Bapak Konselor yang kami hormati. Saya mau bertanya bagaimanakah memulihkan hubungan suami istri yang sudah dingin? Saya dan suami sudah 5 (lima) tahun tidur terpisah. Kami menikah sudah hampir 20 tahun dan anak-anak saat ini sedang melanjutkan kuliah di luar negeri. Kami tidur terpisah karena suami saya tidak tahan dengan ruangan yang ber AC. Saya sih setuju saja karena merasa tidak nyaman juga dengan permintaan suami dalam hubungan suami istri. Akhir-akhir ini saya mencoba meminta dia kembali tidur bersama, namun ditolak dengan alasan (seperti dulu) tidak tahan AC. Mohon sarannya bagaimana kami bisa memperbaiki hubungan ini?.
AW
Jakarta
YANG terkasih Ibu AW, memang tidak mudah ya rasanya ketika kita mau memperbaiki hubungan namun respon dari pasangan sepertinya tidak sejalan. Namun mungkin harus kita sadari juga bahwa sesuatu pola yang sudah berlangsung cukup lama memang tidak mudah untuk diubah, belum lagi kalau apa yang terjadi sebetulnya sebagai akibat dari suatu relasi yang dirasakan mengganggu. Bisa saja suami pindah karena memang tidak kuat menahan udara AC, tapi bisa juga karena masalah lain, misal seperti yang Ibu katakan bahwa Ibu merasa tidak nyaman dengan hubungan suami isteri yang dilakukan, atau masalah lain yang dirasakan oleh suami tapi belum disadari oleh Ibu. Untuk itu mari kita renungkan beberapa hal sebagai berikut:
1. Apa yang terjadi sampai suami memutuskan pindah kamar? Setelah 15 tahun tidur bersama tanpa masalah, apakah kepindahan suami memang karena tidak tahan AC atau sebetulnya merupakan reaksi atas sesuatu yang terjadi dalam hubungan suami isteri. Misal apakah relasi ibu dan suami (menurut Ibu) ada gangguan yang berarti atau (dalam hubungan intim) Ibu tidak nyaman sehingga sering menolak ketika suami menghendaki hubungan intim, atau kalaupun Ibu mau apakah Ibu dan suami masih menikmati hubungan intim tersebut, atau ada sesuatu yang terjadi sebelumnya sehingga suami memutuskan pindah kamar.
2. Apa pengaruh pisah kamar dengan relasi Ibu dan suami. Apakah setelah pisah kamar, Ibu dan suami tetap bisa menjaga relasi yang cukup sehat, artinya masih bisa berkomunikasi, masih bisa menunjukkan kehangatan sebuah relasi yang personal, masih menjaga frekuensi hubungan intim atau masih bisa saling memberikan kenyamanan. Kalau memang hanya karena tidak tahan AC tentunya tidak mempengaruhi relasi suami isteri. Lalu bagaimana dengan respon anak-anak ketika melihat orang tuanya tidak tidur bersama lagi?.
3. Terkait dengan upaya Ibu untuk meminta tidur bersama lagi, tentunya perlu dikerjakan dengan kesadaran akan penyebab suami minta pisah dan akibat yang sudah terjadi selama 5 tahun. Yang perlu Ibu lakukan adalah mencoba memperbaiki (dari sisi Ibu) dan melihat hal-hal apa yang bisa Ibu berikan sehingga suami melihat kebutuhan untuk tidur bersama lagi. Mengajak tidur bersama memang perlu tapi rasanya akan menjadi cukup sulit tanpa ada perubahan dalam relasi (entah itu cara Ibu melayani suami, cara berkomunikasi, cara menyatakan rasa cinta/rasa masih membutuhkan, atau cara Ibu memainkan peran lainnya) yang bisa membuat suami nyaman dan mau berpikir untuk melakukan perubahan.
Fiman Tuhan dalam 1 Korintus 7 : 3 – 5 dapat menjadi dasar untuk Ibu melihat apa yang telah terjadi dan apa yang sebetulnya perlu Ibu kerjakan demi tercapainya harapan yang Ibu inginkan dalam relasi ini. Selain itu akan sangat membantu kalau Ibu dan suami bisa bertemu dengan konselor pernikahan untuk membicarakan masalah ini. Kiranya Tuhan menolong Ibu.v