Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Peluang

Yohanes Fritz Welang, Pelatih Anjing, Bangkit Di Bawah Tekanan

Posted : 01 Februari 2011
pelatih-anjing.jpg
Reformata.com - TAHUN 2000 ia bekerja di  media. Situasi krisis pada  saat itu membuat ia berhenti. Dua tahun setelah itu, pria bernama lengkap Yohanes Fritz Welang ini bekerja sambilan di aneka satwa sebagai perawat anjing. Kegiatannya menjadi perawat anjing berjalan dua tahun sampai pada tahun 2004, ia bekerja sebagai penjual pernak-pernik binatang serta perawat beraneka jenis bintang. Jadi ia tidak lagi menjadi perwat anjing saja melainkan perawat hewan peliaharaan lain sebperti kucing. Merasa pengetahuannya seputar binatang cukup matang, pada tahun 2005 Yohanes mencoba belajar menjadi pelatih anjing. Dalam pembelajaran ini ia belajar bagaimana melatih anjing mulai dari tahap pelatihan sederhana sampai yang paling rumit.
Tahun 2007 ia mulai melatih dan merawat anjing. Pada tahun ini juga ia mulai mandiri dan melakukan pekerjaan ini tanpa dibonceng oleh orang lain. Pada tahun yang sama juga ia menerima penitipan anjing yang sekaligus berfungsi sebagai pelatihan anjing juga. Sebagai pelatih anjing yang mandiri ia tidak hanya menerima penitipan dan pelatihan anjing di rumahnya. Ia juga dipanggil ke tempat penjualan binatang peliharaan untuk melatih dan merawat anjing yang ada di tempat penjualan binatang tersebut. Berbagai jenis anjing dapat ia latih, mulai dari Anjing Labrador, Golden, Herder, Boxer, dan berbagai jenisanjing lain dapat ia rawat dan ia latih.

Sejak tahun 2008 hingga saat ini, pekerjaan rutinnya tidak lagi terikat dengan toko hewan peliharaan melainkan menerima panggilan secara khusus. Hingga saat ini ia telah memiliki tiga puluh pelanggan yang memiliki hewan peliharaan untuk ia latih atau sekedar ia rawat. Perawatan ini sendiri memang terlihat sederhana, seperti memandikan dan memijat. Namun ini juga memerlukan ketelitian dan kesabaran, mengingat perlu dilakukan pendekatan terlebih dahulu terhadap anjing yang akan dirawat. Untuk itu diperlukan kelebihan khusus untuk dapat menjalankan profesi ini. Kelebihan khusus tersebut adalah rasa senang dan menyayangi binatang. Menurut pria kelahiran Jakarta 44 tahun yang lalu ini, anjing adalah hewan yang sensitif dan perasa, karena itu setiap pekerja yang ingin berhubungan dengan hewan yang satu ini harus melakukan pekerjaan ini  karena memang menyenangi binatang ini dari dalam hati.
Karena rasa sayangnya terhadap binatang itulah ia tidak terlalu membahas mengenai tarif tertentu. Baginya yang terpenting bukan tarif, melainkan rasa sepenuh hati merawat dan melatih anjing. Tampaknya ini justru menjadi sebuah nilai lebih yang dilihat oleh para pelanggannya yang memang beberapa kali meminta jasanya untuk merawat hewan peliharaan mereka. Ia tidak memikirkan terlebih dahulu berapa uang yang diberikan kepadanya, akan tetapi ia terlebih dahulu mengerjakan tugas dan tanggung jawab kepadanya dalam merawat hewan yang dipercayakan kepadanya. Ini membuat para pelanggannya senang berurusan dengan pria yang rutin beribadah di GPIB Gideon ini.

Untuk setiap satu ekor hewan yang ia latih biasanya ia memperoleh bayaran sekitar Rp 700 ribu. Proses pelatihan anjing memang bermacam-macam. Menurutnya inilah yang menjadi tantangan. Ada beberapa hewan yang memang sulit untuk dilatih. Beberapa hewan yang sulit mendapat pelatihan terkadang harus mendapat pelatihan selama tujuh bulan. Jadi dibutuhkan kesabaran penuh dalam pekerjaan ini. Namun yang menjadi nilai lebih adalah bahwa biasanya pengguna jasa ini akan tetap menjadi pelanggan dari satu orang pelatih yang ia percaya.

Tips dan Strategi
Menurut pria yang gemar tertawa lepas ini yang terpenting adalah rasa menyayangi binatang. Menurutnya dengan rasa ini, kita dengan sendirinya dapat menjadi seorang pelatih binatang. Rasa sayang ini menurutnya dapat menjadi pengikat emosional antara binatang yang ingin dilatih dengan si pelatih itu sendiri. Dengan ikatan emosional itu lah seekor binatang dapat menurut dengan apa yang diinstruksikan.
Selain itu diperlukan pendekatan khusus terlebih dahulu ketika akan melatih seeokor anjing. Kalau pendekatan itu agak sulit, bisa meminta bantuan pemilik anjing untuk memperkenalkan kita dengan binatang yang akan di latih. Perlu juga memperhatikan kondisi emosinal anjing, karena perlu dijaga kondisi psikis si anjing agar lebih mudah menangkap pesan yang akan disampaikan.
Setelah mengerti bagaimana menyatukan emosi dengan binatang, tentu diperlukan strategi untuk menjalankan bisnis ini. Menurutnya strategi yang paling awal ialakukan adalah dengan memberikan kepuasan kepada pelanggan pertamanya. Karena lewat pelanggan-pelanggan yang baru ini nantinya informasi tentang jasanya akan tersebar luas. Selain itu bagaimanapun sebuah bisnis memerlukan pengorbanan. Karena jasa seperti ini tergolong jarang, seorang penyedia jasa semacam ini harus bersedia merogoh kocek untuk memasang iklan mengenai usahanya tersebut. Iklan ini bisa disampaikan lewat surat kabar maupun internet. Ia pun menekankan bahwa siapapun tentu dapat melakukan pekerjaan semacam ini dengan rasa bangga jika dilakukan dengan sepenuh hati dan penuh tanggung jawab. Jadi tidak perlu malu dengan profesi ini, ujar Yohanes sambil tertawa. Jenda Munthe

86
38 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 2.185 sec | TOP
Online Support :
YouTube Facebook Twitter RSS
Powered by: Indocms.net