Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Suluh

Sr. Andre Lemmers, FCJM, Menyenangkan Menolong Orang Lain

Posted : 02 Maret 2011
Sr.-Andre-Lemmers,-FCJM.jpg
Reformata.com - TIDAK ada seorang pun  tahu, apa yang akan terjadi di masa depan. Tetapi, apa yang dilakukan hari ini, menentukan seperti apa dia kelak. Sr. Andre Lemmers, FCJM nyata mengalami hal ini. Dirinya tidak pernah membayangkan untuk menjadi suster apalagi biarawati, namun kegemarannya menolong orang lain, telah membentuk dirinya terus melakukan hal ini sampai sekarang.
“Kita bisa hidup bahagia, kalau kita fokus menolong orang lain. Kalau kita belum menolong orang lain, dan tidak memberi senyum kepada orang lain, hidup kita belum ada artinya”. Itulah yang menggerakkan wanita kelahiran Belanda pada 6 Juni 1943 ini.

Sr. Andre terlahir dalam keluarga yang sangat sederhana. Dibe-sarkan bersama 11 saudaranya, dengan pendapatan keluarga yang sangat minim. Tak heran, jika hal ini mendorong orang tua Andre, untuk mencari pekerjaan sampingan melalui usaha peternakan dan perkebunan, demi memenuhi kebutuhan keluarga.   
Orang tua yang sering sakit-sakitan memaksa Andre untuk terlibat membantu keluarga. Memeras susu sapi, memelihara babi, domba, kelinci, bahkan menanam sayuran. Hal ini mengharusnya Andre di usia 14 tahun harus berhenti sekolah, bekerja untuk keluarga dan menjadi “ibu” untuk 11 saudaranya.  

Perjalanan waktu yang tak terprediksi menghantar Andre masuk biara, di usianya yang ke-21 tahun. “Saya berkeinginan membuat sesuatu yang lebih. Waktu itu, kami tidak mempunyai uang dan tanpa pendidikan. Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Di biara, saya berharap bisa dikirimkan keluar negeri,” kisah Andre mengingat masa lalunya.
Di biaralah Andre dibantu oleh para suster, yang mau mengajar-nya untuk kembali mendapatkan ijazah SMA. Modal ijazah inilah, sehingga dia bisa melanjutkan pendidikan keperawatan. “Saya bodoh dalam hal teori, namun praktek saya lulus,” ungkap Andre terus terang. Tahun 1971 dia lulus dari sekolah keperawatan.
Satu tahun setelah lulus, Andre melengkapi diri dengan kursus listrik, bangunan, dan kayu. Dia belajar mulai dari pengecetan hingga menyam-bung kayu. Namun dia tetap sebagai seorang biarawati. Setelah siap dengan pe-ngetahuan, pengalaman, dan kemampuan, Andre dikirim ke Indonesia, 3 Mei 1973.

Pedalaman Papua
Sesampai di Indonesia, Andre melakukan penyesuaian selama 3 bulan di Rumah Sakit Sint Carolus, sambil belajar bahasa Indonesia secara intensif. Kegemarannya  menolong orang serta ketrampilannya dalam berbagai hal praktis, membuat Andre tidak ingin bekerja di rumah sakit, namun ingin berkarya di pedalaman Papua. Setelah merasa cukup menye-suaikan diri dan belajar bahasa, Andre ditempatkan di pedalam-an Papua, selama 4 tahun.

Perbaikan gizi, mengajarkan cara menanam sayur, bekerja dengan tangan dan kaki, serta telinga untuk mendengar masyarakat pedalaman. Andre melakukannya dengan cinta, namun tubuh Andre belum mampu beradaptasi dengan nyamuk pedalaman, yang membuat suster Belanda ini jatuh sakit dan harus kembali ke Belanda.  
Tahun 1977, Andre kembali ke Jakarta dan hadir sebagai perawat praktis. Melayani mereka yang ada di kolong jembatan, dipinggir kali Ciliwung, di Simpruk tumpukan sampah, bahkan bertemu anak-anak penyemir sepatu di Sarinah. Memberi pen-didikan dan makanan kepada mereka, hingga Andre bergabung dengan banyak ya-yasan, dan bertemu dengan anak-anak cacat. Pertemuan dengan anak-anak cacat, khusus ketika melayani anak-anak bibir sumbing. “Per-tolongan operasi tidak terlalu rumit, dan biaya tidak terlalu besar. Saya ingin menolong mereka,” kenang Andre, awal sentuhan untuk ingin membentuk yayasan.
“Sinar pelangi: Tuhan datang mem-beri keselamatan. Siapa datang dengan warna-warni apapun, di sinar pelangi akan mendapat keselamat-an. Sinar pelangi yang memberi cahaya un-tuk banyak orang. Berbagai agama, suku, untuk ca-haya bagi dunia dan keselamatan bagi diri sendiri,” inilah yayasan yang diimpikan Andre. Kini yayasan ini berdiri dan dipimpinnya.
“Saya tidak pernah berpikir untuk meninggalkan Indonesia, karena ini hobiku. Meno-long orang lain, menyenang-kan,” urai wanita julukan suster sumbing ini berbinar.
Andre benar-benar diper-siapkan Tuhan dalam kesulitan hidup, namun dengan cinta untuk menolong orang lain. Kini, dia hadir menjadi berkat bagi sesama dan juga Indonesia.
Lidya

55
174 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 1.4267 sec | TOP
Online Support :
YouTube Facebook Twitter RSS
Powered by: Indocms.net