CLOSE
REFORMATA.COM
YouTube Facebook Twitter RSS

Kawula Muda

Kini Anak Muda Gemar Pakai Batik

Monday, 08 Maret 2010 | View : 3409
KESADARAN untuk dapat  melestarikan warisan budaya  Indonesia, sudah sepatut-nya menjadi pola hidup dari setiap masyarakat Indonesia. Jika dapat diterapkan sejak dini, dan secara konsisten dalam keseharian, maka akan meningkatkan kesadaran akan kekayaan budaya dan kecintaan akan budaya Indonesia. Pada 2 Oktober 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meng-imbau masyarakat gemar menge-nakan batik, setelah UNESCO me-mutuskan bahwa batik merupakan warisan budaya Indonesia.
Sejak adanya himbauan di atas, maka seluruh masyarakat Indonesia menjadikan batik sebagai pakaian wajib yang melengkapi busana kantor, pertemuan-pertemuan khu-sus, hingga ke acara-acara pesta. Kesempatan ini pun dapat diterima dan menjadi trend di kalangan anak muda. Jika dulu batik hanya dikhususkan bagi mereka yang berbudaya khusus, seperti Solo, Jogya, Madura, Pekalongan, Tasik Malaya, Cirebon, tapi kali ini menjadi milik semua orang dan kalangan.  

Batik dapat ditemukan dengan mudah, di berbagai gerai yang terse-bar di mal-mal, pameran, bahkan di pasar-pasar tradisional. Mulai dari yang harganya mahal hingga harga murah yang mudah dijangkau. Kali ini sudah ada begitu banyak motif, dan model yang beranekaragam yang dapat menyentuh setiap kalangan.  
Salah satu perancang yang melihat kesem-patan ini, untuk dapat melekatkannya pada kehidupan kawula muda, dialah Edward Hutabarat. Edo meng-hadirkan gaun sutra sifon panjang berlipit, baju katun bergaris A warna cerah bercorak hokokai, gaun semiresmi, dan jaket panjang. Semua diran-cang dengan sentuhan serta detail khas karyanya, dipadu padan dengan motif bergaris, kotak-kotak, serta bahan denim sebagai aksen yang mempermanis penam-pilan pemakainya. “Sekali lagi, sasaran saya orang muda yang merupakan teman, sahabat, dan sumber inspirasi saya dalam berkarya,” ujarnya, senang melalui tempo interaktif.  

Jika Edo sebagai perancang dapat melihat kesempatan ini. Bagaimana dengan anak muda yang kini mengenakan batik? Sinta, pemudi berusia 28 tahun, salah satu karyawan di sebuah pe-rusahan menjadikan batik sebagai busana kantornya pada setiap hari Jumat. Selain meresponi seruan Presiden. Sinta berkomentar, “Batik kini bukan hanya milik orang tua. Saya senang memakainya, apalagi dengan banyak model bagi anak muda yang pas untuk digunakan. Terkesan resmi namun juga santai, menarik, dan anggun jika dipakai,” kata Sinta dengan riangnya.  
Hal senada disampaikan Hera, “Saya malah ingin mengoleksi berbagai jenis motif pakaian batik. Banyak model menarik, dengan harga murah. Pas dengan kondisi iklim tropis kita. Nyaman untuk dipakai ke mana saja,” tutur dara yang mengaku ingin tampil di acara televisi “Take Me Out Indonesia” ini. Dia melanjutkan, apabila tampil di acara yang dipandu Choky Sito-hang itu, dirinya pasti mengenakan baju batik.

Batik menjadi trend budaya yang mampu menghinggapi kehidupan anak muda. Ternyata budaya akan tetap menjadi kebanggan dan ke-cintaan, ketika dipelihara dan terus dikembangkan. Untuk menyatukan ini sebagai pola hidup, maka budaya harus dipolesi dengan kemajuan jaman serta nilai seni yang tinggi. Anak muda, titik tombak kemajuan budaya dan pecinta kebudayaan. Harapan ini muncul, dengan meles-tarikan batik sebagai warisan budaya bangsa.Lidya

See Also

Comments

Arsip :2014201320122011201020092008
Mata Hati
revolusi-mental.jpg
Istilah revolusi mental, kini lagi populer-populernya di Republik tercinta. Kata yang akrab dengan presiden terpilih Jokowi. Seperti apa pelaksanaannya, tentu ..
Konsultasi Teologi
alkitab--kontradiksi.jpg
Shalom pak Pdt. Bigman Sirait.Dalam Injil Matius 5:17 dikatakan “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para ..
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2014 Tabloid Reformata. All rights reserved . Visit: 17.783.927 Since: 14.11.05
Online Support :