Dana Pembangunan Patung Yesus Di Papua Lebih Baik Untuk Sejahterakan Masyarakat Sekitar

Author : Ronald | Fri, 19 May 2017 - 18:01 | View : 150

Reformata.com, Jakarta- Wacana pembangunan Patung Yesus di Papua yang ditaksir akan menghabiskan dana hingga 500 milyar rupiah dinilai sebagai sebuah langkah yang tidak tepat sasaran. Di sisi lain, masih banyak masyarakat Papua yang hidup prasejahtera, sehingga perlu mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah, khususnya pemerintah Provinsi Papua. Pandangan ini datang dari pendiri Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA) Dr. John Palinggi. John mengatakan pemerintah Papua seharusnya bisa mengalokasikan dana sebesar itu untuk keperluan lain yang lebih mendasar, seperti kesejahteraan masyarakat.

“Saya kira kalau sampe 500 milyar, 15 milyar saja sudah besar kok. Saya (melihat), selebihnya 485 (milyar) kasihlah orang Papua. Itu namanya menghambur-hamburkan uang,” kata John Palinggi ketika ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Kamis petang (18/5/2017).

Lebih lanjut pria yang aktif di sejumlah forum dialog lintas agama ini juga berpandangan bahwa dana pembangunan patung Yesus di Papua juga tidak akan memberikan pengaruh besar, sebagai simbol keimanan Kristen.

“Karena esensi keimanan bukan terdiri dari patung, tetapi perubahan sikap untuk berubah ke arah yang lebih baik. Itu esensi iman. Bagaimana merubah orang? Yakinkan bahwa mereka cukup makan,” imbuhnya.

Pembangunan patung Yesus di Papua digadang-gadang akan menjadi ikon Kristus tertinggi di dunia. Dengan tinggi 50 meter dan berdiri diatas alas setinggi 100 meter, keberadaan patung Yesus di Papua akan melampaui ketinggian patung “Yesus Penebus” di Rio de Janeiro, Brazil. Pembangunan patung rencananya akan dilaksanakan di atas lahan seluas 6 hektar, di Puncak Gunung Swajah, Kampung Kayu Batu, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura.  *Ronald

Komentar

Top