Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Muda Berprestasi

Berprestasi Tetap Rendah Hati

Posted : 28 Oktober 2011

Fadelys Lolobua Atlet Karate Indonesia

Karate adalah seni bela diri yang berasal dari Jepang. Di Jepang karate pertama kali diperkenalkan di Okinawa. Seni bela diri yang mengandalkan gerakan serangan dan tangkis dari kaki dan tangan secara menyeluruh ini pertama kali disebut “Tote” yang berarti “Tangan China”. Waktu karate diperkenalkan di Jepang, nasionalisme Jepang pada saat itu sedang tinggi-tingginya, sehingga Sensei Gichin Funakoshi mengubah kanji Okinawa (Tote: Tangan China) dalam kanji Jepang menjadi ‘karate’ (Tangan Kosong).  Ini dilakukan agar lebih mudah diterima oleh masyarakat Jepang. Karate terdiri atas dua kanji. Pertama adalah ‘Kara’yang berarti ‘kosong’. dan ‘te’, yang berarti ‘tangan’. Dua kanji itu kemudian disatukan yang artinya menjadi “tangan kosong”.    
Ada banyak cabang dalam karate, satu di antaranya adalah cabang Kata, yang secara harfiah berarti bentuk atau pola. Kata dalam karate tidak hanya merupakan latihan fisik atau aerobik biasa. Tapi juga mengandung pelajaran tentang prinsip bertarung. Setiap Kata memiliki ritme gerakan dan pernapasan yang berbeda. Dalam Kata ada yang dinamakan Bunkai. Bunkai adalah aplikasi yang dapat digunakan dari gerakan-gerakan dasar Kata. Setiap aliran memiliki perbedaan gerak dan nama yang berbeda untuk tiap Kata. Sebagai contoh: Kata Tekki di aliran Shotokan yang sebelumnya lebih dikenal dengan nama Naihanchi di aliran Shito Ryu. Sebagai akibatnya Bunkai (aplikasi kata) tiap aliran juga berbeda.
Fidelys Lolobua, Atlet karate Indonesia, pertama kali menggeluti karate semasa masih kuliah. Karate masuk dalam ekstra kulikuler dan masuk kedalam mata kuliah wajib bagi mahasiswa. “Memang dahulu olah raga ini hanya sebagai hobi belum dilihat sebagai prestasi,” ungkapnya. Karate pun mulai ditekuni Fidelys dengan terus berlatih. Pelatih melihat bakat serta talenta yang Fidelys punya untuk masuk ke dunia atlet profesional. Berlatih dan terus diarahkan pelatih, ternyata membuat Dia berhasil menjuarai sejumlah event tingkat mahasiswa. Alhasil pada tahun 2005 untuk kali pertama Fidelys turun langsung menjuarai tingkat nasional mengalahkan juara dua PON.
Perkembangan serta kematangan dalam menggeluti karate mulai ditujukan Fidelys. Pada tahun 2006 ia masuk tim seleksi TC Pelatnas Sea Games Laos. Dua tahun menjelang Sea Games 2007,  ia mulai menemukan bagaimana menggali bakatnya sendiri. Dengan bimbingan tak kenal henti pelatih memberikan petujuk dalam menggali bakat yang telah ada.    
Medali emas dipersembahkan Fidelys Lolobua (Kata). Kejuaraan karate Internasional tersebut diikuti oleh 8 negara, yaitu Ukraina, Belarusia, Azerbaijan, Rusia, Polandia, Denmark, Perancis dan Indonesia dengan jumlah peserta sekitar 700 orang. Keikutsertaan Timnas Karate Indonesia dalam kejuaraan tersebut dimaksudkan untuk persiapan kejuaraan karate internasional “Indonesian Open” awal Juni 2011 dan persiapan Sea Games XXVI di Indonesia pada 11-22 November 2011.  Ikutnya tim Indonesia diharapkan dapat membantu para atlet karate dalam menambah jam terbang pertandingan di tingkat internasional.   
Pelan-pelan tapi pasti Fidelys menjuarai kejuaran di tingkat internasional. Berbagai negara pernah dikunjunginya seperti, Australia, Ukraina, Swedia, dan South Afrika.  Beberapa event nasional sampai internasional pun sudah dijuarainya. Kejuaraan yang telah ia raih, mendali Emas Swedish Open Karate Championship 2011, mendali Emas  8th Kyiv Open Karate 2011 Ukraine.  Fidelys juga menyumbangkan mendali Emas di 3rd Indonesia Open karate Campionships 2011, serta masih banyak deretan prestasi pemuda Makasar ini.        
Fidelys mempunyai kiat-kiat dalam menjalani profesionalisme dibidangnya. Moto dalam dirinya ‚ora et labora‘ (berdoa dan sambil berusaha). Iklas dalam menerima masukan serta kritikan pelatih, rela berkorban dan tetap berusaha. “Walaupun banyak orang mengeritik saya, namun saya menggagap itu sebagai masukan yang positif,” kata anak dari Johanes Lolobua dan Debora Ati Paenbona.
Menurut kata seorang hamba Tuhan yang pernah didengar Fidelys, memang baik kita berdoa dan memuji Tuhan, tapi alangkah baiknya apabila kita membuka tangan kita dan berbagi bersama bagi mereka yang membutuhkannya.    
Setiap ia menjuarai kejuaraan karate, perstasi hadiah serta materi yang telah didapatkan. Tetap ia berikan bagi orang-orang yang kurang mampu tanpa melihat latar belakang maupun agamanya. Begitu rendah hati pria yang telah mengantongi berbagai mendali, dan hobi menoton filem juga musik.  “Tiap tahun masuk event itu akan menjadi imbalan serta perasaan senang dapat membantu dengan sesama,” ujar Fadelys yang senang makan Pallu Basa Makasar.
   ? Andreas Pamakayo
 

0
0 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 1.4294 sec | TOP
Online Support :
YouTube Facebook Twitter RSS
Powered by: Indocms.net