CLOSE
REFORMATA.COM
YouTube Facebook Twitter RSS

Suluh

Pdp. DR. Janto Simkoputera, MD Phd, Doa Pagi Kunci Pertumbuhan Gereja

Wednesday, 30 Maret 2011 | View : 7935
Reformata.com - JANTO Simkoputera adalah dokter spesialis yang sukses. Pengalaman 15 tahun di luar negeri, membuat kariernya di Indonesia bersinar. Graha Medika adalah tempat prakteknya, dan kini berpindah di Rumah Sakit Siloam Kebun Jeruk. Satu hari praktek, Janto bisa didatangi seratus pasien.  Pejabat,  militer  sering menjadi pasiennya.
Prestasi membahagiakan ini, pasti dapat membuat siapa pun untuk berbangga diri, namun melalui gereja ayah 3 orang anak ini diubahkan. Bagaimana Janto yang adalah seorang dokter spesialis, kini dipercayakan untuk menggembalakan jemaat ribuan orang di GBI PRJ? Apakah profesinya berganti? Bagaimana mungkin hal ini terjadi?

Panggilan
Peralihan hidup seseorang seringkali tidak terpikirkan sejak awal, namun kadang peralihan itu terjadi di tengah bahkan di ujung perjalanan. Pria kelahiran 23 Mei 1961 ini mengalami hal senada, yang mengubah hidupnya semakin penuh nilai dan menomorsatukan Tuhan.
Dua puluh tahun lalu, Janto bukan seorang Kristen. Saat itu Janto tidak percaya agama, apalagi Kristen. “Saya paling benci,” akunya. Kenyataan telah mengubah kakek 4 orang cucu ini untuk menemukan keputusan berbeda. “Saya melihat pasien yang hanya percaya Yesus sembuh. Dua pasien penyakit kanker sembuh total, otentik ada buktinya. Satu orang pasien gagal ginjal sama sekali tidak ada harapan, tetapi akghirnya sembuh total karena percaya. Tiga kasus ini mengubah paradigma saya, dan ini menjadi titik tolak buat saya,” kenang Janto.
Pertemuan Janto dengan fakta di atas, mendorong dirinya ingin mengenal Pribadi Agung itu. Melalui ajakan teman, Janto mulai mengunjungi gereja dan melihat apa yang dilakukan di dalamnya. Mulai dari gereja yang teduh/senyap hingga yang penuh sorak-sorai. “Saat saya datang di gereja pimpinan Pdt. Niko Njotorahardjo, puji-pujian penuh sorak-sorai. Pandangan saya, ini gereja pasar, dan saya tidak akan mau lagi menginjak gereja itu. Namun di situlah saya dijamah Tuhan,” kisah Janto sambil tersenyum.
“Melalui khotbah Pdt. Niko yang selalu diisi dengan bernyanyi, saya sekonyong-konyong mengeluarkan air mata. Saya seperti mendapat Rp 500 miliar, itulah pertama kali saya menemukan damai sejahtera. Seperti ada sesuatu yang lepas menyentuh hidup saya, penuh kedamaian dari khotbah yang disampaikan,” tambah Janto. Sejak saat itu, Janto semakin setia dan taat untuk menjadi jemaat Tuhan yang benar, hingga dipercayakan melayani dan beranjak menjadi gembala jemaat, sekarang ini.

