Daily News

Koptik Dibunuh Gara-gara Tato Salib

Author : Slawi | 07 Nopember 2011 - 14:19 | View : 4534
Koptik Dibunuh Gara-gara Tato Salib.jpg

Reformata.com - Tidak mau menutupi salib sebagai bentuk identitasnya, seorang mahasiswa koptik dikeroyok dan dianiaya oleh teman kuliahnya.  Ayman Nabil Labib, 17, dikeroyok hingga menjelang ajalnya pada  16 Oktober lalu. 

Santernya berita yang menyebutkan bahwa kematian Ayman tidak terkait dengan isu sektarian, hanya pertengkaran biasa antar mahasiswa di ruang kelas sebuah sekolah di Mallawi, provinsi Minya, membuat Ayah Ayman bersuara. 

"ada begitu banyak orang memukuli anak saya di kelas.  Ia sempat melarikan diri ke kamar kecil di lantai dasar, tetapi mereka mengikutinya dan melanjutkan penganiayaan.  Ketika salah seorang membawanya ke kamarnya, Ayman masih bernapas.. namun satu jam setelah dibawa dengan ambulans, Ayman meninggal," kata Nabil Labib, Ayah Ayman dalam sebuah wawancara video yang direkam oleh LSM Serikat Koptik.

Seperti dilaporkan Asyur Internasional News Agency (AINA), menurut kesaksian teman sekelas Ayman ketika berkunjung ke rumah sakit dan selama pemakaman mengatakan, bahwa Ayman diperintahkan untuk menutupi tato salib pergelangan nya ketika berada di kelas, namun Ayman tidak mengindahkannya dan tetap membiarkan tato dipergelangan tangannya itu terlihat.  Hingga terjadilah insiden penganiayaan dan pembunuhan itu.

Menurut Nabil Labib, tato salib di pergelangan tangan anaknya itu adalah tanda, identitas  sekaligus tradisi Koptik.

Slawi/AINA

Comments

See Also

Sidang Raya Konferensi Kristen Asia Ke-14: Menyuarakan Isu Kebebasan Beragama
Alkitab Kuno Sebut Allah Sebagai Perempuan
Dua Biarawati Palestina Dinobatkan Sebagai Santa
Ini Wajah Yesus Di Usia Remaja?
71 Penyerang Gereja Dihukum Seumur Hidup
JEJAK PERPECAHAN DI YBSI (SETIA)
Pembukaan Kongres X Gamki Berlangsung Meriah.
Penyerang Gereja Kok Malah Dilindungi
PGIW Jakarta Sambut Hari Jadinya Ke-50
Michelle Obama: Musik Gospel Menghubungkan Saya Dengan Allah
Jadi Kristen Remaja Ini Disiram Bensin Dan Dibakar
2050 Kristen Bukan Lagi Agama Mayoritas
Frans Ansanay: Masyarakat Papua Belum Ditangani Secara Serius
Keluar Dari Kemandekan Gerakan Oikumene
Kelinci Paskah Ini Senilai 670 Juta
Benny Hinn, Terbaring Di Rumah Sakit
L.O.D, Band Indie Rasa Rohani
Presiden India Didesak Untuk Mengutuk Serangan Terhadap Umat Kristen
Paus Ajak Anak Muda Cari Kerja Yang Halal
Penganut Ateis Lebih Setia Dari Kristen?
Paus Kritisi Hukuman Mati Dan Penjara Seumur Hidup
KontraS:Semangat RUU Kerukunan Umat Beragama Harus Melindungi, Bukan Kerukunan Semu
Terlantar, Sinode GKSI Siap Tampung Mahasiswa SETIA
Mahasiswa SETIA Terlantar, Komnas HAM Panggil Sinode GKSI
Kisruh YBSI (SETIA), DARI MASA KEMASA.
jQuery Slider

Arsip : • 20152014201320122011201020092008