Jalan Roda Dan Komunitas Lintas Agama Kota Manado

Reformata.com, Manado- Tiap sudut Kota Manado menyimpan sejuta cerita dengan beragam keunikan tersendiri. Salah satu sudut yang menyimpan keunikan itu adalah kawasan Jalan Roda, sebuah lokasi ekowisata yang terletak di Teling Bawah, Kota Manado. Tempat yang sering disingkat dengan nama "Jarod" ini telah lama menjadi lokasi berkumpulnya beragam komunitas mulai dari wartawan, musisi, politisi, hingga komunitas lintas agama dari Islam maupun Kristen.

Seorang pengunjung tetap Jarod, Denny Abast, menuturkan bahwa Jarod selalu dipenuhi oleh masyarakat lintas profesi yang ingin menghabiskan waktunya untuk makan, berkumpul dan sekedar bertukar pikiran seputar situasi terkini di Sulawesi Utara maupun Ibu Kota Jakarta. Denny mengatakan, dari Jarod pula kita bisa melihat betapa kentalnya semangat persatuan masyarakat Sulawesi Utara.

“Di sini banyak kawan-kawan muslim asal Gorontalo yang menjual makanan, lalu yang makan banyak juga orang Kristen. Orang-orang di sini biasa bicara seputar  hobi, jual beli barang, hingga bahas soal kerukunan,” ujar Denny saat berbincang dengan Reformata di kawasan Jarod, Jumat siang (28/4/2018).

Sebagai gambaran bagaimana praktik kerukunan begitu meresapi sanubari setiap insan di Sulawesi Utara, pria yang kesehariannya berprofesi sebagai musisi itu kemudian memberikan contoh konkret bagaimana masyarakat Minahasa secara toleran memperlakukan para “basudara” mereka yang berbeda agama, ketika waktu ibadah tiba.

“Kami sebenarnya sedang syuting album rohani Kristen di dekat tempat ini. Tapi karena ada crew kami yang muslim dan mau menjalankan sholat Jumat, jadi kita putuskan untuk istirahat dulu. Karena itulah saya nongkrong dan menunggu mereka di tempat ini,” imbuhnya.

Saat hari raya Paskah maupun Natal tiba, Denny melanjutkan, sebagian besar saudara muslim yang ia kenal di Jarod turut berpartisipasi dalam mengamankan gereja. Hal itu juga berlaku sebaliknya, dimana ada banyak pemuda Kristen yang biasa menghabiskan waktu senggang mereka di Jarod ikut ambil bagian dalam pengamanan, atau turut serta dalam menjaga kebersihan mesjid ketika bulan puasa dan Idul Fitri tiba.

“Mereka di sini sudah biasa amankan gereja,” kata Denny sambil menunjuk ke salah satu meja yang dipenuhi oleh teman-temannya yang beragama muslim. “Begitupun yang Kristen, kita juga berbuat yang sama,” tuturnya lebih lanjut.

Ada sebuah fakta unik yang terjadi di sekitar Jalan Roda saat berlangsungnya Pilkada DKI Jakarta. Dari keterangan Denny, penyelenggaraan Pilkada DKI menjadi salah satu pokok pembicaraan terhangat bagi pengunjung Jarod. Pernah suatu ketika kawasan itu menjadi sepi karena banyak orang di Jarod ikut bersedih usai mengetahui bahwa Gubernur petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama harus mengakhiri kepemimpinannya atas Ibu Kota Jakarta.

“Di sini jadi sepi. Kalau pun ada yang nongkrong, semua murung. Sampe supir angkot saja banyak yang malas narik. Tapi itu tidak lama, Jarod sekarang sudah kembali ramai lagi,” tutup Denny sembari tersenyum. *Ronald

Komentar

Top