Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Konsultasi Keluarga

Apakah Konseling Bisa Membantu?

Author : Bimantoro, Posted : 03 September 2011
Reformata.com - Saya seorang suami dan sudah menikah lebih dari sepuluh tahun. Saat ini isteri saya sedang konseling sehubungan dengan (menurut dia) ada masalah dalam pernikahan kami. Pertanyaan saya adalah apakah konseling bisa membantu? Mengingat masalah yang terjadi menurut saya hanya bisa diselesaikan oleh kami. Hal ini mengingat pengalaman kami sebelumnya ketika melibatkan keluarga dalam masalah yang terjadi, bahkan sampai melibatkan rohaniwan, ternyata malah membingungkan dengan berbagai macam nasihat. Istri saya terus mengajak saya untuk ikut di konseling tetapi saya merasa masalah ada di pihak dia yang pernah berselingkuh. Rasanya saya sudah menerima dan memaafkan tetapi kok sepertinya dia menuntut lebih dari itu?
Mr. John
Jakarta

Mr. John yang terkasih, memang dalam menghadapi masalah, apalagi ketika kita mempunyai pengalaman yang kurang baik dalam keterlibatan pihak-pihak lain, seringkali kita berpikir bahwa melibatkan sesedikit mungkin orang akan lebih membantu. Tetapi kita juga bisa menyadari bahwa ketika kita ada dalam masalah, kita bisa saja terjebak sedemikian rupa sehingga lebih fokus pada masalah dan tidak mampu melihat pilihan-pilihan pintu keluar dari masalah yang mungkin bisa kita ambil dan membuat tekanan masalah berkurang. Ketika kita terjebak dalam masalah seperti itu, tentunya pandangan dari pihak ketiga (yang cukup kompeten) tentunya akan lebih membantu.
Untuk itu saya mengajak Mr. John untuk memikirkan beberapa hal sebagai berikut: 1) Mengapa isteri datang ke konseling dan mengajak Anda ikut ambil bagian di dalam proses konseling? Dorongan isteri untuk dikonseling sangat mungkin muncul dari kesadaran dalam dirinya bahwa dia memang pihak yang bersalah dalam masalah yang terjadi, sehingga dia, di dalam kesadarannya, ingin benar-benar bertobat dan mencoba memperbaiki apa yang telah terjadi dan belajar menjadi istri yang setia dan menghargai keputusan Anda yang telah memaafkan dia. Dorongan lain dalam mengikuti proses konseling mungkin juga didorong oleh keputusan Anda, yang dia sadari adalah tidak mudah bagi seorang pria memaafkan isterinya ketika sang istri berselingkuh. Jadi istri Anda sadar bahwa dia memiliki kontribusi yang cukup besar dalam masalah dan melalui proses konseling dia melihat  bahwa dengan bantuan anda, dia akan semakin bisa melakukan perubahan dalam dirinya. Ada kemungkinan ini yang membuat dia terus mengajak Anda mengikuti proses konseling, dengan tujuan untuk melihat kemungkinan-kemungkinan hal-hal yang bisa anda bantu dan kerjakan yang akan membantu dia menjadi pribadi yang lebih baik.
2) Yang kedua adalah tentang konseling itu sendiri, memang ada berbagai macam pendapat tentang konseling. Ada yang mengatakan bahwa konseling harus dikejakan dengan kesadaran bahwa melalui Firman Tuhan maka semua masalah akan beres, sehingga proses konseling yang dikerjakan terus menerus menggunakan firman Tuhan (tanpa perlu menggunakan ilmu-ilmu lainnya) untuk mengkonfrontasi klien dengan harapan ada pertobatan dan perubahan dalam hidup seseorang. Ada juga konseling yang dikerjakan dengan cara memberikan nasihat-nasihat tentang bagaimana seseorang harus hidup (sesuai dengan pengetahuan, keyakinan dan pengalaman konselor). Ada juga konseling yang dikerjakan dengan keyakinan bahwa satu pendekatan konseling lebih baik dari pendekatan konseling lainnya (untuk anda ketahui ada beberapa pendekatan dalam dunia konseling seperti Pendekatan Psikoanalisa, Pendekatan Behaviour, Pendekatan Gestalt, Pendekatan Client Centered, Pendekatan CBT dll dsb, belum lagi ada berbagai pendekatan terapi keluarga), sehingga konselor kemudian terus menerus mencoba melakukan pendekatan yang dia yakini benar dan terbaik. Tetapi ada juga yang mengerjakan konseling dengan mencoba melihat kira-kira cara mengerjakan konseling seperti apa dan menggunakan pendekatan yang mana, yang paling optimal bisa membantu klien yang sedang menghadapi masalah.
Dari berbagai macam kemungkinan cara mengerjakan konseling tersebut, bisa saja ada pengalaman-pengalaman dimana mereka merasa berhasil dengan caranya, tetapi mengingat realita keunikan dan kompleksitas manusia dan kehidupannya, saya percaya seorang konselor yang baik dan telah diperlengkapi secara khusus akan lebih melihat apa yang bisa membantu kliennya, sehingga dia akan memikirkan dan mengerjakan konseling secara serius demi kepentingan klien yang dihadapi. Konselor Kristen yang baik tentunya akan memiliki dan terus menerus mengembangkan pemahaman iman Kristen yang baik disamping juga mempelajari penemuan-penemuan dalam ilmu psikologi dan konseling, dan ilmu lainnya dengan keyakinan bahwa semua kebenaran adalah kebenaran dari Tuhan, sehingga dia akan memilih hal-hal mana yang sesuai dan tidak sesuai dengan iman Kristen, yang bisa sangat membantu dalam mengerjakan konseling yang sehat dan efektif bagi kepentingan klien.
Saya berharap anda bisa memahami penjelasan singkat ini dan mau memikirkan ajakan isteri untuk ikut dalam proses konseling. Siapa tahu melalui proses konseling, anda dan isteri akan mengalami perjalanan iman yang memerdekakan (Yohanes 8:32), dan kehidupan keluarga anda akan menjadi bukti tentang hadirnya kasih Kristus yang menjadi kesaksian bagi banyak orang dan memuliakan Bapa di surga.v
Lifespring Counseling
and Care Center Jakarta
53
70 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 1.4154 sec | TOP
Online Support :
YouTube Facebook Twitter RSS
Powered by: Indocms.net