Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Ungkapan Hati

Jangan Menghakimi, Berdamailah Dengan Diri

Posted : 28 Nopember 2011
NAMA Qman Samiton Pangellah bukan nama asing di dunia gereja. Tahun 1980, Qman Samiton Pangellah mendirikan Abbalove Ministries bersama rekannya Sofjan Sutedja dan Eddy Leo. Memulai pelayanannya di kalangan anak dan remaja sekolah. Ia sendiri ketika itu baru berusia 19 tahun, dan baru memasuki semester dua di Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara, jurusan Arsitektur.
Selama  20 tahun, Samiton membuktikan bahwa walaupun tanpa dukungan donatur dalam dan luar negeri serta dimulai dengan sekelompok pelajar dapat menjadi inspirasi bagi pelayanan dan gereja di tanah air. Asalkan pelayanan dilakukan dengan hati yang tulus dan penuh pengabdian kepada umat. Abbalove kini bisa dikenal luas, dan menjadi berkat di negeri ini bahkan mancanegara.
Tahun 2001, Samiton melepaskan jabatannya sebagai eksekutif di Abbalove Minitries dan merintis usaha di bidang rekaman dan advertising. Masih aktif melayani sebagai pemimpin umat, namun hidupnya tidak lagi dibiayai dari kas pelayanan, alias harus cari nafkah sendiri. Hal itu untuk memenuhi panggilan Tuhan untuk memberkati dunia usaha, di luar kotak organisasi gereja. Tidak lama kemudian, keluarga Samiton meledak. Samiton hidup dalam kehidupan yang kacau. Hidup dalam dunia malam dan berbagai hal yang dilakukan yang tidak berkenan di hati Tuhan.
Setelah melalui 10 tahun bergumul, kemudian pulih, Samiton melalui bukunya “Berdamai dengan Diri” mengungkapkan rahasia bagaimana tangan Tuhan memulihkannya. Ayah tiga anak ini berpisah ranjang dengan istrinya walau masih satu atap. Hidup dalam dunia malam. Hampir setiap malam ia mabuk dan berzinah. Sejatinya, ia tidak lagi hidup mempermuliakan Tuhan. Apa yang terjadi? Bagaimana Qman Samiton akhirnya berhasil keluar dan berdamai dengan dirinya?
Ternyata janji Tuhan dalam Yohanes 15 menjadi bekalnya merenungkan seluruh kekeliruannya. “Yohanes 15 diguna-kan Tuhan untuk mengungkap raha-sia kedamaian menyelesaikan perang didalam dirin saya dan merubahnya menjadi sebuah anugerah yang baru bagi Istri dan anak-anaknya,” ujarnya. Dalam situasi “tenggelam” dalam lumpur, Qman Samiton tidak lagi memiliki kemampuan untuk bangkit. Namun, walaupun ia meninggalkan Tuhan, Tuhan tidak pernah meninggalkannya. Anugrah Tuhan bekerja mendorong Qman Samiton terus mencari Tuhan. Dia tidak pernah punya keyakinan lagi untuk bisa bertobat, namun Bapa Surgawi tidak pernah gagal dalam rencana-Nya. Akhirnya Qman Samiton secara bertahap menemukan terang itu.
Pemahamannya akan Yohanes 15, bagi Qman Samiton, akan membantu banyak orang Kristen untuk memahami inti kekristenan yang sesungguhnya. “Berabad-abad lamanya kebenaran pengajaran Kristus ini telah terbungkus oleh kemunafikan manusia. Setelah gereja melalui berbagai masa kegelapan, satu persatu prinsip kebenaran disingkapkan lagi hingga saat ini. Kali ini ada hal menarik yang disampaikan oleh Qman Samiton untuk memahami betapa mutlaknya sebuah perintah sederhana bagi orang percaya, yakni saling mengasihi.”
“Sebuah rahasia yang telah tersembunyi selama berabad-abad dan akan menjadi salah satu pemulihan bagi gereja Tuhan di akhir zaman. Ada tiga kata yang perlu Anda perhatikan dalam buku ini yakni anugerah, saling mengasihi, dan penghakiman. Dan jika anda dapat memahaminya kerohanianAnda akan berada pada level yang berbeda dari sebelumnya,” ujar penerima International Certified Motivator in Education dari Success Motivation International, ini.
Samiton sekarang bisa berdamai dengan dirinya sendiri. Mengubah kebiasaan merokok, mabuk, dan berzinah dengan gaya hidup yang memuliakan Tuhan. Segera Samiton meminta maaf pada semua orang yang pernah disakiti. Minta maaf pada orangtua. Minta maaf pada istri dan anak.
Hal yang menakjubkan selain keluarga ini telah dipulihkan, Samiton dan Justina Anny sekarang menjadi inspirasi dan konselor bagi banyak pasangan. Rupanya banyak sekali pasangan yang sama seperti mereka dan membutuhkan bantuan. Samiton berpesan, agar gereja membangun unit konseling dan melipat-gandakan tim konseling karena kebutuhan yang semakin meningkat. Samiton sendiri, bersyukur telah dilayani langsung oleh Bapak Julianto Simanjuntak, konselor dan pimpinan LK3 (Lembaga Konseling Karir dan Keluarga).
Julianto Simanjuntak memberikan kata-kata yang menguatkan. “Pak Samiton, Tuhan tidak dapat gagal! Kegagalan Pak Samiton tidak akan dapat menggagalkan rencana Tuhan!” Itulah kata-kata yang selalu menguatkan Samiton dalam proses konseling. Dengan kebenaran dan kekuatan kata-kata itu Samiton membangun kembali kehidupan, keluarga, dan pelayanannya.
Saat ini, Qman Samiton mengembangkan REALife Academy, lembaga pembelajaran yang menghayati “to love dan to lead.” Setelah ia memahami “Yesus tinggal di dalamnya dan ia tinggal di dalam Yesus, ia hidup bahagia bersama istri tercinta, Justina Anny, bersama ketiga anak serta mantu dan cucunya. Selain berkhotbah, ia juga menjadi pembicara di seminar, workshop, motivator, retreat dan pelatih di REALife Academy, b MAKER Train & Coach, dan Success Motivation International (SMI). Qman Samiton dapat dihubungi di qman.smiton@gmail.com.

    ?Hotman J Lumban Gaol

0
0 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 1.3812 sec | TOP
Online Support :
YouTube Facebook Twitter RSS
Powered by: Indocms.net