Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Kredo

Pembinaan Untuk Kaum Awam

Author : Pdt Yusuf Dharmawan, Posted : 25 Agustus 2011
Pembinaan untuk Kaum Awam.jpg

Pdt. Yusuf Dharmawan

“Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab
  kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu
  tentang pengharapan yang ada padamu …” (1 Petrus 3:15).

ALKITAB menegaskan bahwa tugas utama pemimpin Kristen adalah memperlengkapi umat Tuhan melakukan tugas pelayanan. Mereka harus selalu siap dan berdoa untuk “kesempatan ilahi” – kesempatan yang Tuhan be-rikan untuk membagikan berita keselamatan kepada mereka yang hatinya telah disiapkan Tuhan untuk mendengar Injil itu.

Dasar pembinaan
Gereja adalah sebuah organi-me, suatu institusi yang hidup dan dinamis, tidak sekadar sebuah organisasi. Di situ, orang percaya berkumpul sebagai tubuh Kristus yang hidup dan menerima kuasa Roh  Kudus. Dengan kuasa inilah orang percaya dapat melakukan tugas-tugasnya. Tuhan sudah menyiapkan tugas bagi mereka. Ia memanggil semua orang Kristen untuk pergi dan memproklamirkan Kerajaan Sorga. Oleh sebab itulah pemimpin gereja perlu menyiapkan umat-Nya untuk memenuhi panggilan Tuhan itu. Suatu panggilan agung dan hak istimewa menjadi saksi Kristus. Pembinaan kaum awam sangat penting karena akan melengkapi mereka menjadi pekerja Kristus yang setia. Pemimpin gereja harus membentuk murid Kristus, tidak sekadar mencari pengikut. Ini adalah pola yang diterapkan pada gereja abad pertama.

Metode Tuhan Yesus
Tuhan Yesus melatih kaum awam dan menjadikan mereka murid murid-Nya. Pertama Yesus menyeleksi beberapa orang untuk menjadi murid-Nya. Fokus-nya bukan program untuk mencapai orang banyak, melainkan bersama me-reka menjangkau orang lain. Mereka yang terpilih diubah oleh-Nya untuk mengubah dunia. Yesus tidak mengumpulkan orang banyak sekaligus tetapi mengarahkan orang pilihan mengerti tentang Kerajaan Sorga. Ini berarti Dia menyiapkan beberapa orang untuk memimpin orang lain.


Kedua Yesus hidup bersama dengan para mu-rid dan melatih mereka dengan perkataan dan sikap-Nya. Melalui semua itu pengertian para murid diperluas dan iman mereka dite-guhkan. Mereka belajar semua hal yang perlu mereka ketahui. Dia mempengaruhi kehidupan para murid melalui pelayanan-Nya. Dia ingin para murid menaati-Nya; mengajarkan cara menyangkal diri dan me-mikul salib mereka dalam jalan Kristus. Dengan demikian karakter mereka  ditingkatkan melalui perkataan dan per-buatan-Nya. Hanya mereka yang bersedia terus-menerus mengikuti Yesus tahu betapa mulianya pengalaman ini.


Ketiga, Yesus mendemons-trasikan cara hidup-Nya ke para murid. Mempengaruhi para murid tidak sekadar melalui khotbah yang kontinu, melainkan pelajaran yang langsung di-praktekkan. Inilah rahasia pengaruh-Nya dalam mengajar. Dia mendemonstrasikan ter-lebih dahulu dalam hidup-Nya.     Keempat, Yesus selalu me-meriksa dan mengawasi aktivitas para murid. Dia mengajarkan para murid agar meneliti dan mengevaluasi apa yang dialami sendiri dalam hidup mereka.

Kelas pembinaan
Penulis menganjurkan kelas pembinanan, pertama dengan memilih jemaat senior dari berbagai profesi, seperti dokter, pengacara, pendidik, konsultan dsb. Pemilihan ini dengan asumsi bahwa merekalah yang pada umumnya menerima per-tanyaan dari para kliennya tentang iman mereka.  Dalam percakapan itu para profesional dapat menjalin hubungan yang lebih dekat lagi. Setelah itu mereka dapat mengajak kliennya untuk ikut dalam kelompok kecil yang dibentuk oleh para profesional tsb. Sering terjadi dalam penginjilan massa, para pendengar menjadi tertarik tentang Yesus dan mencari tahu tentang-Nya, berawal dari penginjilan pribadi. Yesus sendirilah yang akan memberikan kerinduan dalam hati para pencari itu. Dia dapat mengubah mereka menjadi pengikut-Nya. 


Kedua, masa pelatihan selama 3 bulan, setiap minggu. Proses pelatihan harus merupakan suatu pelatihan yang efektif. Ketiga, materi pelatihan ter-diri dari doktrin doktrin utama kekristenan,  teknik penginjilan pribadi, pemahaman Ama-nat Agung, Penanganan se-cara kristiani kasus tertentu, serta evaluasi pembinaan. Para peserta diwajibkan membuat refleksi seberapa dalam pembinaan ini mem-pengaruhi mereka dan bagaimana mereka dapat  mempraktekkannya. 


Sering terjadi salah pengertian tentang tu-juan memperlengkapi ka-um awam. Ada yang ber-pendapat bahwa tujuan memperlengkapi agar be-ban di pundak pemimpin gereja dilepaskan. Pen-dapat seperti ini perlu diluruskan, karena tu-juan memperlengkapi kaum awam yaitu agar setiap orang percaya menjalankan fungsinya di dunia ini, yaitu menolong jemaat agar dapat mengatur dirinya berfungsi dengan benar secara spiritual, emosional dan mempunyai hubungan yang baik satu dengan lainnya. Dengan pengertian yang benar inilah, pengenalan jemaat akan Tuhan semakin bertumbuh. Pemimpin gereja tidak boleh mencoba menduplikasi pelayanannya, melainkan mengajarkan apa yang dimiliki agar kaum awam dapat melayani, dan membuat orang tergantung pada pemimpin duniawi, melainkan pada Kepala Gereja, yaitu Yesus Kristus.v

 

57
87 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 1.3826 sec | TOP
Online Support :
YouTube Facebook Twitter RSS
Powered by: Indocms.net