Indonesia  Dr. I Ketut Putra Suarthana., MM; inspirator Kristian Hardianto SH; dan mantan praktisi perbankan sekaligus pemimpin sebuah gereja di Malaysia, Pdt. Benaiah Naresh MBA., M.Th.

Saat ditemui Reformata usai membagikan pandangannya, Dr. I Ketut Putra Suarthana mengatakan bahwa tujuan dari diadakannya  acara itu adalah memberikan pemahaman kepada umat Kristen tentang bagaimana belajar mandiri, sekaligus mendorong terciptanya lapangan pekerjaan di tengah situasi yang serba kompetitif seperti saat ini.

“Jangan hanya bvekerja untuk orang lain, tapi bagaimana mereka bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan bisa membantu orang lain untuk bekerja,” ujar Ketua AYUB dan dosen pariwisata di Universitas Udayana, Bali, itu.

Ketika menjelaskan peran AYUB di tengah masyarakat, pria yang akrab disapa pak Putra itu juga menjelaskan bahwa kehadiran asosiasi yayasan tersebut tak hanya dikhususkan melayani orang Kristen semata. Namun, ia menambahkan, kehadiran AYUB turut diperuntukan bagi masyarakat yang memiliki keinginan untuk belajar seputar dunia kewirausahaan, khususnya masyarakat yang datang dari golongan ekonomi lemah.

“Sebenarnya itu bukan diperuntukan bagi masyarakat Kristen saja, tetapi masyarakat umum agar nantinya mereka bisa mandiri. Khususnya masyarakat yang kurang mampu,” imbuh Putra Suarthana.

Sementara itu pembicara kedua, Kristian Hardianto, banyak menjelaskan seputar pengalaman hidupnya kepada para peserta seminar. Ia berharap setiap peserta dapat belajar dari setiap proses yang dilaluinya dan mengambil nilai dari itu semua.

“Orang kan selalu melihat kondisi terakhir yang membuat seseorang terlihat hebat, tetapi prosesnya tidak dilihat. Nah ketika saya mengalami itu semua, maka mereka melihat itu. Harapan saya tentunya setelah mereka tahu, mendengar, dan terlibat dengan cara yang saya lakukan, mereka bisa terinspirasi untuk memiliki mindset yang tepat,” ujar sang inspirator kepada Reformata.

Menutup rangkaian sesi seminar Pendeta Benaiah Naresh mengingatkan kepada para peserta untuk selalu bertekun dalam setiap usaha yang sedang dilakukan demi mencapai kesuksesan, serta tidak berkecil hati saat banyak kegagalan. Ia pun membagikan sebuah kiat sukses yang pernah dialaminya sendiri.

“Kalau saudara mau sukses, saudara harus bermitra dengan orang. Saudara harus belajar bagaimana cara untuk menjalin hubungan dengan orang lain,” kata Pendeta Benaiah. *Ronald

Komentar

Top