Cecilia Dwi Hapsari, Artis Penyanyi
FINALIS 8 besar Indonesia Idol 2006, Cecilia Dwi Hapsari, yang akrab disapa Sisi, 27 tahun, penuh bahagia. Peluncurkan album rohani solo perdananya akhirnya digelar dalam nuansa semi konser bertema “Pulihkan Hatiku”, diusung oleh lebel Blessing Music.
“Tuhan bagaikan pemulung yang memungut sampah seperti saya agar menjadi berharga,” aku Sisimemaknai proses hidup diangkat Tuhan menjadi lebih berarti. Malam impian dan istimewa itu dirasakan Sisi melalui kehadiran album perdananya.
Krisis untuk Tangguh
Di balik keceriaan dan banyolannya di atas panggung, ternyata Sisi punya kisah hidup penuh kesulitan dan perjuangan. Kesempatan mengikuti Asia BagusSingapore pada bulan November 1998, membuat Duta anti narkoba BNN ini sempat sombong. Inilah awal banyak peristiwa tak terduga terjadi. Keluarga Sisi mengalami krisis secara ekonomi, dan Sisi harus berjuang menolong keluarga dan tetap bersekolah.
Putri Yoseph Soemardjono dan Maria Amanda Pramintawati ini bekerja sebagai penyanyi di kafe-kafe malam. Pulang jam 3 subuh, dan melanjutkan ke sekolah di pagi harinya. Tak heran jika Sisi harus tertidur di angkot dan sering kebablasan melewati tempat tujuan.
Pengalaman buruk yang membekas dirasakan Sisi saat bekerja adalah perlakuan tidak senonoh dari para pengunjung kaum laki-laki. “Saya dianggap perempuan murahan. Diremehin, dilecehin,” kenang Sisi sedih. Peristiwa ini sering membuat Sisi merasa tidak berarti dan benci terhadap laki-laki. “Saya seperti sampah yang terbuang, tidak berguna,” rintih Sisi mengenang masa lalu yang pahit itu.
Sang ibu menjadi tempat curahan hati dan air mata Sisi. “Saya bangga punya papa dan mama yang luar biasa. Yang selalu percaya pada saya, dan menolong saya tidak jatuh dalam pergaulan buruk di tempat kerja saya,” urai Sisi bangga. Penyuka nyanyi sejak SMP ini harus tetap bekerja demi keluarga dan impiannya.
Ketangguhan dan keyakinan memacu Sisi beranjak dari kesulitan kepada harapan masa depan. “Tuhan seperti pemulung yang memungut sampah seperti saya, untuk menjadi berarti lagi,” aku Sisi penuh haru dan syukur. Pengalaman bekerja sebagai penyanyi kafe ternyata adalah bekal awal Sisi untuk mampu berprestasi sebagai Finalis 8 besar Indonesia Idol 2006.
Kesempatan melewati proses sulit hingga berprestasi menggerakkan Sisi terus bernyanyi dan memuji Tuhan. Impian inilah yang mendorong Sisi ingin memiliki album solo rohani, sebagai wujud memberi yang terbaik kepada Tuhan.
Hadiah Istimewa
Di tahun ini akhirnya penantian Sisi menjadi kenyataan. Hadirlah album rohani solo Sisi dengan judul “Pulihkan Hatiku”. Album perdana yang melukiskan kehidupan Sisi sesungguhnya dipulihkan Tuhan. Kebahagiaan tak terucap, namun menggema kala konser dibawakan Sisi. Kebahagiaan dan ingatan tentang kesulitannya adalah bekal Sisi untuk meraih mimpi.
“Sampah yang telah diubahkan,” ucap Sisi berbinar, karena Tuhan yang mengerjakan itu dalam hidupnya. Berduet dengan Christian Bautista, penyanyi dunia yang takut akan Tuhan, dengan dukungan penuh Blessing Music memberi kebahagiaan tersendiri untuk Sisi.
?Lidya Wattimena