Staf Ahli Kepresidenan: Hindari Membuat Status Provokatif

Author : Chandra | Thu, 27 July 2017 - 11:36 | View : 155
cerdas-menanggapi-informasi-di.jpg
Agus Eko Raharjo memberikan pembekalan materi ilmu Jurnalistik kepada mahasiswa baru Sekolah Tinggi Teologia (STT) IKAT

Reformata.com - Media sosial seperti Twitter, Instagram dan facebook adalah media yang sangat cepat dalam menyampaikan informasi atau berita dari belahan dunia, karena itu penting menyikapinya dengan cerdas.  

Agus Eko Raharjo, Staf Ahli Kepresidenan Bidang Komunikasi Politik mengatakan bagaimana peran media sosial yang sangat banyak mempengaruhi kehidupan masyarakat khususnya di Indonesia saat ini. Oleh Karena itu setiap individu dipaksa untuk cerdas dalam menggunakan tehnologi agar tidak disesatkan berita yang tidak benar atau berita HOAX.  Demikian dikatakan Agus saat mewakili Pewarta Nasrani dalam memberikan pembekalan materi ilmu Jurnalistik dalam acara Orientasi dan Pengenalan Kampus kepada mahasiswa baru Sekolah Tinggi Teologia (STT) IKAT bertempat, di Aula STT IKAT. Jl. Rempoa, Jakarta Selatan (25/7).

Lewat Smart Phone yang ada di genggaman kita, kita dapat mengakses apa saja dengan cepat. Oleh karena itu, masyarakat dipaksa untuk cerdas dalam menggunakan teknologi agar tidak disesatkan oleh berita- berita yang tidak benar,” ujarnya.

Terkait berita Hoax yang belakangan ini sering muncul melalui media sosial, ia mengajarkan bagaimana cara merespon informasi-informasi yang beredar di media sosial, baik dalam memberi komentar maupun membagikan tautan berita itu. Ia mengatakan jangan percaya begitu saja dengan suatu berita yang biasanya dibuat dengan judul yang begitu menarik.

Sebelum berkomentar atau men-share berita itu, sebaiknya kita saring atau check recheck dan cross check kebenarannya” tegas Dosen ilmu Komunikasi di (UMN) Universitas Media Nusantara itu.

Agus menambahkan, dalam memberikan komentar terhadap sebuah berita atau informasi itu, sebaiknya menggunakan Bahasa tulisan yang mencerahkan dan tidak provokatif, mengingat akan UU ITE yang dapat menjerat pengguna media sosial ke masalah Hukum.

Kita bisa berperan meluruskan berita bohong dan memberikan pencerahan kepada pengguna media sosial yang lain. Hindari membuat status yang provokatif dan kebenarannya diragukan” kata pria yang akrab dipanggil Jojo ini.

Ia juga mengatakan sosial media saat ini sangat rentan dengan kasus penipuan dan penculikan, Karena itu ia menyarankan para mahasiswa STT IKAT jangan menampilkan data-data diri yang lengkap di media sosial, dan jangan terlalu percaya dengan apa yang dilihat di media sosial sebelum melihat secara langsung.

*Chandra

Komentar

Top