Yayasaan Persekutuan Penginjilan Masirey (YPPM), Penginjilan bagi Suku-suku Terasing

Thu, 25 September 2008 - 13:57 | View : 4204
Yayasan Persekutuan Penginjilan Masirey (YPPM) adalah sebuah yayasan Kristen yang sudah cukup lama berdiri di Indonesia. Yayasan ini didirikan di Jayapura, Papua tahun 1982.

Pada awal pembentukannya, yayasan  ini hanya bergerak di bidang pekabaran Injil ke daerah-daerah yang belum mengenal Injil, khususnya menangani suku-suku “terasing” di  Papua. Terasing dalam arti suku-suku atau kampung-kampung yang belum mengenal pemerintah dan masyarakat lain. Mereka bahkan orang-orang yang hidupnya semi nomaden (berpindah-pindah).

Seiring berjalannya waktu, yayasan ini kini tak hanya berkutat dengan suku-suku semi nomaden, tetapi sudah merambah ke penanganan bidang lain, antara lain pembinaan anak-anak jalanan, perawatan orang-orang penderita HIV/AIDS, dan bimbingan terhadap anak-anak yang kena narkoba.

Hal itu disebabkan jumlah anak-anak jalanan,  terinfeksi HIV/AIDS, dan narkoba makin banyak yang harus ditolong. Hingga kini, penyandang HIV/AIDS yang tengah ditangani yayasan ini berjumlah kurang lebih 60-an orang. Sebagian dari mereka sudah mendapat layanan medis dengan cara suntikan atau pengobatan HRV, sementara sebagian besar lainnya terpaksa harus menunggu dalam waktu mengingat tim medis dan pengadaan obat-obatan sangat terbatas.

Yang menarik bahwa dalam memberikan bimbingan, anak-anak yang mau dibimbing tak dikumpulkan dalam satu rumah tetap karena memang tak ada rumah khusus buat mereka untuk dibimbing dan dirawat secara penuh. Semuanya dilakukan dengan cara bermain dengan waktu. Artinya, ketika hendak mengadakan pertemuan maka selalu didahului dengan membuat janji, juga penentuan bersama mengenai tempat pertemuan berikutnya dilaksanakan.  Meski begitu, berkat pelayanan tulus dan sabar para hamba Tuhan sampai kini, anak-anak yang sudah sembuh hasil dari bimbingan yayasan ini tak terkira jumlahnya.

Banyaknya anak yang menjadi sembuh tak terlepas dari penerapan strategi dalam melakukan pola pelayanan. Para pelayan yang wajib menjalankan tugas setiap hari kurang lebih berjumlah empat belas orang. Di samping itu, ada lagi tim relawan tiap hari kurang lebih dua puluh sampai tiga puluh orang. Relawan itu terdiri dari latar belakang profesi yang berbeda: guru, dokter, PNS, suster. Rata-rata mereka terjun ke pembinaan dan perawatan anak-anak sifatnya part time.

Strategi kedua, adalah dengan meminta bantuan orang-orang yang sudah sembuh dari hasil pembinaan dan perawatan di yayasan ini diminta untuk kembali bekerja di tempat yang sama. Upaya ini dimaksudkan agar teman-teman lainnya  yang masih harus butuh perawatan bisa mendengar langsung kesaksian seorang anak tadi. Sebab itu, diupayakan juga selalu ada kaderisasi yang tadinya sempat menjadi “korban” untuk memenuhi strategi tadi.

Semua anak yang diasuh di YPPM ini berasal dari lintas golongan atau agama. Sebab itu, anak-anak diberi kesempatan untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing. Namun, diakui cukup banyak juga anak-anak yang berkeyakinan lain tetapi mengikuti tata cara kebaktian Kristen.

Sejak tahun 1982 hingga 2005, baru YPPM yang menerima donatur dari luar negeri, yaitu Australia. Dan beberapa bulan lalu mendapat bantuan dari Kedutaan Besar Swiss yang ada di Indonesia.

 

Beberapa kendala

Meski dibantu pihak luar, dana yang dibutuhkan untuk YPPM tetap mengalami kendala sangat besar. Sejalan dengan itu, fasilitas sarana dan prasarana dari pemerintah terlalu sedikit. Keterbatasan jumlah tenaga ahli juga menjadi salah satu kendala besar.

Upaya untuk membuka cabang YPPM di Jakarta masih harus menunggu waktu. “Masih terlalu banyak hal yang harus dipersiapkan supaya YPPM ada di Jakarta ini,” kata Joel Wanda kepada reformata di rumahnya, Jumat, 19 September 2008 lalu.

Joel yang sudah cukup lama menjadi ketua cabang YPPM di Jakarta belum bisa berbuat banyak. “Kendala paling utama adalah dana, diikuti keterbatasan tenaga kerja,” jelas kelahiran Jayapura, 16 Mei 1974  ini. Sebab itu, staf anggota DPR RI ini untuk sementara menjalankan tugas sebagai perpanjangan tangan dari YPPM pusat bilamana mereka berurusan dengan pemerintah pusat. ? Stevie Agas.

Komentar

Top