DIPHK SECARA SEPIHAK, APAKAH BERHAK MENUNTUT

Author : Dr An An Sylviana | Wed, 1 July 2015 - 16:55 | View : 955
phk.jpg

Bp. Pengasuh yang terhormat,

Saya seorang Ahli Keuangan dan direkrut oleh sebuah perusahaan sebagai Karyawan Kontrak. Untuk itu saya menandatangani Perjanjian Kerja yang dibuat untuk waktu tertentu yaitu dari awal bulan Febuari tahun 2015 sampai dengan akhir Januari 2016. Namun oleh karena unsur like & dislike dari pimpinan perusahaan, maka perusahaan memberhentikan saya secara sepihak pada bulan Maret 2015 (3 bulan kerja) tanpa saya mendapat ganti rugi apapun. Apakah saya berhak menuntut ganti rugi atas diputuskannya secara sepihak Kontrak Kerja dimaksud.

Terima kasih
Hendra – Jakarta

Sdr. Hendra yang terkasih,

Berdasar ketentuan pasal 56 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Perjanjian kerja dibuat untuk waktu tertentu atau untuk waktu tidak tertentu. Perjanjian kerja untuk waktu tertentu didasarkan atas : jangka waktu atau selesainya suatu pekerjaan tertentu dan jenis pekerjaan yang dapat dilakukan oleh karyawan tersebut.
Dalam pasal 59 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan ditentukan bahwa perjanjian kerja untuk waktu tertentu hanya dapat dibuat untuk pekerjaan tertentu yang menurut jenis dan sifat atau kegiatan pekerjaannya akan selesai dalam waktu tertentu yaitu : a.) pekerjaan yang sekali selesai atau yang sementara sifatnya, b.) pekerjaan yang diperkirakan penyelesaiannya dalam waktu yang tidak terlalu lama dan paling lama 3 (tiga) tahun, c.) pekerjaan yang bersifat musiman atau pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru, atau d.)  produk tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan. Perjanjian Kerja untuk waktu tertentu tidak dapat diadakan untuk pekerjaan yang besifat tetap. Perlu diketahui bahwa berdasarkan pasal 58 ayat 1 dan 2 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan ditentukan bahwa (1) Perjanjian kerja untuk waktu tertentu tidak dapat mensyaratkan adanya masa percobaan kerja. (2) Dalam hal disyaratkan masa percobaan kerja dalam perjanjian kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), masa percobaan kerja yang disyaratkan batal demi hukum. Dengan demikian dalam Perjanjian Kerja waktu tertentu tidak dapat mensyaratkan adanya masa percobaan kerja 3 (tiga) bulan.
Selanjutnya didalam ketentuan pasal 62 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan ditentukan bahwa: apabila salah satu pihak mengakhiri hubungan kerja sebelum berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam perjanjian kerja waktu tertentu, atau berakhirnya hubungan kerja bukan karena ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 ayat (1), pihak yang mengakhiri hubungan kerja diwajibkan membayar ganti rugi kepada pihak lainnya sebesar upah pekerja/buruh sampai batas waktu berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja. Dan didalam ketentuan pasal 61 ayat 1 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan ditentukan bahwa: Perjanjian kerja berakhir apabila : a. pekerja meninggal dunia, b. berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja, c. adanya putusan pengadilan dan/atau putusan atau penetapan lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap atau d. adanya  keadaan atau kejadian tertentu yang dicantumkan dalam perjanjian kerja peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama yang dapat menyebabkan berakhirnya hubungan kerja.
Berdasarkan ketentuan-ketentuan hukum diatas, khususnya ketentuan pasal 62, saudara berhak untuk menerima ganti rugi dari perusahaan sebesar upah saudara sampai batas waktu berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja. Dalam perjanjian kerja yang saudara tandatangani, disepakati perjanjian kerja adalah untuk waktu 1 (satu) tahun yaitu awal bulan Febuari tahun 2015 sampai dengan akhir Januari 2016, sedangkan pada waktu diputusnya perjanjian kerja saudara tersebut, saudara baru bekerja selama 3 (tiga) bulan. Dengan demikian saudara mempunyai hak untuk mendapat ganti rugi sejumlah upah perbulan dikalikan sisa waktu kerja.

Demikian penjelasan dari kami semoga bermanfaat.

Komentar

Top