INGIN menikmati makanan enak di tempat nyaman? Di Jalan Panjang, Jakarta Barat, ada taman seluas 1.000 meter. Di sana terdapat 30 pohon kelapa yang daunnya melambai-lambai, kolam ikan yang akan kita lewati sebelum memasuki Restoran Kebon Kelapa (RKK). Design interior murni dari kayu dan bambu, benar-benar menciptakan nuansa Indonesia yang sejuk dan nyaman, layaknya sedang berada di Bali. Tak heran jika RKK punya moto “Seafood Restaurant by the Garden”. Makanan laut segar, sayuran organik dari kebun sendiri, taman yang luas dan nyaman, serta halaman par-kir yang memadai untuk 200 kendaraan. Sayur-sayuran yang dimasak berasal dari kebon sendiri. Bumbu yang diracik khusus oleh pemiliknya, Mery Kurniawan.
Ternyata RKK ada, diawali dari hobi masak Mery, yang makanannya disukai keluarga. “Kita masak dari gaya kita makan di rumah (home school cooking). Kita pakai bahan-bahan terbaik” ungkap Yossita Kurniawan, anak sulung Mery yang dipercaya mengelola RKK.
Usaha keluarga Kesatuan dan kekuatan keluarga, menghasilkan wadah usaha yang menjanjikan, memberi penghasilan cukup memadai, namun juga bagian melayani sesama. Ini terbukti melalui RKK. Menurut Yossita, ide membuka restoran ini berasal dari tamu-tamu keluarga saat makan di rumah. Hidangan yang dimasak oleh ibu Yossita yang sangat enak. Dan dari situ mereka mengusulkan agar membuka usaha restoran saja. Orang tua Yossita sebenarnya kontraktor. Dan akhirnya lahan kosong milik mereka dijadikan restoran yang dikelola oleh Yossita.
Sejak dibuka, restoran ini sudah punya banyak pelanggan. Hal itu, selain karena banyaknya kenalan keluarga, informasi dari mulut ke mulut tentang istimewanya hidangan di RKK membuat pelanggan semakin bertambah. Di samping itu, promosi lewat brosur juga tetap dilakukan. Sejak 20 April lalu, RKK dibuka sejak pukul 11.00 hingga 22.00.
Mulai Senin hingga Jumat, pengunjung yang datang mencapai seratusan orang. Sedangkan di hari libur, Sabtu-Minggu, Pengunjung melonjak hingga tiga ratusan orang. Kenyataan ini tidak terduga, sehingga cukup mengagetkan para pelayan dan juru masak untuk lebih gesit dan trampil.
Aneka makanan laut seperti cumi goreng tepung, udang havermout, kepiting lada hitam, tahu shimeji, ikan bakar rica-rica, semuanya memiliki rasa khusus yang hanya dapat ditemukan di sini. Bahkan tersedia “pisang ijo”, makanan khas Ujungpandang, tempat kelahiran sang ibu.
RKK juga bisa dipakai untuk menyelenggarakan acara-acara ulang tahun, pernikahan, maupun seminar.
Kesempatan menyenangkan “Banyak yang harus dipelajari. Enjoy bertemu banyak orang dengan berbagai tipe. Harus kuat mental dan lebih sabar, belajar memahami dan tidak harus kontradiktif,” aku Yossi bijak menghadapi komplain tamu dan berusaha memberi yang terbaik untuk para tamu. Pengalaman baru yang menyenangkan, dan mendorong Yossi untuk mengeksplore diri lebih maksimal. Memikirkan promosi dan keuangan yang ketat dalam usaha ini. Menjaga rasa yang konsisten dengan makanan berkualitas, segar, dan bahan organik, sebagai nilai jual untuk RKK.
RKK berusaha membuat tamu puas melalui pelayanan yang diberikan, bukan hanya kualitas makanan dan tempatnya. Jika ada yang ingin membuka usaha seperti ini, Yossi menyodorkan beberapa tips yang dapat diikuti. Pertama, Jika bangunan sudah ada maka design untuk dapur sangat perlu. Mengetahui kapasitas dan luasnya, apa saja yang diperlukan, karena jika sudah berjalan tidak bisa dihentikan dengan penambahan agak rumit.
Kedua, kontrol kualitas makanan dan harga. Harus sering dihitung, apa yang yang dijual dengan pemakaian di dapur harus sama, jangan sampai rugi. Ketiga, dapur memadai.
Atur kontrol dan kualitas. Keempat, makanan enak na-mun pelayan tidak ramah men-jadikan makanan pun tidak enak. Diharapkan pelayanan cepat, tidak lama. Kelima, Perekrutan karyawan, usahakan yang sudah punya pengalaman.
Menjadikan RKK berkat untuk banyak orang melalui pelayanan yang baik, tak dilupakan apa yang didapatkan tetap menjadi bagian dukungan untuk pekerjaan Tuhan. “Semua yang datang itu berkat Tuhan, dan setiap orang ada berkat masing-masing,” begitu keyakinan Yossi yang meraih gelar MBA dari Santa Clara University.
?Lidya