Drs. Sahrianta Tarigan, MA
TIDAK lama lagi Jakarta akan memilih pemimpin baru untuk memilih gubernur dan wakil gubernur. Tetapi, para calon sudah sibuk mempublikasi diri. Beberapa nama yang disebut-sebut akan maju mencalonkan diri di antaranya adalah: Dr Ing H. Fauzi Bowo, saat ini menjabat Gubernur DKI Jakarta. Lalu, Mayjen TNI (Purn) Nachrowi Ramli (Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta), dan Djan Faridz, anggota DPD-RI dari DKI Jakarta.
Sementara di kalangan Kristen, santer terdengar nama Sahrianta Tarigan. Anggota DPRD DKI dari Partai Damai Sejahtera (PDS), dan juga Ketua DPW PDS DKI Jakarta ini juga disebut-sebut sebagai calon wakil gubernur DKI yang akan maju dari partai salib. Berbicara tentang Pilkada DKI Jakarta 2012 yang akan memilih gubernur dan wakil gubernur, Sahrianta di sela-sela Rakornas DPW di Hotel Grand, Sabtu (27/8), berbincang bersama REFORMATA tentang hal itu. Berikut petikannya:
Dulu Anda gencar diberita-kan mencalonkan diri untuk calon wakil gubernur?
Sebenarnya bukan saya yang mengusulkan, mencalonkan diri menjadi wakil gubernur. Orang lain yang selalu mendorong-dorong untuk mau mencalonkan diri.
Apakah PDS sudah punya calon untuk diusung maju ke pemilihan kepala daerah DKI Jakarta yang akan datang?
Kita melihat, tahun 2012 ini merupakan hal yang amat menentukan. Beberapa orang yang sudah santer diberitakan mencalonkan diri menjadi gubernur DKI meminta saya untuk bantu mereka, saya menyanggupinya dengan positif. Karena itu kita buat penyaringan awal dengan mengundang mereka satu-satu menjabarkan visi-misinya di depan anggota DPW PDS. Kita memahami, lewat penyaringan itu kita akan mengetahui siapa yang layak, dan pas untuk kita calonkan. Dan hal ini akan berkembang terus. Dari teman-teman di DPC mendorong saya untuk mencalonkan wakil gubernur untuk dipasangkan. Usulan kita juga tergantung kawan di anak cabang yang mendorong kita untuk dipasangkan ke calon gubernur yang mana.
Siapa calon gubernurnya?
Terus terang kita sudah ikut dalam lobi-lobi politik. Kalau PKS mau gubernurnya, kita, PDS, calon wakilnya. Ini memang belum final, tapi kelihatannya PKS kurang begitu pede untuk mencalonkan gubernur. Malah kelihatannya melirik wakil. PDS belum tentukan siapa yang kita dukung.
Dari tiga calon yang sudah datang ke PDS, calon mana yang akan diterima pinangannya?
Ini masih rahasialah... Tahun depan baru kita umumkan siapa yang akan mewakili kita.
Itu artinya Anda berniat mencalokan diri menjadi wakil gubernur?
Jujur saja, sebenarnya saya tidak ada niat untuk itu. Niat saya adalah ingin ikut bertarung untuk Gubernur Sumatera Utara, tahun 2013. Tetapi kawan-kawanlah yang mendorong saya mencalonkan wakil gubernur. Karena itu tergantung calon gubernurnya, siapa yang mau berpasangan dengan saya. Sejak awal kita melihat bisa punya calon bersama-sama dengan PKS. Tetapi kelihatannya konstelasi politik sekarang berbeda. Kita akan mendukung calon gubernur yang bisa diterima semua kalangan.
Lalu, apa yang didapat PDS jika wakilnya terpilih?
PDS itu hanya empat kursi di DPRD. Artinya umat kristiani punya wakil di parlemen DKI Jakarta untuk memperjuangkan aspirasinya. PDS di DKI Jakarta masih punya hak untuk memilih siapa yang terbaik memimpin DKI Jakarta ke depan. Ketika ada wacana untuk memunculkan calon gubernur DKI Jakarta dari kalangan Kristiani, itu hak setiap warga negara. Kita memang lagi dalam penggodokan, minimal kalau calon yang kita usung terpilih, PDS minimal mendapat sekretaris wilayah, minimal walikota-lah. Itu kontrak politiknya. Prinsipnya, atas nama PDS, kami ingin mendukung calon yang mau menang, bukan calon yang mau kalah.
Tetapi, bagaimana kalau dari DPP sudah menyiapkan calon lain?
Saya punya prinsip bahwa DPW-lah yang menentukan calonnya di wilayah DKI Jakarta.
Apa sebenarnya modal PDS untuk cukup diperhitungkan dalam konstelasi politik Jakarta?
Dilihat dari sisi kuantitas, umat kristiani di DKI Jakarta ada sekitar 1 juta jiwa. Artinya calon gubernur DKI Jakarta jeli melihat ini. Apalagi banyak juga pengusaha Kristen di DKI Jakarta, maka amat layak kalau calon wakil gubernur dari umat Kristen. Sekarang banyak tokoh Kristiani yang terkenal, tapi menonjol hanya di kalangan gereja. Kalau mau jujur, saat ini yang cukup dikenal di DKI Jakarta karena ada dukungan politik dan populer tidak banyak. Saya berani juga menyalonkan diri karena ada orang yang mensponsori saya 50 miliar. Alasannya, asal PKS mau bersama PDS kita disponsori. Saya sudah buat hitung-hitungannya, kalau PKS mau mencalonkan diri menjadi gubernur inilah saatnya. Dan hal ini sudah saya bicarakan pada bapak Tifatul Sembiring. Niat koalisi sudah saya ceritakan, beliau setuju.
Di Kepulauan Seribu, PDS pengurusnya muslim, apakah ini juga dianggap modal?
Kalau Anda selidiki seluruh pengurus PDS di Kepulauan Seribu seluruhnya bukan orang Kristen, malah Muslim. Kalau Anda tanya mengapa mereka mau menjadi pengurus partai, saya kira tergantung kedekatan kita pada mereka.
Menurut Anda, kira-kira yang akan berpeluang menang siapa?
Saya kira kalau dari logika politiknya kita masih melihat Fauzi Bowo. Dia masih berpeluang besar.
Itu artinya Anda mau men-jadi wakil Foke?
Bang Fauzi Bowo bilang untuk memimpin Jakarta ini lebih baik dipimpin dua orang yang berkumis (tertawa).
Tapi kalau melihat pemilu yang lalu, bukankah PKS dila-wan 20-an lebih partai. Kalau sekarang menurut Anda, Foke didukung PKS, bagaimana logikanya?
Inilah politik. Anda tahu nggak pemilih saya itu lima ribu orang adalah muslim. Persoalan jadi atau tidak itu persoalan lain, yang penting bagaimana kita memperjuangkan hal ini. Konstelasinya sekarang, saya merasakan, ada kerinduan tokoh dari Kristen harus muncul. Saya sudah mendatangi pimpinan aras gereja nasional yang ada di DKI. Kerinduan mereka ada tokoh Kristen yang memimpin DKI. Saya kira PDS juga unsur penentu kedua setelah PKS.
Apakah itu artinya PDS putri yang siap dipinang siapa saja?
Sebenarnya yang paling putri itu adalah PKS, tetapi putri kedua adalah kitalah... PDS.
?Hotman J. Lumban Gaol