Ramadhan Dan Potret Toleransi Dari UKI

Author : Ronald | Wed, 21 June 2017 - 03:17 | View : 258

Reformata.com, Jakarta- Kasih dapat diwujudnyatakan di dalam kehidupan sehari-hari melalui pelbagai cara. Salah satunya, dengan membuka hati dan menghargai setiap perbedaan yang memang sudah ada di antara kita. Potret toleransi seperti itulah yang muncul saat civitas academica Universitas Kristen Indonesia (UKI) berbagi kebersamaan di bulan Ramadhan dengan umat muslim yang tinggal berdekatan dengan lingkungan kampus mereka. Bertempat di Graha William Soeryadjaya, Kampus UKI Cawang, Jakarta Timur, pada Selasa petang (20/6/2017), momen kebersamaan tersebut dilangsungkan dalam wujud Buka Puasa Bersama, dengan mengangkat tema “Unity in Diversity” yang bermakna “Bersatu di Tengah Perbedaan”.

Rektor UKI Dr. Maruarar Siahaan dalam kata sambutannya mengatakan bahwa acara Buka Puasa Bersama tersebut merupakan yang ke-sekian kalinya diadakan oleh pihak UKI. Ia melanjutkan, melalui kegiatan Buka Puasa Bersama inilah pihak UKI ingin menunjukan kepedulian kepada para saudara mereka yang beragama Islam.

“Kepada rekan-rekan kita yang muslim dalam rangka menjalankan bulan puasa ini, kita (UKI) ingin menunjukan juga empati kita tentunya. Bahwa dalam menjalankan puasa pada saat bulan Ramadhan ini, merupakan suatu ibadah bagi rekan-rekan. Kita tentu saja mempunyai kewajiban untuk menghormati dan menghargai,” tutur mantan hakim Mahkamah Konstitusi, itu, di hadapan para tamu undangan yang terdiri dari unsur Kepolisian, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat setempat, awak media, serta karyawan kampus UKI yang beragama Islam.

Pada kesempatan itu Maruarar juga menyoroti fenomena kebangsaan yang terjadi akhir-akhir ini, dimana perbedaan seakan menjadi sekat pemisah di antara anak bangsa. Untuk itu ia kemudian mengajak seluruh anak bangsa agar dapat ambil bagian dalam upaya merekatkan persatuan Indonesia.

“Tentu saja upaya yang dilakukan secara nasional untuk kemudian bagaimana merekatkan bangsa adalah upaya yang harus bersama-sama kita lakukan. Dan, momentum seperti ini merupakan suatu momen yang mungkin tepat untuk juga melihat, bahwa kita sebagai satu bangsa adalah bagian yang sama-sama menghuni Tanah Air yang sama. Dan tentu saja di dalam kondisi seperti ini kita berbagi membangun bersama seluruh komponen bangsa, terlepas dari pada perbedaan-perbedaan yang ada,” imbuhnya.

Sementara itu tokoh agama setempat, Ustaz Haris, saat menyampaikan tausiyah di acara Buka Bersama tersebut menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh UKI. Ia juga bertutur tentang pentingnya peranan institusi pendidikan dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan serta mendukung pengamalan nilai agama.

“Bahkan baginda Nabi mengatakan, ‘Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan tidak disertai ilmunya, maka amalan itu ditolak tidak akan diterima’. Termasuk UKI di sini, mahasiswanya kan berbagai macam jurusan, tetapi kalau tidak memahami jurusan yang diambil kemudian dia ditempatkan sesuai dengan jurusannya gak (akan) diterima, kalau dia tidak menguasai ilmu tantangannya,” ujar Ustaz Haris.

Lebih jauh Ustaz Haris juga menyampaikan harapannya terkait hubungan silaturahmi yang telah dijalin oleh UKI bersama dengan umat muslim di sekitar.

“Mudah-mudahan kebersamaan kita pada sore hari ini, antara muslim dan nonmuslim dapat dijaga dengan sebaik-baiknya,” ujar Ustaz Haris.

 *Ronald

Editor: Nick

Komentar

Top