CLOSE
REFORMATA.COM
YouTube Facebook Twitter RSS

Suluh

Firman Tuhan, Dasar Pelayanan

Thursday, 04 Februari 2010 | View : 3822

Hans Wuysang, Direktur Pancar Pijar Alkitab

PERTUMBUHAN seseorang  banyak dipengaruhi oleh lingkungan di mana dia berada. Gereja Tuhan memiliki tanggung jawab besar dalam menolong pertumbuhan rohani seseorang. Hal ini dialami oleh Hans Wuysang. Kamp penginjilan kaum muda yang digelar gereja, menjadi momen awal Hans menyadari diri sebagai pribadi yang telah ditebus. Kesadaran ini mendorong Hans menyerahkan diri secara pribadi dan sungguh-sungguh serta merasa terpanggil menjadi hamba Tuhan. Padahal saat itu dia masih duduk di kelas 1 SMP. Keyakinan ini disampaikan Hans kepada keluarga. Namun saat itu  keluarga tidak terlalu antusias, malah berkata bahwa Hans sebagai anak muda yang se-dang berkobar dengan se-mangat sesaat, dan pasti akan lupa dengan keinginan tersebut.
Namun ternyata, perkiraan keluarga itu jauh berbeda dengan yang dialami Hans.
 
Awal kegagalan meniti panggilan
Sampai lulus dari SMA, keinginan untuk menjadi hamba Tuhan tetap kuat bercokol di hati dan jiwa pria kelahiran Plaju, Sumatera Selatan, 24 Juni 1962 ini. Namun ketika dia me-nyatakan tekad untuk melan-jutkan pendidikan ke sekolah teologi, sebagaimana cita-citanya sejak SMP, keluarga menyatakan ketidak-setujuan mereka.
 Hans akhirnya melanjutkan studi ke Fakultas Teknik Universitas Indonesia, demi mengabulkan keingi-nan orang tua. Harapan untuk menghadiahkan gelar sarjana (insi-nyur) kepada orang tua, menjadi motivasi Hans melakukan hal ini. Di tahun ke-4 perkuliahan, Hans mengalami perubahan yang tidak dapat dipahami. Hans tidak dapat fokus mengikuti seluruh perkulia-han. Kondisi ini menyebabkan suami dari Suprapti Sekarmadidjaja ini, memikirkan ulang tujuan dan panggilan hidupnya. 
Inilah titik awal Hans kembali mengingat kerinduan awalnya akan panggilan sebagai hamba Tuhan. Maka pada 1984 Hans me-lanjutkan studi ke Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) Malang, Jawa Timur, dan menyelesaikan-nya pada 1990, dengan mendapat gelar sarjana theologi. Masa-masa pendidikan dengan pengaruh dosen yang mendidiknya, meng-hantar Hans, sebagai pribadi yang menyenangi sejarah Perjanjian Lama, dan Biblika.


Dia mendapat kesempatan melayani sebagai pembina pe-muda di Gereja Kristen Abdiel Gloria, Surabaya, sejak 1989-1994. Di sini pula ayah dari Hanny dan Sophia ini menemukan keunggulan dalam dirinya untuk konsen dalam pembinaan-pembinaan. Hans juga membuat renungan bagi jemaat. Fokusnya terhadap sejarah Perjan-jian Lama, dan Biblika, memper-mudahkan dirinya untuk berbagi dalam hal ini. 
Sang istri yang mensupport pe-nuh pelayanan, dengan latar belakang yang sama, sungguh-sungguh dirasakan Hans sebagai penolong yang memberi perkem-bangan tersendiri bagi dirinya dan pelayanan.

Melayani Alkitab
Kesenangan dalam mengajar dan bidang pembinaan mendorong Hans terlibat sebagai dosen tetap di Sekolah Tinggi Teologi (STT) Cipanas, Jawa Barat, dari 1994-2003. Selain mengajar, Hans juga dipercaya menangani puket kemahasiswaan. Kesempatan ini mendorong Hans untuk terus memperlengkapi diri dalam pendidi-kan. Maka pada 1996-1998, Hans melanjutkan studi ke Trinity Thelogical College, Singapura dan mendapat gelar Master Theologi. Hans tetap menjadi dosen selain di STT Cipanas, dan juga menjadi dosen tamu di Sekolah Tinggi Teo-logi Bandung dan Sekolah Tinggi Theologi Amanat Agung.


