Sikapi Teror Bom Kampung Melayu, GMKI Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Terorisme

Author : Ronald | Fri, 26 May 2017 - 14:26 | View : 173

Reformata.com, Jakarta- Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) angkat bicara soal peristiwa teror bom yang mengguncang wilayah Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Rabu malam (24/5/2017). Dalam sebuah siaran pers tertanggal 25 Mei 2017, Gerakan Mahasiswa Kristen tertua di Indonesia ini menyampaikan dukacita yang mendalam atas peristiwa yang merenggut korban jiwa tersebut. PP GMKI juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak takut dan bersatu menghadapi gerakan terorisme dan radikalisme yang selama ini menjadi ancaman bagi persatuan dan perdamaian bangsa Indonesia.

Pada siaran pers yang mencantumkan nama Ketua Umum PP GMKI, Sahat Marthin Philip Sinurat, dan Sekretaris Umum PP GMKI ,Alan Christian Singkali, itu, Gerakan Mahasiswa Kristen itu turut mendesak agar pihak pemerintah seperti Kepolisian, BIN (Badan Intelejen Negara) serta BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) untuk bertindak cepat dan terukur dalam mengidentifikasi pelaku teror di Kampung Melayu, sebagai upaya agar tindakan serupa tidak meluas ke daerah-daerah lain di Indonesia. Berikut pernyataan lengkap dari PP GMKI terkait teror bom di Kampung Melayu, yang diterima redaksi Reformata pada Kamis sore (25/5/2017):

 

Bangsa Indonesia Harus Bersatu Melawan Gerakan Terorisme dan Radikalisme

 

Hari Rabu malam, 24 Mei 2017, kedamaian bangsa kita kembali diganggu dengan bom bunuh diri yang terjadi di Kampung Melayu, Jakarta. Tindakan terorisme tersebut telah menelan beberapa korban jiwa dan belasan korban luka berat dan ringan. Namun lebih daripada itu, peristiwa ini telah melukai perasaan jutaan rakyat di seluruh Indonesia.

Teror brutal terjadi beberapa hari sebelum bulan puasa umat Islam dan sehari sebelum hari kenaikan Yesus Kristus. Hal ini menunjukkan tindakan terorisme merugikan semua pihak dan tidak merepresentasikan karakter bangsa Indonesia. Apalagi semua agama tidak membenarkan tindakan kekerasan yang bahkan sampai merenggut nyawa manusia. Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus bersatu melawan gerakan terorisme dan radikalisme yang mengorbankan anak-anak bangsa kita.

 

Maka, melihat kondisi ini, Pengurus Pusat GMKI menyampaikan:

1. Menyampaikan turut berdukacita yang mendalam kepada para korban dan keluarga korban yang beberapa di antaranya adalah anggota kepolisian RI. Kami menyesalkan dan mengecam keras kelompok ataupun oknum-oknum yang menyebabkan terjadinya tindakan terorisme yang sangat tidak manusiawi ini.

2. Menyayangkan Badan Intelijen Negara (BIN) yang tidak mengantisipasi kejadian tersebut, dan kami meminta pemerintah, POLRI, BIN, dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melakukan tindakan yang cepat, berani, dan terukur untuk mengidentifikasi jaringan pelaku terorisme agar tindakan teror ini tidak meluas ke daerah lainnya di Indonesia.

3. Mengajak para pemuda, para pemimpin agama, dan semua lapisan masyarakat untuk tidak takut dan bersatu menghadapi gerakan terorisme dan radikalisme yang sangat jelas merusak persatuan dan perdamaian bangsa Indonesia. Mari kita bahu-membahu membangun kembali bangsa Indonesia yang dikenal guyub, damai, dan toleran.

4. Menghimbau untuk semua lapisan masyarakat agar tidak memviralkan foto atau video korban, untuk menghormati korban dan keluarganya serta tidak turut memperluas tujuan teror tersebut.

5. Meminta pemerintah, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, pimpinan militer dan kepolisian, serta semua elit politik, agar tidak mengeluarkan pernyataan atau ujaran yang meyinggung SARA dan dapat disalahartikan, serta menyebabkan kegaduhan di tengah masyarakat. Pemerintah harus bertindak tegas terhadap berbagai ujaran dan tindakan intoleran, baik yang dilakukan oleh oknum pemerintah ataupun masyarakat.

Seperti diketahui bersama dua buah ledakan mengguncang Kampung Melayu pada Rabu malam. Ledakan pertama terjadi pada pukul 21:00 WIB, disusul dengan ledakan kedua selang lima menit kemudian. Tercatat tiga orang anggota kepolisian meninggal dalam peristiwa keji tersebut, sementara itu 11 orang lainnya menderita luka-luka. *Ronald

Komentar

Top