Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Suluh

DR. Yakob Tomatala, Mengembangkan Kepemimpinan Baru

Posted : 02 Mei 2011
138-suluh-yacob.jpg
DR. Yakob Tomatala

DR. Yakob Tomatala, Direktur YT Leadership Foundation

DR. Yakob Tomatala lahir di Pulau Seram-Maluku, tepatnya 10 Januari 1948. Sejak tamat dari SMA Xaverius, Ambon pada 1967 dirinya kemudian melanjutkan ke Akademi Administrasi Niaga Negara tahun 1968 di kota yang sama. Harapan untuk berkiprah di bidang pemerintahan, layaknya mendapatkan posisi Sekretaris Negara, belakangan hanyalah sebuah impian. Sebab kini dia justru menjadi pelayan Tuhan. Bagaimana ayah 3 orang anak ini beralih dari cita-cita awalnya, dan  melayani Tuhan? Apa yang menyebabkan pendiri dan direktur YT Leadership Foundation ini  semakin fokus memikirkan kepemimpinan Kristen?

Taat terpaksa
Tuhan merangkai hidup seorang anak manusia, sering melalui proses kesulitan. Tidak mudah memahaminya di awal. Kesadaran baru akan datang belakangan. Hal serupa terjadi dalam kehidupan suami Magdalena ini. Harapannya untuk menyelesaikan studi di Akademi Administrasi Niaga Negara kandas, sebab dia hanya mencapai tingkat akhir. Kekurangan dana akibat adik yang sakit, mengharuskan Yakob untuk  menerima tawaran sang ayah melanjutkan studi di STT Jaffray, Makassar. Tanpa kesadaran yang kuat untuk melayani Tuhan, Yakob menjalankan harapan orang tuanya.
Jika Tuhan berkenan atas hidup seseorang, maka cepat atau lambat tuntunan itu pasti mendesak dan mengantar dirinya untuk harus menjalankan yang Tuhan inginkan. Dalam suatu kesempatan, kesaksian seorang pendeta dari luar negeri, yang juga adalah anak pendeta mampu menggugah Yakob.
“Dalam keadaan yang sukar, tapi Tuhan kemudian memberi pertolongan. Panggilan sebagai pendeta yang menjamin adalah menyerahkan diri secara penuh kepada Tuhan,” inilah pesan berarti yang tidak terlupakan dan terus mengarahkan Yakob untuk tetap terjun dalam pelayanan setelah menyelesaikan pendidikan teologi (S-1) dari STT Jaffray, Makassar, pada 1975.

Fokus
Yakob mengawali pelayanannya sebagai guru pada SPGA Kristen YPPGI di Nabire, Papua (1974). Kepercayaan terus diiberikan dengan menjadi Pengajar dan Direktur Sekolah Alkitab dan Kejuruan di Kupang (1976-1980).
Ketika terjun dalam pelayanan ada kesulitan-kesulitan dalam organisasi, bahkan kesempatan untuk membuat penelitian antara antropologi dan kepemimpinan. Dilatari dengan kebutuhan gereja, maka inilah yang menggerakkan pendiri STT Jaffray cabang Jakarta ini untuk fokus memikirkan kepemimpinan.
Alumni Post Doctoral Studies di Institute of Islamic Studies, Asia Pacific Theological Seminary, Baguio City, Filipina ini menyadari bahwa pemimpin adalah penentu segala sesuatu dalam sebuah organisasi apa pun. Sebagaimana tertulis dalam Alkitab bahwa tanpa pemimpin bangsa akan hancur. Pemimpin penting dalam kepemimpinan karena dia menentukan jatuh bangunnya sebuah organisasi. Dan memenentukan masa depan kelompok.
Untuk konsisten dalam bidang kepemimpinan maka ada beberapa hal yang menjadi keyakinan penting untuk Yakob membuktikannya, di antaranya: pertama, membuktikan diri sebagai pemimpin yang memiliki integritas. Ditopang oleh kompetensi untuk melaksanakan tugas kepemimpinan.
“Saya hanya bisa mewujudkan upaya mengembangkan kepe-mimpinan baru dengan, memulai dari diri saya. Dengan mulai menjadi model, karena generasi baru belajar dari model,” tandas Pendiri dan Direktur YT Leadership Foundation ini menggebu.
Kedua, memiliki komitmen untuk mengangkat dan meneguhkan pemimpin baru agar bertanggung jawab ke masa depan. Mengingat pemimpin sejati  harus melahirkan pemimpin baru. Mengantar dan meneguhkan generasi baru untuk memimpin. Tak heran jika Yakob sudah melakukannya, dengan memiliki banyak anak didik yang telah dipersiapkannya melalui pendidikan dan kepemimpinan langsung yang diterapkannya.
Ketiga, mendedikasikan diri dan berupaya merekrut pemimpin baru melalui apa saja: pendidikan formal, pelatihan, pendekatan mentoring.untuk meneguhkan mereka.

Krisis dan pemimpin sejati
Realita kepemimpinan bangsa, organisasi gereja, bahkan dalam lingkungan RT sekalipun kadang mengecewakan. Apakah ini tanda-tanda dari adanya krisis kepemimpinan  itu? Dosen sekaligus penulis buku “Kepemimpinan yang Dinamis” ini memberi komentar: “Dalam pengertian krisis kepemimpinan sejati, fakta ada pemimpin dalam mengaktualisai kepemimpinan tidak dapat mewujudkan kepemimpinan yang baik, produktif. Krisis pemahaman, dedikasi, komitmen, untuk mewujudkan pemimpin sejati.”
Pemimpin sejati berawal dengan panggilan, dibuktikan dengan komitmen mengabdi, memimpin. Memberi manfaat bagi lingkungan dimana dia memimpin. Dia berhasil membuktikan diri, itulah landasan yang mendasar sebagai pemimpin yang otentik. “Para  pemimpin sekarang harus membuktikan tanggung jawab yang diembankan. Harus mengerti mengapa ada, untuk apa, dan bagaimana membawa orang-orang yang ada,” pesan Ketua Sinode Gereja Kemah Injil Indonesia ini penuh antusias.
Yesus adalah pemimpin sejati karena konsisten ( Filipi 2:1-11. “dan segala lidah mengaku, Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah Bapa.). Yesus menyelesaikan masalah manusia dengan prinsip mengasihi. Meng-angkat organisasi. Melayani men-jawab kebutuhan orang: sosial, dan psikologi. Sepanjang terlibat dalam kepemimpinan selama 30 tahun, harapan Yakob kepada gereja secara khusus adalah agar gereja memberi tempat yang pas bagi peran pemimpin sejati dalam kepemimpinan.
Gereja banyak terpengaruh oleh sikap dunia. Seperti contohnya pertemuan memilih pemimpin, mengapa tidak mengutamakan kehendak Tuhan? Mencari ke-muliaan bagi Allah. Gereja juga harus memperhatikan pemimpin generasi baru. Untuk menyiapkan generasi baru, gereja harus ter-buka mempelajari bidang studi kepemimpinan. “Orang sering tidak menyadari kepentingannya.,” tandas motivator dalam bidang kepemimpinan ini kecewa. 
Untuk mempersiapkan pemimpin, maka beberapa faktor penting untuk menjadi langkah kedepan, yaitu harus memiliki integritas. Dalam arti  memiliki kecakapan untuk memimpin. Tidak terlupakan memintanya dari Tuan yang empunya tuaian.
Lidya

 

57
273 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 1.3733 sec | TOP
Online Support :
YouTube Facebook Twitter RSS
Powered by: Indocms.net