Terutama
Meski tetap menjalankan profesi sebagai seorang dokter, Janto bisa menunaikan tanggung jawabnya sebagai gembala jemaat, bahkan sebagai suami-ayah-dan kakek dalam keluarga dijalaninya secara seimbang dan penuh sukacita. Bagaimana Janto mampu membagi waktu untuk menjalankan peran-peran penting  ini?
“Kalau tahu prioritas, hidup ini mudah,” jawab Janto pasti. “Menomorsatukan Tuhan. Lakukan tanggung jawab dengan sukacita. Menapak dengan iman, lakukan Firman Tuhan, maka janji Tuhan pasti terjadi,” tambah Janto memberi konfirmasi tentang prioritasnya.
Di balik tugas penggembalaan dan tanggung jawab lain yang tak mudah, ada kunci penting yang dipakai Janto untuk mengerjakan semua tanggung jawabnya. “Setiap pagi pukul  04.00, saya bangun. Pukul 04.45 di gereja memuji dan menyembah Tuhan 1 jam. Setelah itu mengurai Firman Tuhan. Selesai 06.30, jika Selasa kita berkumpul, rundingkan problem sampai pukul 08.00 Kemudian ke tempat praktek, kerja sampai malam. Waktu untuk keluarga kurang, maka Sabtu sepanjang hari untuk keluarga”. Demikian Janto memenej waktunya sepanjang hari.
Menurut Janto, dia mencontoh Pdt Niko, pimpinan gembala. “Saya mengikuti Pdt. Niko cukup lama. Saya tidak mudah mengikuti seseorang, namun melihat kisah hidup, buah pelayanannya yang membuat saya taat pada beliau. Beliau rendah hati, taat pada Firman Tuhan. Kehidupannya dari jatuh miskin, taat dan tidak bicara uang. Hubungan intim dengan Tuhan yang benar itu yang saya dapatkan untuk diikuti,” urai pemilik moto: “memberi yang terbaik untuk Tuhan” ini berbinar.

Kunci  
“Letak kekuatan gereja adalah doa pagi,” cetus Janto berkobar. Doa pagi membutuhkan keinginan yang besar dari seseorang untuk mau melakukannya, karena sulit. Membayar harga, mematikan daging, hanya bisa dilakukan ketika seseorang mau benar-benar disiplin untuk melakukannya. Memberi waktu utama kepada Tuhan dalam doa, memuji dan mendengarkan firman-Nya dalam kesatuan umat, dapat ditemukan melalui doa pagi. “Penyakit terberat manusia adalah mematikan daging sendiri. Doa fajar, mencari Bapa itu tidak gampang karena ada harga yang harus dibayar luar biasa. Rajin, maka daging kita dapat dikuasai,” himbau Janto penuh semangat.
Apa yang dilakukan Janto didukung oleh jemaat, ini menghasilkan multipikasi pertumbuhan jemaat. Dari tiga ratusan jemaat, kini mencapai dua belasan ribu orang, dengan 4 kali jam ibadah minggu, dan sekali di hari Rabu. Kesetiaan dua ratusan jemaat dan pelayan setiap pagi datang berdoa, bahkan di Sabtu pagi bisa mencapai enam ratusan orang, yang mau berdoa untuk kemajuan gereja. Hal ini membangun pertumbuhan rohani, kesehatian, dan semangat gereja untuk melayani.
Penggembalaan dijalankan dengan kasih, namun tetap ada reward and punishment. Pelayan tidak akan naik mimbar jika tidak mengikuti persiapan dengan benar. Inilah disiplin yang diterapkan Janto untuk kemajuan dan kesungguhan dalam melayani, sehingga urapan Tuhan terjadi.
“Dokter itu pintar-pintar, pendidikan tinggi namun seberapa pintar dan hebatnya seorang dokter, tetap terbatas. Buktinya masih banyak penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Himbaun saya kepada seluru kolega, bersandarlah pada Tuhan, Jangan bermegah pada jabatan,” pesan Janto. Lidya

See Also

jQuery Slider

Comments

Arsip :2014201320122011201020092008
Mata Hati
ilustrasi pendeta.jpg
Menapak tilas pelayanan Mikha bin Yimla, sang nabi yang sendirian karena mengatakan kebenaran, sangatlah menarik. Dalam rencana penyerbuan raja Aram untuk ..
Konsultasi Teologi
kekecewaan-hidup.jpg
Follow Twitter bigmansiraitCHARLIE yang dikasihi Tuhan, memahami hidup ini secara utuh bukan hal yang mudah, apalagi untuk mengerti secara tuntas apa yang ..
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2014 Tabloid Reformata. All rights reserved . Visit: 17.112.027 Since: 14.11.05
Online Support :