PEREMPUAN yang satu ini memulai perjalannya sebagai seorang penyanyi pada saat ia masih kecil. Tepatnya saat ia berusia delapan tahun. Selain menyanyi ia memang memiliki bakat-bakat seni lain seperti puisi dan teater, tanpa ada memperkenalkan dunia seni padanya. Bahkan menurut pengakuannya, orang tuanya sempat terkejut dengan bakat seni yang dia miliki.
Awalnya ia sering mengikuti berbagai macam ajang bernyanyi. Acap kali ia mengikuti ajan perlobaaan bernyanyi, ia sering memenangkan perlombaan tersebut. Sejak itu ia merasa memang memiliki bakat pada dunia tarik suara, ia pun mulai yakin dengan talenta yang ia miliki. Selain menyanyi ia juga memperoleh penghargaan dalam bidang puisi serta beberapa kali aktif dalam kegiatan paskibraka di sekolahnya.
Baru-baru ini ia meluncurkan album “Lebih Dari Yang Dapat Ku Percaya”. Sebelumnya ia telah dua kali mengeluarkan album solo dan beberapa kali mengeluarkan album kompilasi bersama penyanyi lagu rohani lain seperti Letjie Sampingan, Lex Trio, Ruth Sihotang dan Lea Christian.
Ia juga sempat membintangi sebuah sinetron untuk peran figuran antagonis. Enam bulan berjalan, ia merasa bahwa bidang tersebut bukanlah panggilannya. Karena itu ia menghentikan aktivitas tersebut dan menekuni dunia pelayanan dalam bidang tarik suara secara lebih lagi. Ia memang seorang penyanyi berbakat, memiliki ciri suara yang lembut dan menenangkan. Namun tampaknya ia merasa bahwa semua talenta yang dimilikinya tersebut memang hanya harus disalurkan dalam musik-musik rohani saja. Baginya ini adalah sebuah panggilan pelayanan yang memang harus ia jalani dengan senang hati dan penuh ucapan syukur.
Alasan tersebut juga menjadi pegangan kuat bagi Lucy untuk tidak terjun ke dunia musik sekuler. Bahkan saat dimintai komentarnya seputar industri musik sekuler yang lebih menjanjikan secara materi, dengan santai ia menjawab bahwa ada kesukaan dan kesejahteraan yang tidak bisa didapatkan di luar pelayanan lagu rohani. “Bukannya aku terlalu fanatik, akan tetapi enak dan sejahtera ketika menjalani aktivitas di dunia lagu-lagu rohani”, ujar Lucy. Ia pun merasa bahwa setiap talenta yang ia miliki sejak kecil, serta perjalanan panjangnya mencapai sebuah situasi seperti saat ini adalah anugerah Tuhan dan merupakan pemberian Tuhan. Jadi menurutnya tidak terlalu berlebihan jika ia memutuskan untuk tetap bernyanyi bagi kemuliaan nama Tuhan.
Selain mengisi hari-harinya dengan rekaman dan pelayanan ke beberapa kota di Indonesia, Lu-cy juga bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang farmasi. Lagi-lagi di sini ia menunjukkan kemampuannya dalam hal menyeimbangkan aktivitasnya bernyanyi de-ngan pekerjaan rutinnya setiap hari yang terbilang padat. Lucy mencoba me-nyeimbangkan kegiatan pe-layanannya dengan aktivitas rutin kantornya. Saat dita-nyai mengapa ia tidak memilih salah satunya, Lucy menjawab bahwa beberapa hal dalam hidupnya ia biarkan mengalir begitu saja. Dalam hal ini ia merasa bahwa segala sesuatu ia jalankan berdasarkan ke-hendak Tuhan. Ia merasa bahwa ia mampu untuk menjalani keduanya de-ngan seimbang karena kekuatan yang diberikan Tuhan kepadanya. Perem-puan kelahiran Kisaran ini pun tidak menampik kemungkinan jika suatu saat ia harus memilih salah satunya untuk ia jalani.
Lucy percaya bahwa segala sesuatunya bisa dilakukan dengan iman percaya dan berserah pe-nuh pada Tuhan. Baginya yang terpenting adalah berserah. Walaupun ada kekhawatiran yang sering dialami sebagai manusia biasa, namun rasa berserah memberi jalan pada Tuhan untuk mengambil bagian dalam hidup kita lebih lagi. Hal ini menjadi kesaksian hidup dari seorang Lucyana, di mana awal kerinduannya memiliki album rohani harus ia tempuh dengan bersusah payah seorang diri. Dengan keyakinan teguh dan rasa berserah itulah ia bisa sampai pada tahap seperti sekarang ini.
Putri bungsu dari empat bersaudara ini juga mengaku bahwa pada awal ia memulai pelayanannya dalam dunia tarik suara, keluarga sempat tidak mendukung. Terlebih ia sempat meninggalkan pekerjaannya un-tuk terlibat dalam pelayanan ke beberapa kota di Indonesia. Namun pada saat itu ia yakin bahwa Tuhan sumber dari segala berkat yang akan menyediakan segala sesuatu yang ia perlu. Apa yang ia yakini tersebut tidak sia-sia. Ia bisa total dalam pelayanan, dan mendapatkan pekerjaan yang baru baginya. Perlahan karena ketekutannya keluarga justru jadi faktor utama dalam mendukung setiap aktivitasnya.
Jenda Munthe