Ketika ditanya tentang siapa di balik keberadaan Hans sehingga dia tetap dipercayakan untuk melayani, dia menjawab: “Kasih setia Tuhan yang mempercayakan saya pelayanan. Karena saya bukan orang hebat dan pintar, ada maha-siswa yang saya didik pun lebih pintar dari saya. Selain itu, duku-ngan dari istri saya dalam melayani dan bertukar pikiran”.
Pengabdian dan kemampuan yang dimiliki Hans, terus menghan-tarnya mengenal diri untuk lebih maksimal melayani Tuhan. Waktu dan kondisi akhirnya membawa Hans harus kembali ke Jakarta. Hingga akhirnya, Hans bergabung melalui pelayanan Persekutuan Pembaca Alkitab (PPA), Jakarta di bagian penerbitan sejak 2003-2008. Kini dia dipercaya sebagai direktur Pancar Pijar Alkitab/PPA. Walaupun demikian, Hans tetap aktif sebagai penulis dan editor, serta mengerjakan tanggung jawab besar untuk pengemba-ngan PPA, mengadakan pembi-naan-pembinaan ke wilayah-wilayah pelayanan PPA. 
Dalam kesibukan, Hans selalu merasakan kebahagiaan terutama dengan keberadaan keluarga. “Istri yang mengerti dan anak- anak yang mengerti, serta kini ikut terlibat melayani. Berdoa malam bersama, Sharing, makan malam bersama, di tengah-tengah kesibu-kan setiap hari. Tetap ada keber-samaan untuk menikmati kesuka-citaan keluarga,” ungkap Hans sambil tersenyum. 
Sebagai sosok yang melayani Alkitab dan sebagai Hamba Tuhan, Hans mengurai pengamatannya: “Ada Hamba Tuhan yang menya-dari kebutuhan mereka untuk diisi dengan firman Tuhan. Ada yang enggan melayani dengan basis firman Tuhan. Ada yang berkharis-ma, tapi isinya tidak setia kepada Firman Tuhan. Ada yang berlatar belakang tidak percaya Alkitab sebagai firman Tuhan, sehingga firman Tuhan hanya sebagai hiasan. Hanya ide, tapi bukan khotbah Alkitab”.


Hal-hal ini mendorong Hans ber-pesan kepada seluruh rekan-rekannya sesama hamba Tuhan: “Kita sama-sama melayani Tuhan. Dasar pelayanan adalah firman Tuhan. Maka firman Tuhan harus menjadi dasar, isi pengajaran, penggembalaan kita”. Kepada setiap pribadi, Hans mengingatkan betapa pentingnya menjaga saat teduh. Akhir kata dia menekankan kepada gereja agar terfokus pada firman Tuhan. Lidya
 

See Also

Saut Sitompul Menjadi Motivator, Menemukan Nilai Spiritual
Pdt. STP Siahaan: Sabar Dan Tekun Menunggu Mahkota
Membantu Sesama Manusia Menghadapi Bencana Alam
Pdt. Petrus Octavianus, Pelopor Gerakan Kebangunan Rohani Di Indonesia
Akreditasi Perlu Agar Sekolah Teologia Mengupayakan Mutu
Mengembangkan Pelayanan Holistik
Merawat Bumi, Menggapai Sorga
Ir. Tjandra Tedja, MSc Memadu Ayat Emas, Berbisnis Dan Melayani
Integritas Dibangunmelalui Pendidikan Karakter
Magdalena Sitorus, Menulis Sebagai Terapi Mengatasi Kesedihan
Melatih Kecerdasan Umat, Membagun Bangsa
Membangunkan Komunikasi Kristen Di Indonesia
Revitalisasi Pelayanan Holistik Dalam HKBP
Memberdayakan Kaum Disabilitas
Melestarikan Sasando
Anak Jalanan Berarti Dan Mulia Dihadapan Tuhan
Hadirkan Kristus Di Masjid
Henk Venema, CINTA UNTUK PAPUA
jQuery Slider

Comments

Arsip :2014201320122011201020092008
Mata Hati
revolusi-mental.jpg
Istilah revolusi mental, kini lagi populer-populernya di Republik tercinta. Kata yang akrab dengan presiden terpilih Jokowi. Seperti apa pelaksanaannya, tentu ..
Konsultasi Teologi
alkitab--kontradiksi.jpg
Shalom pak Pdt. Bigman Sirait.Dalam Injil Matius 5:17 dikatakan “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para ..
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2014 Tabloid Reformata. All rights reserved . Visit: 18.023.978 Since: 14.11.05
Online Support :