dr. Stephanie Pangau, MPH
Dokter Stephanie, saya ingin bertanya tentang masalah saya. Bayi saya lahir prematur (7 Bulan) dan tidak segera menangis dengan Apgar Score yang lemah. Perkembanganannya pun tergolong lambat. Sekarang dia berusia 2 tahun, tetapi kepalanya lemah terkulai, kedua matanya terlihat juling, otot sering menjadi kaku, tetapi bisa juga menjadi sangat lemas. Dia sulit bicara, air liurnya selalu keluar, suka tersedak saat makan atau minum. Dia diduga terkena penyakit Cerebral Palsy (CP). Dokter menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan, CT Scann dan MRI pada anak kami. Sementara saya (ibunya), diminta cek laboratorium untuk melihat apakah saya pernah terinfeksi dengan toksoplasma, rubella atau penyakit lainnya. Pertanyaan saya : 1). Apa itu penyakit Cerebral Palcy? Apakah CP termasuk penyakit turunan? 2). Apa penyebab CP pada bayi? 3). Mengapa leher anak saya tidak bisa tegak dan semua otot–ototnya sering lemas dan kaku– kaku, bergantian. 4). Apa saja tanda atau gejala CP pada bayi? 5).Pemeriksaan apa saja yang diperlukan untuk mendeteksi CP? 6). Bagaimana pengobatannya? 7). Bagaimana pencegahannya? Bisakah CP sembuh? Atas jawaban dokter terima kasih, TUHAN memberkati
Salam saya,
Ibu Enny yang terkasih, pertama, Cerebral Palcy (CP) adalah gangguan control terhadap fungsi motorik yang disebabkan adanya kerusakan pada otak yang sedang berkembang, umumnya terjadi saat masih dalam kandungan (75%), 5% terjadi saat proses lahir, dan sekitar 15% terjadi setelah dilahirkan. CP bukan penyakit turunan, melainkan didapat.
Kedua, Penyebab CP sampai saat ini belum diketahui secara pasti, tetapi diduga penyebabnya antara lain, karena Bayi lahir premature, maka otak belum berkembang secara sempurna. Bayi yang lahir tidak segera menangis, menye-babkan otak kekurangan oksigen (itu terjadi pada bayi anda). Adanya cacat tulang belakang dan perdarahan diotak.
Ketiga, umumnya CP dikelompok-kan dalam 4 tipe: 1). Tipe spastic atau kaku-kaku, otot penderita bisa terlalu lemah atau malah terlalu kaku (mungkin ini tipe CP putera anda). 2). Tipe athtoid, tandanya, penderita tidak mampu mengontrol gerak ototnya. Penderita biasanya mempunyai gerakan atau posisi tubuh yang aneh. 3). Tipe kom-binasi, yaitu campuran antara spastic dan athetoid. 4). Tipe hypotonic, umumnya dengan gejala ototnya menjadi sangat lemah, sehingga seluruh tubuh selalu terkulai. Keadaan ini biasanya berkembang jadi spastic atau athetoid. CP juga bisa berkombinasi dengan gangguan epilepsy, gangguan mental, menurunnya kemampuan belajar, demikian juga dengan menurunnya pendengaran, penglihatan dan bicara.
Keempat, umumnya tanda dan gejala CP sulit terlihat pada masa bayi awal, tetapi makin jelas saat bayi bertambah usia. Umumnya, tanda permulaan adalah: Sangat lambat melakukan kegiatan da-sar, misal, mengontrol kepala, berguling, pegang benda dengan 1 tangan, duduk tegak, merangkak atau berjalan. Terjadi kelainan pada gerakan karena kelainan fungsi otot. Kelainan bentuk kerangka tubuh, yang bila tidak cepat ditangani dengan operasi atau perangkat yang diperlukan, bisa terjadi gangguan yang menetap. Adanya Keterbelakangan mental yang bisa bersifat menetap.
Terjadi kejang pada penderita yang bervariasi, dengan frekwensi yang juga berbeda, menjadi tanda lainnya. Kurangnya kemampuan bicara, Ketidakmampuan mengontrol otot itu membuat penderita CP kerap tersedak, (seperti juga terjadi pada kasus putera anda). Bahkan ada kasus yang bisa tersedak hingga menyebabkan kematian. Terjadi gangguan pendengaran dan penglihatan. Umumnya penderita CP menjadi juling. Penderita CP cenderung mempunyai rongga lebih dari biasanya, ini hasil dari kedua cacat pada enamel gigi dan kesulitan untuk menyikat gigi.
Kelima, dalam kasus CP, pemeriksaan selalu dibutuhkan untuk mendeteksi CP, yaitu dengan: CT scan Dan MRI, untuk mengukur lingkar otak. Selain itu perlu juga tes laboratorium untuk mencari tahu apakah si Ibu mempunyai riwayat infeksi, misalnya apakah pernah tertular toksoplasma atau Rubella.
Keenam, untuk Pengobatannya, sampai saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan CP. Tetapi, selalu ada harapan untuk memaksimalkan kemampuan anak CP dan membuatnya mandiri, karena kelainan pada CP sifatnya permanen, non progresif. Ketujuh, bicara soal pencegahan, saat masa kehamilan, yang merupakan fase paling penting pertumbuhan janin, ibu hamil harus banyak mengkonsumsi nutrisi dan terutama makanan yang banyak mengandung asam amino dan omega-3. Itu penting untuk perkembangan otak selama dalam kandungan. Pencegahan Prenatal (sebelum kelahiran), perlu dilakukan oleh ibu hamil dengan menjaga diri agar tidak terkontaminasi virus dan bakteri. Menjaga kebersihan diri serta lingkungan mutlak dilakukan. Usahakan tidak melakukan kontak langsung dengan binatang peliharaan seperti burung berparuh bengkok, anjing, kucing dan kera. Sekian jawaban kami kiranya bisa menjadi Berkat. TUHAN memberkati.
Ibu Enny, 32 tahun.
Di Bekasi.