Ut Omnes Unum Sint, Bersatulah Kawanua

Author : Redaksi | Thu, 22 June 2017 - 14:13 | View : 124
Tags : Kawanua Manado Uos

Oleh: Yerry Tawalujan

Yohanes 17: 21 "supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku."

Beberapa waktu terakhir ini berita tentang Kawanua yang berseliweran di media sosial baik di WA group, FB bahkan surat kabar online hampir semua berisi ketegangan dan silang pendapat mengenai KKK. Bahkan ada yang saling menjelekkan sampai saling caci maki.

Tentu hal ini sangat disayangkan. Pemberitaan tentang Kawanua yang berselisih akan berdampak negatif buat Tou Kawanua sendiri.

Kalau kembali ke falsafah budaya Minahasa, ada petuah yang berbunyi "Ma esa-esaan dan Ma Leos-leosan", saling se-iya sekata dan saling  sayang-menyayangi. Akar budaya kita sebenarnya menghendaki persatuan. Bukan perpecahan. Tou Kawanua harus "Matombo tombolan dan Masawang sawangan", saling menopang dan saling menolong. Bukan saling menjatuhkan.

Harapan Kawanua bersatu sebenarnya ada di hati setiap Tou Minahasa di seluruh dunia. Karena kalau ditanya ke hati kecil, pasti kita lebih suka bersatu daripada berselisih dan terpecah. Kerukunan, hidup rukun jauh lebih baik daripada ketegangan dan perselisihan.

Niat baik dari kedua belah pihak Kerukunan Kawanua untuk bersatu perlu makin digaungkan. Pimpinan puncak dari ke dua KKK telah menyatakan siap bersatu. Proses ke arah persatuan dilakukan melalui mekanisme organisasi, yaitu melalui Musyawarah (MPA) Luar Biasa. Sebab melalui MPA Luar biasa, aspirasi dari grass root yaitu Roong, Taranak, Fungsional dan KKK Daerah yang adalah Stake Holder KKK terakomodasi. Terciptalah win-win solution. Keinginan dari atas tercapai dan suara arus bawah juga didengar.

Kepada pimpinan KKK dan Roong Taranak di ke dua belah pihak, pandanglah ke depan. Kedepan adalah Persatuan Kawanua. Bicarakan saja hal-hal yang menjadi Common Platform, Common Interest, hal-hal yang disepakati bersama untuk kepentingan bersama. Jangan lagi bicarakan masa lalu. Jangan bicarakan hal-hal yang bisa memperkeruh suasana. Berhenti berkata kami benar kalian salah. Jadilah bagian dari solusi. Solusinya adalah Kawanua Bersatu.

Untuk semua Tou Kawanua diseluruh dunia, mari kita menahan diri. Dengan menahan diri, hati tenang dan berpikir objektif, kita sedang membantu upaya-upaya persatuan Kawanua.

Dengan Kawanua bersatu, kita sedang menjawab doa Tuhan Yesus dalam Yohanes 17: 21 "Supaya mereka semua menjadi satu". Ut Omnes Unum Sint. Dengan bersatu, kita bukan hanya menyenangkan hati Tuhan tapi juga memberkati seluruh warga Kawanua, bangsa dan negara Indonesia.

Persatuan Kawanua adalah keharusan. Karena bukankah "Torang Samua Basudara"?

Pakatuan Wo Pakalawiren.

Penulis adalah hamba Tuhan yang juga aktif dalam aktifitas sosial-budaya terutama yang berkaitan dengan Sulawesi Utara.

Komentar

Top