Sekjen Pelajar Dunia Takjub Dengan Pancasila

necta-montes-edit.jpg
Ketum PP GMKI Sahat Sinurat (kiri) saat mendampingi Sekjen WSCF Necta Montes (kanan), usai kegiatan Global Christian Youth Conference di Manado, Sulawesi Utara, Senin malam (24/3/2017). Foto: Ronald

Reformata.com, Manado- Takjub dengan semangat kerukunan rakyat Indonesia yang multikultur dan berlatarbelakang agama yang berbeda, mendorong Sekretaris Jenderal Mahasiswa Kristen Dunia Necta Montes untuk menjadikan falsafah hidup bangsa Indonesia, Pancasila, sebagai model bagi perdamaian dunia, khususnya di kawasan Timur Tengah (Timteng). Ungkapan itu disampaikan Montes karena melihat dan merasakan langsung bagaimana Pancasila berperan dalam menyatukan rakyat Indonesia yang majemuk.

“Jadi apa yang saya pelajari di sini, di konferensi ini, akan saya bagikan kepada gerakan kami (WSCF) yang ada di Timur Tengah. Dan saya sangat tertarik untuk membagikan filosofi Pancasila sebagai dasar perjuangan kami melawan konflik dan perang,” kata Montes saat berbincang dengan para pewarta usai mengikuti rangkaian seminar Global Christian Youth Conference (GCYC) dan Pekan Kerukunan Nasional di Manado, Sulawesi Utara, Senin malam (24/4/2017).

Montes kembali menjelaskan bahwa rakyat Indonesia sangatlah beruntung bisa hidup berdampingan dengan penuh kerukunan, karena pluralisme telah menjadi nilai yang sangat mengakar di Bumi Nusantara ini. Montes kemudian bercerita tentang apa yang telah dilihatnya di belahan dunia lain, dimana kondisi kerukunan sangat bertolak belakang dengan apa yang ia rasakan ketika berkunjung ke Indonesia.

“Yang saya alami lihat dan rasakan, di belahan dunia lain kehidupannya sangatlah monokultur. Sehingga ketika budaya baru masuk akan menciptakan permasalahan, dan menyita perhatian. Tetapi di sini, di Indonesia, kalian hidup dengan budaya dan agama yang berbeda-beda. Jadi pluralisme telah menjadi suatu jati diri di dalam kehidupan kalian, dan bukan merupakan sebuah konsep yang baru. Jadi saya rasa secara umum sangatlah bagus bila dibandingkan dengan Negara lain,” tambah Sekjen WSCF berkewarganegaraan Filipina, itu.

Menanggapi kalimat “Thirst for Peace” yang menjadi tema dari Global Christian Youth Conference di Sulawesi Utara, Montes mengatakan pengaplikasian dari tema tersebut telah menjadi salah satu perhatian khusus dari WSCF. Tema itu juga, tambah Montes, menjadi sangat relevan bagi banyak Negara di dunia.

“Kami di WSCF terlibat di banyak upaya dalam membangun perdamaian, seperti contohnya Negara-negara di Timur Tengah. Jadi konferensi ini bukan hanya berbicara tentang Indonesia. Indonesia merupakan contoh yang baik bagi Negara lain, tentang bagaimana cara hidup berdampingan di tempat ini,” tuturnya lagi.

Lebih lanjut ia juga mengapresiasi sinergi yang tercipta di antara segenap elemen bangsa Indonesia dalam mengawal kerukunan dan perdamaian di tempat ini.

“Menurut saya Indonesa menjadi contoh yang sangat baik bagaimana pemerintah, masyarakat sipil dan gereja bekerjasama untuk menjaga perdamaian. Saya sangat mengapresiasi Pancasila sebagai dasar yang amat penting bagi Indonesia sehingga pluralisme dapat berjalan dengan baik di negeri ini,” pungkas Montes. *Ronald

Komentar

Top