Satintelter Pusterad Ajak Pewarta Jaga Persatuan Melalui Pemberitaan

Author : Redaksi | Wed, 14 June 2017 - 23:15 | View : 162
dansatintelter-edit.jpg
Dansatintelter Pusterad Kolonel Infanteri Andi Muhammad Ali (berdiri), ketika memberikan sambutan di acara buka puasa bersama antara anggota Sanintelter Pusterad dengan Wartawan di Cilangkap, Jakarta, Rabu petang (15/6/2017). Foto: Ronald

Reformata.com, Jakarta- Keutuhan bangsa dan Negara memiliki talian erat dengan persatuan dan kesatuan dari segenap elemen masyarakat yang ada di dalamnya. Di tengah situasi bangsa yang sedang dilanda pelbagai cobaan seperti saat ini maka diperlukan sebuah sinergi dari para pemangku kepentingan di dalam negeri, demi mewujudkan persatuan dan kesatuan tersebut. Upaya inilah yang coba diwujudkan oleh jajaran Satintelter (Satuan Intel Teritorial) Pusterad (Pusat Teritorial TNI Angkatan Darat), dengan mengajak awak para pewarta untuk berpartisipasi aktif mengisi masa kemerdekaan melalui pemberitaan yang aktual dan bersifat menumbuhkan rasa persatuan di tengah masyarakat.

“Seperti wartawan juga bisa Bela Negara, seperti yang saya sampaikan tadi di waktu pembukaan pelaksanaan silaturahmi ini. Sajikan berita yang aktual dan benar. Tentunya ada kode etik juga yang dimiliki oleh wartawan, jadi tidak bisa memberikan berita-berita sifatnya yang memprovokasi dan sebagainya,” ujar Komandan Satintelter Pusterad, Kolonel Infanteri Andi Muhammad Ali usai acara “Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Anggota Satintelter Pusterad dengan Wartawan”, yang diselenggarakan di Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu petang (14/6/2017).

Lebih lanjut Kolonel Andi mengatakan bahwa setiap komponen bangsa harus bisa mengambil peranan dalam rangka menjaga persatuan Republik Indonesia, sesuai dengan panggilan tugas maupun profesinya masing-masing.

“Jadi sesuai dengan tugasnya masing-masing. TNI sesuai dengan bidangnya dalam melaksanakan pertahanan, (Prajurit) TNI yang berada di Komando Kewilayahan melaksanakan pembinaan teritorial. Kemudian teman-teman kita dari pihak Kepolisian melaksanakan keamanan seusai dengan tugas dan fungsinya,” imbuh Andi.

Hal tersebut, Andi melanjutkan, juga dapat berlaku bagi setiap pemuka agama di Indonesia, di mana suasana Ramadhan seperti saat ini dapat menjadi momen untuk membangkitkan kembali kecintaan umat terhadap Tanah Airnya.

“Di tengah situasi bulan puasa seperti ini bapak-bapak kita, tokoh-tokoh kita, tokoh masyarakat dan tokoh agama akan memberikan ceramah bagaimana supaya kecintaan masyarakat Indonesia terhadap Tanah Air mereka lebih tumbuh, di tengah situasi maupun kondisi yang sekarang ini,” pungkas Kolonel Andi Muhammad Ali.

 *Ronald

Editor: Nick

Komentar

Top