Rohaniawan Katolik, Franz Magnis-Suseno, berada dalam barisan para tokoh lintas agama yang kerap memberikan kritik keras atas kinerja pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
Namun, meski menilai SBY belum berhasil menyejahterakan rakyat Indonesia, dia menganggap pergolakan politik di Mesir dan Tunisia tidak akan menjalar ke tanah air.
"ada perbedaan yang sangat besar antara negara kita dengan Mesir. Di negeri kita ini sudah menganut sistem demokrasi. Kalau kita tidak sependapat dengan pemerintah, kita bisa menyalurkannya lewat unjuk rasa. Kalau situasi di Mesir, persis seperti situasi kita pada tahun 1998, harga-harga naik dan demokrasi tidak ada," jelasnya di kampus Universitas Negeri Jakarta, Rawamangan, Jakarta Timur (Jumat siang, 4/1).
Guru Besar Filsafat dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara menambahkan, bila kerisauan dan kegalauan yang dibeberkan para tokoh lintas agama ternyata tidak dirasakan rakyat, itu artinya kebusukan sudah merasuk sistem kehidupan.
"(Juga itu berarti) korupsi menjadi hal yang biasa saja (di masyarakat)," tegasnya.