Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Gereja & Masyarakat

Menjangkau Anak-anak Terpencil

Posted : 28 Oktober 2011

Yayasan Sungai Kasih

Berawal dari pribadi-pribadi, dan beberapa teman yang membantu dalam melakukan pertolongan terhadap korban bencana alam yang beberapa tahun terakhir terjadi di Indonesia. Misi kemanusian pertama kali dilakukan pada tanggap bencana di Nias, terpanggil oleh Tuhan melalu hati. Mulai tahun 2005 berjalan terus visi kemanusian, hingga melakukan aksi kemanusian kepulau-pulau hampir ke seluruh Indonesia.
Tuhan memberikan belas kasihan kepada orang-orang yang miskin dan pedalaman. Mengapa saya tidak tertarik di kota Jakarta? “Saya ga tau Tuhan taruh saya kepada orang-orang sulit dijangkau, begitu pula dengan tanggap bencana,” ungkap Priskila Linda Pendiri Yayasan Sungai Kasih (YSK).
Berjalan tahun demi tahun pelayanan bagi tanggap bencana, dan misi kemanusiaan sampai tahun 2007 akhir. Ia bertanya apa yang harus kami lakukan untuk pelayanan ini? Kemana Tuhan kami kau bawa kami? Lalu Tuhan menjawab “pergi ke Kalimantan Barat” kemudian munculah visi yaitu Tuhan terus mempertajam visi memenangkan jiwa melalui anak-anak kecil.
Masuk ke Kalimantan untuk melakukan survey. Satu tempat lokasi yang kami survey itu benar-benar medan berat, hanya bisa menggunakan kendaran roda dua menelusuri gang-gang sempit. Dibalik gang tersebut telihat ribuan anak-anak kecil. “Di situ Tuhan menyuruh kami untuk membuka Rumah Singgah atau Rumah Kasih. Puji Tuhan mulai awal 2010 berdiri Rumah Kasih,” ucap pendiri YKS ini.
Akhirnya sejak Januari 2010, mendirikan Rumah Kasih di daerah Sungai Raya, Pontianak, Kalimatan Barat. Daerah ini banyak terdapat anak-anak kecil dari keluarga kurang mampu, sehingga tidak dapat mengenyam pendidikan yang layak. Terdapat sekitar 1000 anak dapat dijangkau di daerah ini.
Menjangkau usia kanak-kanak merupakan usia krusial. Masa kanak-kanak, khususnya dibawah usia 12 tahun adalah masa keemasan pembentukan kehidupan. Sangatlah penting untuk membina dan mempersiapkan mereka agar tumbuh menjadi pribadi yang membawa dampak positif untuk keluarga dan masyarakat disekitar.
Sebelumnya selama satu tahun beberapa teman menyarankan agar mendirikan yayasan, lalu mulai  melakukan proses hukum pemerintah secara resmi. Setelah beberapa proses, akhirnya Yayasan Sungai Kasih berdiri di Pendokelan. “Ternyata nama yang kami pilih nama yang Tuhan munculkan semua tidak ada duanya, hanya satu nama Yayasan Sungai Kasih,” lanjutnya bersyukur.
Yayasan Sungai Kasih sendiri begerak dalam bidang pelayanan sosial untuk membawa suka cita, pengharapan, kasih dan perubahan berkelanjutan dalam kehidupan anak-anak, keluarga dan masyarakat yang hidup dalam penderitaan dan kekurangan. Melayani dan menghargai setiap manusia tanpa membedakan latar belakang usia, agama, ras, suku, dan gender.
Menurutnya memang selama ini tangan Tuhan berkerja. Tuhan mengirimkan orang-orang selain punya hati, juga mempunyai kemampuan, namun memang kami masih kekurangan tenaga. Tetapi selama ini saya diberikan karunia khusus dari Tuhan tanpa belajar akhirnya progam itu muncul sendiri dan bisa berjalan.
Kegiatan yang dilakukan Yayasan Sungai Kasih terhadap misi kemanusiaan, yaitu program tanggap bencana terjun langsung dan memberi bantuan secara langsung terhadap korban bencana alam. Adapun program bakti sosial seperti mengadakan bakti sosial dengan membagikan sembako dan memberi pengobatan gratis. Serta program usaha sederhana, memberikan bantuan kepada masyarakat dalam merintis usaha sederhana dengan memanfaatkan Sumber Daya Alam di sekitarnya.
Bantuan tak hanya ditujukan bagi anak-anak kurang mampu. Kegiatan sosial seperti tanggap bencana sering dilakukan ke daerah-daerah terpencil, seperti di Nias, Solo, Sintang Kalimantan Barat, Jogjakarta, NTT, Papua, dan Pontianak. Pelayanan diberikan berupa kesehatan dan sembako gratis. 
Yayasan Sungai Kasih mempunyai misi pendidikan dalam program Rumah Kasih. Mendirikan Rumah Kasih di daerah-daerah pedalaman. Rumah kasih digunakan sebagi basecamp pelayanan untuk anak-anak di kampung sekitar dan didirikan sebagai bentuk komitmen pelayanan jangka pajang. “Pelayanan ini akan selalu membawa kasih Tuhan, untuk berlabuh kepada hati mereka yang hidup dalam penderitaan,” ujar Priskila.
Program di Rumah Kasih seperti, minggu ceria anak-anak juga diajarkan membangun hubungan dengan orang tua dan sesama melalui sesi pembinaan karakter, anak-anak juga dibimbing untuk membangun hubungan dengan Tuhan dan pengenalan akan Tuhan. Dengan cara yang kreatif, sederhana, dan menyenangkan anak.
 Kursus bahasa Inggris pun diberikan YSK secara gratis dengan tenaga profesional yang memiliki hati melayani. Kursus bahasa Inggris dibagi kedalam dua kelas, yaitu kelas kecil dan besar. Sama halnya dengan kursus bahasa Mandarin, diberikan secara gratis dan dibagi dalam dua kelas kecil dan besar. Bimbingan belajar bagi aanak-anak juga secara gratis diberikan YSK, dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi di sekolah dan memberikan motivasi belajar yang benar.
Yayasan Sungai Kasih memberikan pengajar-pengajar terbaik, yang mengajar di Rumah Kasih, Pendokelan dan Pontianak. Kedepan Yayasan Sungai Kasih akan menjangkau anak-anak pelosok, serta mendirikan lebih banyak Rumah Kasih.
     ? Andreas Pamakayo


 

Tags : kasih, yayasan
0
0 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 1.4002 sec | TOP
Tags : Kasih Yayasan
Online Support :
YouTube Facebook Twitter RSS
Powered by: Indocms.net