Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Kawula Muda

Fenomena Boy/Girls Band Korea Icons Indonesia

Posted : 30 Nopember 2011
Reformata.com - FENOMENA gaya Korea kembali mencuat dalam pergaulan anak muda saat ini. Pasti anak muda sekarang sudah mendengar tentang Sm*sh, Max 5, 7 Icons, dan Cherry Belle, serta masih banyak lagi yang tak asing ditelinga. Semua itu merupakan Boy/Girls Band Indonesia yang mengikuti gaya ala Korea. Maklumlah, di Indonesia lagi trend Boy/Girls Band dari Korea.
Fenomena Boy/Girls Band Korea di Indonesia tak lantas diterima begitu saja oleh para remaja, karena awalnya mereka berpikir bahwa Indonesia tidak bisa kreatif. Tapi seiring semakin bertambanhnya Boy/Girls Band baru, para penggemar ini pun sudah bisa menerima kehadiran band yang mengikuti gaya ala Korea itu.

Boy/Girls Band memang menjalar ke berbagai kalangan anak muda. Ada pro dan kontra tentang kehadiran mereka di jagad musik Indonesia. Ada yang mengidolakan dengan sangat luar biasa, hingga penampilan, sampai gaya bicara mereka pun diikuti dengan lantang.  Satu diantaranya adalah Dwi Putri, mahasisiwi Fakultas Jurusan Trasportasi, di salah satu Perguruan Tinggi terkenal di Jakarta, yang  ditemui REFORMATA ditempat berkumpulnya penggemar Boy/Girls Band di Bekasi. Menurutnya boys band asal Korea yang kini kian dinikmati wanita muda Jakarta, menampilkan ragam gaya busana, serta mempunyai paras tampan, semakin mempesona. “Cowoknya ganteng-ganteng, bajunya keren-keren, dan lagunya ga ngebosenin,” ungkapnya tersenyum.  

Dari dulu di negeri dengan etnis homogen yang juga terkenal dengan serial dramanya itu, Boy/Girls Band-nya memiliki kreatifitas, serta keseriusan dalam menggarap sebuah lagu, salah satunya adalah Super Junior alias Suju, bintang Korea yang melejit lewat album keempat, Bonamana.
Penampilan baik serta kekompakan Boy/Girls Band yang anggotanya bisa mencapai lima sampai delapan orang, membuat menarik perhatian kaum hawa. “Tariannya bagus-bagus, setiap Boy Band punya musik sendiri, dan gayanya beda-beda, mempunyai ciri khas tertentu,” kata Dwi.

Jika dibandingkan Boy/Girls Band dengan Indonesia, menurut Dwi, boy band Indonesia demam mengikuti trend Korea. “Keseriusan dalam menggarap lagu jangan hanya demam, ikut-ikutan trend yang sedang berkembang,” harapnya.
Disalah satu telivisi swasta, drama Korea bisa tiga kali dalam satu hari ditayangkan. Sound trek dalam drama Korea yang sangat enak didengar membuat ketertarikan pada Boy/Girls Band.  

Namun penampilan mereka pun mengundang kontra tentang keberadan Boy/Girls Band di Indonesia. Carol Meisye, salah satu mahasiswi perguruan tinggi di Jakarta menilai,  Boy/Girls Band di Indonesia belum layak disebut Band. Pasalnya, dari segi kreatifitas Boy/Girls Band pun masih perlu dipertanyakan. Walaupun banyak Boy/Girls Band, baik Korea/Indonesia, wanita yang sedikit tomboy ini tidak menyukai keduanya. “Boy/Girls Band Indonesia tidak kreatif dalam mencipta sebuah lagu, kebanyakan hanya meniru dari bintang-bintang Korea yang ada lebih dahulu.  Hanya sangat kreatif mengunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, cuma gayanya ga bagus-bagus amat, terlalu heboh saat tampil dan lebih tepatnya mereka hanya menang tampang,” ungkap wanita periang ini.

Penampilan mereka pada saat manggung juga meniru orang luar (Jepang dan Korea), lebih sindrom ke Korea dan terlalu menggandrungi mereka. “Semoga lebih cepat sadar…, biar lebih kreatif dalam dunia seni dan bermusik, jangan hanya meniru Boy/Girls Band Korea. Masih banyak yang bisa dilakukan selain copy paste atau jiplak,” himbau Carol, kesal.
*Andreas Pamakayo
0
0 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 1.3825 sec | TOP
Online Support :
YouTube Facebook Twitter RSS
Powered by: Indocms.net