Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Peluang

Lulusannya Sudah Layak Buka Usaha Sendiri

Posted : 03 Juli 2011
Lulusannya-Sudah-Layak-Buka-Usaha-Sendiri.jpg
Stephanus Putirulan, Pengusaha Kursus Menjahit

Stephanus Putirulan, Pengusaha Kursus Menjahit

Reformata.com - STEPHANUS Putirulan menga-wali usahanya dengan bekerja bersama kerabatnya pada se-buah jasa pelatihan menjahit di daerah Grogol, Jakarta Barat. Ketelatenannya dalam bekerja berbuah saat dia diberi kepercayaan untuk mengurus usaha tersebut, menggantikan pemimpin usaha yang meninggal dunia, pada 2004. Ia pun menjalankan usaha tersebut bersama seorang rekannya yang juga turut bersama dengannya menjalankan usahanya tersebut sejak awal.
Stephanus yang berdarah Maluku Tenggara ini, menjalankan usaha berbekal modal mesin jahit, tempat dan pengalaman yang ia miliki. Sayangnya, siring berjalannya waktu, usahanya tersebut mengalami sedikit goncangan. Seiring berkembangnya jaman, perusahaan garmen banyak yang gulung tikar. Hal ini tentu sulit bagi bisnisnya. Karena sudah barang tentu bahwa semakin banyak garmen yang tutup maka akan berkurang pula tenaga penjahit yang diambil dari tempat kursusnya. Sepinya bisnis garmen tidak membuat ia berhenti apa lagi menutup usahanya tersebut. Ia mencoba mencari cara untuk menambah penghasilannya namun tetap menjalankan usahanya tersebut.
Cukup sederhana. Ia membagi ruangan tempat kursus menjadi beberapa bagian untuk ia sewakan sebagai tempat usaha. Hal tersebut cukup membantu niatnya untuk tetap menjalankan usaha ini seraya memperoleh penghasilan tambahan. Bermodalkan mesin jahit, mesin obras dan berbagai peralatan pendukung lain ia menjalankan usahanya tersebut hingga kini. Ia pun merasa tercukupi dengan pemasukan yang ia terima dari bisnis ini, walaupun memang ia memiliki jenis usaha lain yang ia geluti.
Setiap Senin, Rabu, dan Jumat ia mengajar lima orang peserta selama dua jam setiap kali pertemuan. Setiap siswa menyelesaikan kursus tingkat dasar setelah tiga bulan menjalani pelatihan. Untuk tingkat terampil bisa diselesaikan dengan mengikuti pelatihan tambahan selama empat bulan, sedangkan untuk tingkat mahir dapat dilanjutkan dengan pendidikan yang bisa diselesaikan dalam waktu enam bulan. Masing-masing siswa mendapatkan sertifikat lokal yang bisa dipakai untuk ujian negara. Untuk pendaftaran ia mengenakan tarif sebesar Rp 550 ribu.
Pria yang juga berprofesi sebagai pelatih sepak bola ini pun menjamin bahwa setiap orang yang belajar di tempatnya bisa bekerja nantinya. Menurutnya, pada tingkatan dasar saja, seseorang bisa bekerja di garmen atau konveksi. Kalau seseorang menyelesaikan pendidikannya dari tingkat dasar sampai mahir, orang tersebut dapat berwiraswasta mulai dari membuka butik sampai membuka usaha yang sama dengannya.
Peluang dari bisnis ini bisa diketahui dengan mengerti market. Jika kita mengetahui market dari bisnis ini, maka dengan mudah kita akan menjalankan bisnis konveksi. Setiap orang yang mengerti menjahit bisa mengerjakan sebuah produk garmen sesuai dengan apa yang dibutuhkan pasar saat ini. Ini adalah sebuah peluang jika mampu dikelola dengan matang. Hambatan dari usaha ini adalah sering kali produk pesanan yang sudah jadi tidak dilunasi segera. Beberapa kali produk yang dipasarkan diutangkan terlebih dahulu sampai waktu yang ditentukan kemudian. Jadi setiap orang yang telah mengetahui peluang dan hambatannya bisa memutuskan untuk menjalankan bisnis ini dengan bermodal Rp 10 juta. Dana ini diperlukan untuk membeli mesin jahit, meja, papan tulis dan pengadaan ruangan yang layak. Karena kelayakan ini diperlukan untuk mendapatkan ijin pembukaan kursus dari dinas pendidikan dan kebudayaan.
Menurutnya segala sesuatu harus dijalankan dengan hati. Memang tetap ada motif mencari profit, namun bisnis ini tidak akan jalan sempurna jika tidak dilakukan dengan hati. Satu hal lagi yang menjadi alasan bahwa bisnis ini perlu dilakukan dengan hati adalah bahwa bagaimanapun juga bisnis ini adalah mengajar. Dalam proses belajar mengajar, baik itu si pengajar maupun yang belajar tentu ada batasan jenuh terhadap materi yang dipelajari. Pengajarnya akan semakin jenuh ketika siswa didik yang diajarkan sulit untuk mengerti. Sebaliknya siswa didik akan semakin sulit mengerti materi yang diajarkan jika pengajarnya kurang menyenangkan dan tidak bisabersabar dalam mengajar. Dalam hal ini peran lebih besar semestinya dipegang oleh pengajar, karena yang memberikan jasa adalah si pengajar tersebut. Karena itu seorang pengajar tentu perlu kesabaran lebih. Tentu akan sangat sulit bagi seseorang untuk memiliki kesabaran terhadap pekerjaan yang dilakukan jika seseorang tersebut tidak memiliki hati terhadap pekerjaannya.
Pria kelahiran Makassar ini pun menambahkan bahwa sebenarnya fungsi dari bisnis ini juga memberikan kenyamanan dari banyaknya te-kanan hidup seseorang. Artinya kegiatan menjahit bisa dibilang adalah sebuah pekerjaan namun mampu memberikan kesibukan yang tidak terlalu menekan. Seseorang yang menjahit semestinya justru mendapat ketenangan dari banyak masalah yang ia hadapi di luar. Karena itu setiap pekerja di tempat kursusnya harus mampu menjadi seorang pengajar sekaligus teman yang menyenangkan dalam memberikan dorongan dan motivasi kepada setiap siswa didiknya.
        ?Jenda Munthe
    

62
103 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 1.0581 sec | TOP
Online Support :
YouTube Facebook Twitter RSS
Powered by: Indocms.net