GIMANA SIH MENGATASI INSOMIA?

Author : dr Stephanie Pangau | Tue, 5 May 2015 - 14:33 | View : 979
insomia.jpg

Dok Steph, sudah 2 bulan belakangan ini saya sulit sekali tidur, paling hanya tidur 2 – 3 jam setiap hari dan ini mengakibatkan saya sering merasa loyo, rasa oleng kalau berjalan, pusing, uring – uringan, sulit konsentrasi dan cepat marah, hal ini saya perhatikan terjadi sejak pekerjaan kantor yang menumpuk belum selesai-selesai,suami yang barusan PHK (Putus Hubungan kerja dengan kantornya ) sehingga bawaannya mudah marah-marah dirumah, kontrakan rumah yang sudah hampir selesai, Ini semua bisa membuat saya rasanya  seperti mau gila dok, nggak kuat .
Suami dan saya sudah menikah selama 8 tahun, sudah dikaruniai 2 orang anak, yang pertama berusia 7 tahun dan punya kelainan jantung sejak lahir dan adiknya baru berumur 3 tahun,  sehat. Suami saya berusia 34 tahun  sedangkan saya berusia 30 tahun saat ini. Pertanyaan saya:
1. Dok apa sih penyakit insomnia itu ? Saya takut kalau saya              terkena insomnia.
2. Apa penyebab insomnia ?
3. Apa gejala-gejalanya?
4. Apakah semua orang harus tidur 8 jam per hari baru dikatakan            tidur yang normal ?
5. Bagaimana mengatasi insomnia dok ?
    Atas perhatian dan jawaban dokter, saya ucapkan terima kasih.

Salam saya,
Ny.Meliana
Di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Yang terhormat Ibu Meliana di Kebon Jeruk, dengan melihat gejala-gejala yang anda alami sebaiknya secepatnya ibu mencari pertolongan kepada ahlinya, mungkin ibu bisa berkonsultasi dulu kepada seorang psikolog atau kepada seorang dokter yang mengerti masalah seperti ini .
1. Insomnia, didefinisikan sebagai kebiasaan terjaga, kesulitan tidur yang berlangsung dari malam ke malam yang sering terasa seolah olah tidak akan berakhir. Tetapi gangguan atau kesulitan tidur ini biasanya berlangsung secara bertahap, yaitu misalnya pada mulanya seseorang tertidur setelah satu – dua jam lamanya dia berbaring padahal biasanya dia bisa langsung tertidur hanya kurang dari setengah jam setelah berbaring ditempat tidurnya ).
2. Insomnia, dapat disebabkan terutama oleh gangguan stress,konflik, kecemasan dan depresi seperti yang anda alami. Selain itu hampir semua gangguan atau penyakit fisik yang berat mengakibatkan insomnia, begitu juga gangguan psikis dapat menyebabkan insomnia.
3. Gejala-gejala insomnia :
- Oleh karena kurang tidur,seseorang akan merasa kurang dapat bekerja dengan benar,
- Cepat marah
- Sakit kepala
- Sulit berkonsentrasi
- Merasa letih dan lesu
Mudah terganggu oleh suara-suara bising dan gangguan lain. Bahkan pada kasus-kasus insomnia yang lebih parah ,misalnya kekurangan tidur sampai sekitar 60 jam lamanya, bisa terlihat hal-hal khusus sebagai berikut :
- Panca indera mulai tidak berfungsi dengan baik. Suara-suara seolah-olah terdengar berkumandang, atau suara deritan terdengar seperti jeritan keras. Gelap dan terang membingungkan dan khayalan-khayalan  mulai menakutkan dirinya. Bentuk-bentuk aneh dengan ukurannya yang aneh juga terlihat membayanginya, padahal sebenarnya bentuk-bentuk tersebut adalah orang atau barang-barang disekelilingnya.
- Bisa juga dia merasa terpisah dan tidak nyata, bahkan mempunyai perasaan seolah-olah berada diluar tubuhnya, seolah-olah pikirannya berjalan sendiri atau dia merasa berputar-putar seperti orang mabuk.
- Sering juga dia bisa berpikir bahwa orang-orang disekitarnya memusuhinya dan dia akan berusaha mempertahankan dirinya.
- Bahkan dia bisa tidak mengenali lagi siang dan malam dan juga tidak lagi mengenali wajah-wajah orang yang sebenarnya dikenalnya. Kejadian seperti ini seolah-olah mimpi buruk, padahal dia belum tidur, bahkan setelah beberapa hari tidur secara normal, bayangan-bayangan itu mungkin masih muncul dan baru hilang setelah berminnggu-minggu kemudian.
4. Perlu kita ketahui bahwa dari penelitian, umumnya orang dewasa membutuhkan 7 sampai 9 jam untuk tidur (rata-ratanya 8 jam). Namun untuk hal ini tidak ada aturan yang baku sebab cukup dan nikmatnya tidur seseorang juga tergantung kualitas tidur dan temperamen tertentu serta factor-faktor lain dari orang tsb. Perlu diketahui juga tentang hubungan yang penting antara tidur dan umur, secara umum dapat dikatakan bahwa seorang bayi yang baru berumur 2 bulanan membutuhkan waktu tidur sebanyak 18 jam sehari, anak 3 tahun butuh 13 jam sehari, orang dewasa 25 tahun keatas butuh 8 jam sehari dan mereka yang berusia 70 tahun keatas butuh  waktu hanya 5 jam seharinya. Perbedaan itu menunjukkan bahwa perkembangan tubuh seorang manusia dari waktu ke waktupun membutuhkan jumlah jam tidur yang berlainan.
5. Untuk dapat mengatasi insomnia secara tepat kita harus mengadakan penelaahan sistematis terhadap penyebabnya, sehingga insomnia diatasi sesuai penyebabnya. Yang jelas perlu diketahui bahwa tidak ada jaminan keberhasilan dalam menjalankan cara mengatasi insomnia secara medis saja. Apalagi dengan mempelajari bahwa factor terbesar yang mungkin melatar belakangi penderita insomnia adalah hal kekhawatirannya, Ketakutan , rasa bersalah, depresi dan lain-lain. Kenyataan mengungkapkan ada hubungan langsung antara kesehatan rohani dan kesehatan jasmani. Dari hasil pemantauan saya dalam praktek sehari-hari, saya melihat bahwa orang-orang yang mempunyai persekutuan yang baik dengan Tuhan, yang kehidupan rohaninya berakar dalam Tuhan, dapat menikmati kesehatan jasmani termsuk tidur nyenyaknya yang jauh lebih baik.
Akhirnya kita dapat melihat bagaimana resep iman dapat diterapkan pada penderita insomnia dengan berbagai penyebabnya secara khusus dengan penyebab-penyebab gangguan psikis.Demikianlah ibu Meliana jawaban kami kiranya dapat menjadi berkat. Tuhan Memberkati.

Salam Hormat kami,
Dr.Stephanie Pangau MPH.
Di Jakarta.

Komentar

Top