Oknum Pendeta Berinisial TU Diduga Telantarkan Anak Dan Istrinya

Author : Nick Irwan | Tue, 9 May 2017 - 11:06 | View : 1312
Tags : Pendeta

Reformata.com, Jakarta- Seorang oknum pendeta muda (pdm) di salah satu gereja di wilayah Jakarta Utara berinisial TU diduga melakukan tindakan tidak terpuji dengan menelantarkan anak dan istrinya. Hal ini sudah diproses secara hukum oleh Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta.

Dari pengakuan korban, diketahui bahwa ia menikah dengan pelaku secara gereja pada tahun 2015, yang pada saat itu merasa diperdaya oleh status pendeta dan mulut manis pelaku. Tanpa menaruh curiga dan ada trauma tersendiri terkait jalinan hubungan serius, korban hanya bisa mengikuti kemauan dari pelaku untuk tidak segera mengurus legalitas secara Sahih pernikahannya itu di catatan sipil.

"Saya hanya berpikir dia seorang pendeta, pasti kerohaniannya lebih baik dari saya dan tidak akan terjadi apa-apa. Apalagi keluarganya aktif di gereja mendukung hubungan saya dengan dia (pelaku)," ujar korban Cici (nama disamarkan) ketika ditemui Reformata di wilayah Jakarta Barat, Sabtu (06/05/2017).

Ditambahkan pula, bahwa  pada saat pernikahan antara TU dan Cici di tahun 2015  yang dilaksanakan secara agama di Jakarta, korban mengaku  telah mengandung anak dari TU, jadi tekanan secara psikis terkait legalitas anaknya menjadi prioritasnya ketika itu. Korban mengaku juga bahwa komitmen antara ia dan TU saat itu adalah membina rumah tangga dengan meninggalkan masa lalu dan menatap masa depan dengan penuh Kasih dan Iman terhadap Firman Tuhan.

"Awal pertemuan dengan dia, dimulai ketika saya aktif di grup WA (WhatsApp) dan aktif juga di pelayanan anak yatim piatu. Saya berusaha bantu terkait pendanaan yang dibutuhkan saat itu, karena basic saya dari foundation," jelas korban dengan runut bercerita kepada Reformata.

Cici mengatakan bahwa, permintaannya hanya ingin status serta hak anaknya bisa dipenuhi oleh pendeta TU secara layak sebagai seorang suami. Saat ini dari keterangan Cici, pelaku sudah tidak tinggal satu rumah dengan ia dan anaknya. Bahkan saat meninggalkan rumah pendeta TU membawa serta emas dan uang yang didapat dari kado pernikahannya. Dari keterangan Cici juga didapat keterangan bahwa ternyata pendeta TU mempunyai perilaku yang tidak terpuji. Cici mengaku baru mengetahuinya ketika ada mantan kekasih pendeta TU yang mengadu bahwa telah ditipu terkait pinjaman sejumlah uang.

“Saya dihubungi oleh mantan pacar suami saya itu, katanya suami saya pinjam uang. Saya kaget karena menurut suami saya ketika itu ia sudah tidak menjalin hubungan lagi sama cewek (mantan pacar) itu. Ternyata selama pernikahan saya merasa tertipu sama si TU itu dan keluarganya,” kata Cici sambil memperlihatkan bukti-bukti keterangannya kepada Reformata.

Sementara itu secara terpisah, pelaku ketika dihubungi lewat telepon selulernya, Senin petang (08/05/2017), mengakui bahwa kasus penelantaran keluarganya itu sudah tidak ada masalah dan menolak mengomentari laporan yang sudah diproses secara hukum, kendati dirinya menurut keterangan korban Cici sudah tidak mau berhubungan lagi. TU juga menolak berkomentar terlalu jauh dengan alasan kasus tersebut bukanlah konsumsi publik.

"Gak, gak ada. Gak, sudah selesai persoalan itu. Ini masalah keluarga bukan untuk konsumsi publik," tegas pelaku dengan nada penasaran ingin mengetahui Reformata dapat informasinya dari sumber mana.                       

Masyarakat Indonesia hingga saat ini mengenal dua jenis pernikahan, yakni pernikahan secara agama maupun pengakuan pernikahan dari Negara. Alkitab sendiri mengatur seorang agar suami berlaku lemah lembut terhadap istrinya dan mengasihi anak-anaknya (Kolose 3:19 & 21).

Komentar

Top