Reformata.com - DOMINIC Brian. Nama remaja cerdas kelahiran Surabaya, 26 November 1996 ini tentu masih lekat di ingatan para pembaca. Beberapa waktu lalu, Dominic tampil di televisi Trans 7. Beberapa program siaran televisi ini menampilkan kecerdasan Brian di antaranya: “Anak Emas”, ”Bingkai Berita tema Anak Cerdas”, ”Hitam Putih”, dan “World Record”.
Profil seputar prestasi Brian memang sudah pernah diulas Reformata, edisi Juni 2010 lalu, namun melihat prestasinya yang terus meningkat hingga mendunia, sudah barang tentu informasi seputar perkembangan yang sangat menggembirakan ini penting dan menarik. Semakin penting untuk diketahui bahwa kemajuan Brian tidak lepas dari pengaruh kedua orangtuanya, Gideon dan Debora. Perhatian mereka akan pentingnya pendidikan dan kecerdasan anak, benar-benar berdampak pada Brian.
Mengingat angka
Brian kini dapat mengingat 90 angka dalam waktu lebih singkat yaitu 60 detik, dari depan ke belakang dan sebaliknya termasuk secara acak. Ini dibuktikan Brian dalam acara “World Record” di Trans7.
“Brian is simply amazing, one the most extraordinary thing I ever see in my life,” ungkap Deddy Corbuzier, mentalist kenamaan, dalam tayangan Trans7 dalam acara ”Hitam Putih” pada Kamis, 17 Maret 2011 lalu. Arti-nya, bagi Deddy, kemampuan Brian sungguh mengagumkan, bahkan menjadi salah satu prestasi paling luar biasa yang pernah dia saksikan dalam hidupnya.
Pencapaian ini, mengalahkan rekor Brian sebelumnya, ”mengingat 76 angka dalam waktu 60 detik”, atau “mengingat 80 angka dalam waktu 80 detik. Dia mampu menyebutkan angka-angka itu tanpa salah dari depan ke belakang dan sebaliknya, serta menyebutkan lokasi angka secara acak tanpa salah”. Demikian tertulis dalam rekor dunia Record Holder Republic (RHR).
Kerinduan Brian mengangkat nama Indonesia melalui ”kecerdasan mengingat”, adalah impian di balik setiap prestasi yang dapat dirangkai Brian kini. Mimpi siswa Home Schooling ATII (USA) ini, dapat memecahkan 1 atau 2 rekor dunia RHR lagi di acara “World Record”.
Dan dia sendiri merasa akan mampu memecahkannya, ”Saya yakin dapat memecahkannya, suatu saat nanti,” ungkap pemilik motto: ”In God I trust” ini pasti.
Kemauan yang tinggi dan usaha yang sungguh-sungguh dilakukan Brian untuk dapat mewujudkan harapannya menjadi wakil Indonesia, menghadapi ratusan jawara memori dari berbagai negara di Cina pada Oktober nanti. Remaja yang suka membaca ini, sedang giat-giatnya mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba memori tingkat dunia, World Memory Championships (WMC). Brian bertekad suatu saat nanti mampu mengalahkan rekor seniornya: Dominic O’ Brien dalam ajang bergengsi ini.
Brian bercita-cita dapat melan-jutkan kuliah di Cina Finance & Marketing. Bila lulus dia ingin mengembangkan kecerdasan SLC (Smart Living Center) di Indonesia. Kursus kecerdasan anak yang selama ini dikelola kedua orangtuanya.
?Lidya